The Schedule [oneshot]

                   The Schedule

        

Cast : Cho Kyuhun & Choi Sooyoung

Other Cast : Other SM member

Author: Mayang Aeni ^^

Romance

Note! Cerita ini full imaginasi aku, dan fotonya asli aku yang edit sendiri. Kalau mau save ataupun repost boleh tapi credit tetep atas namaku. Terima kasih atas perhatiannya, silahkan membaca^^

-Author POV-

 

Seorang gadis jangkung tengah menyandarkan tubuhnya di sofa , tubuhnya tengah dicucuri keringat akibat berlarian dari parkiran sampai ke tempat latihannya. Gadis itu masih mengatur nafasnya yang tak teratur akibat berlari. Setelah nafasnya teratur dan letihnya hilang ia mulai mengomel sendiri sambil meraih iphone di kantung celananya, yang ia bawa hanya benda mungil itu saja bahkan ia tidak membawa dompetnya, untung saja ada selipan uang di sana untuk membayar taksi.

 

“YAAA! KIM TAEYEON! KENAPA KAU TAK BILANG KALAU HARI INI TAK ADA JADWAL?” teriaknya begitu panggilan tersambung. Leader SNSD yang diteriaki barusan menjauhkan dengan cepat handphonenya dari telinganya.

 

“YA Soo-ah masa kau bisa lupa dengan jadwalmu sendiri huh?” jawab Taeyeon santai.

 

“Aku di kantor sekarang dan aku terbirit-birit untuk sampai kemari dan ternyata kalian tidak ada disini.” Kata Soo yang sudah menurunkan nada bicaranya.

 

“babbo… jadwal kita hari ini adalah jadwal individu sampai jam 3 nanti. Jam 3 kita baru akan berangkat ke Jepang bersama member SM yang lain, arraseo?” Soo menatap jam tangannya dan akhirnya menyandarkan tubuhnya kembali di sofa untuk rileks.

 

“Ne, kau dimana sekarang?”

“Aku sedang ada pemotretan majalah bersama Fanny dan Seo… sudah dulu ya… kau lebih baik kembali ke dorm dan istirahat, kemarin kau kan kena demam yang cukup parah” Soo tersenyum kecil mengingat unnienya yang tak pernah dipanggil dengan sebutan ‘unnie’ olehnya itu tetap mengkhawatirkan kondisinya.

 

“Arraseo eomma Taeyeon” balasnya sambil tersenyum setan.

“YAAA!” tuut. Sooyoung memutus hubungan sebelum leader SNSD itu marah-marah padanya. Sooyoung, ya Choi Sooyoung magnae ketiga SNSD bertubuh jangkung itu kini adalah satu-satunya yang tidak memiliki jadwal individu. Setelah kemarin ia terkena demam yang cukup parah gadis jangkung itu dibebaskan dari jadwal individu selama beberapa hari. Gadis itu masih merasakan pusing di kepalanya dan ia memutuskan untuk pulang ke dorm untuk beristirahat karna besok dia akan menjalankan konser SMtown di Jepang. Sooyoung keluar dari ruangan latihan SNSD itu perlahan-lahan selain karna memang ia masih lemas ia juga belum sarapan. Gadis itu memegangi perutnya yang tiba-tiba berdenyut, lapar. Ia tidak sadar kalau ada seorang laki-laki yang sedang berlari tanpa memperhatikan jalan karna sibuk menatapi jam tangannya, alhasil namja itu menubruknya hingga keduanya terjatuh.

 

“Aw appo…” keluh Sooyoung sambil memegangi kepalanya yang terbentur.

 

-Kyuhyun POV-

 

“Aw appo…” keluh seseorang yang menghalangi jalanku hingga aku terjatuh seperti ini. Begitu aku melihatnya aku terkejut begitupun dia. Choi Sooyoung, salah satu member snsd yang sangat-jarang berinteraksi denganku, di panggung ataupun di belakang panggung. Dia memegangi perutnya tubuhnya mengerut dia mengerang sakit. Ini pasti karna aku tadi, aku segera berdiri mendekatinya dan menyentuh bahunya meskipun ragu-ragu.

 

“Sooyoung-sshi gwenchanayeo?” tanyaku dia mengangkat wajahnya menatapku memelas. Matanya yang bulat membuatku terdiam, aku rasa jantungku terbang entah kemana… Aku menghela nafas mengabaikan perasaan anehku dan menanyainya lagi.

 

“Sooyoungsshi… kau pucat sekali…?” tanyaku sambil memegang kedua bahunya untuk membantunya berdiri.

 

“AH Kyuhyunsshi…perutku…sakit” katanya terbata-bata, aku bingung untuk melakukan apa. Otakku yang cerdas ini tengah tak berfungsi dengan baik nampaknya. Aku menggaruk rambut cokelatku ini kebingungan.

 

“Apa yang bisa aku lakukan?” babbo kau Kyu. Seharusnya kau cepat-cepat membawanya ke klinik. Ah aku kenapasih hari ini?

 

“Ah uh…” dia berusaha berdiri tanpa menjawab pertanyaanku, kurasa dia sedang benar-benar kesakitan sekarang. Aku membantunya bangkit dan pindah posisi ke belakangnya untuk membantunya berjalan tapi tiba-tiba gadis kurus jangkung ini ambruk. Ya gadis ini pingsan dan untungnya aku dapat menahan tubuhnya. Aku dengan cepat menggendongnya tapi langkahku terhenti seketika. Aku ingat kalau di depan sana banyak netizen yang sudah pasti akan sangat senang jika melihat maknae super junior yang seharusnya mengikuti sesi photoshoot justru ada di gedung SM sambil menggendong member SNSD, Choi Sooyoung. Matilah kami nanti. Lalu otak cerdasku dengan cepat berfikir dan akhirnya kubawa dia ke dalam ruangannya yang kebetulan kosong. Setauku memang hari ini hanya ada beberapa artis SM yang ada jadwal latihan dan member SM lain tengah bersiap-siap untuk Smtown di Jepang besok atau sibuk dengan jadwal mereka masing-masing karna itu aku heran kenapa aku bisa bertemu dengan Sooyoung disini, akupun baru tau kalau jadwalku hari ini bukanlah di kantor. Ini semua karna hyung-hyungku tak ada yang mau membangunkanku. Aku meletakkan Soo di sofa di pojok ruangan, wajahnya pucat. Aku akhirnya memutuskan untuk ke pantry mengambilkannya teh hangat dan makanan yang ada. Aku kembali dan gadis itu sudah dalam posisi duduk.

 

“Sooyoungsshi kau sudah merasa lebih baik? Rebahkanlah tubuhmu jika masih pusing” kataku sambil menghampirinya dan memberikannya teh. Dia melihat ke sekeliling bingung lalu setelah ia sadar ia berada dimana ia tersenyum padaku sambil menyeruput tehnya.

 

“Kau pingsan tadi” kataku memberitahunya dan dia hanya manggut-manggut.

 

“Kau masih sakit?” kataku dan dia mengangguk lemah. Aneh sekali melihatnya yang seperti cacing kepanasan tiap harinya dan sekjarang terlihat lemas seperti ini…

 

“di luar banyak netizen aku tak bisa membawamu ke luar jadi aku membawamu kesini” kataku lagi sambil bersandar di dinding. Ia hanya mengangguk, tidak banyak bicara beda sekali dengannya jika sehat.

 

“Ini kebetulan sekali ada staff yang membawa sandwich aku memintanya untukmu” kataku dan dia langsung menatapku dengan mata bersinar-sinar. Dia mulai memakannya dengan lahap bahkan sandwich itu habis kurang dari dua menit. Dan aku tau sekarang kenapa teman-temannya memanggilnya shikshin. Lihat saja pipinya itu…aigo chubby sekali.

 

“Kyuhyunsshi… kamsahamnida…jeongmal kamsahamnida” katanya sambil tersenyum lebar. Lihatkan seberapa kakunya kami? Kami saja berbicara dengan bahasa formal. Padahal aku terkenal dengan orang yang jarang berbahasa formal.

 

“ne cheoma, Sooyoungshhi” entah mengapa aku inging kata-kata shhi dihilangkan namun itu tidak mungkin nanti dia menganggapku sok dekat lagi.

 

“Aku sudah sehat lagi… aku rasa aku harus kembali ke dorm sekarang, tapi Kyu-sshi kenapa disini tak ada oppadeul SJ ya?” katanya sambil melihat kearah pintu ruangan SJ yang ada didepan ruangan SNSD persis. Aku menggaruk rambutku yang tak gatal dan baru ingat kalau seharusnya tadi aku segera berlari ke tempat pemotretan majalah dimana mereka sedang menungguku. Aduh inilah mengapa aku bisa menabrak Soo, karna aku sedang terburu-buru pergi kesana. Karna aku salah jadwal.

 

“Aku salah jadwal hari ini… seharusnya aku pergi ke tempat pemotretan tadi tapi aku justru menabrakmu dan kau tiba-tiba pingsan”

 

-Sooyoung POV-

 

“Aku salah jadwal hari ini… seharusnya aku pergi ke tempat pemotretan tadi tapi aku justru menabrakmu dan kau tiba-tiba pingsan” apa-apaan itu? Nada bicaranya seperti menyalahkanku. Aku mengerutkan kening.

 

“ne? Jadi kau mau bilang aku penyebab keterlambatanmu begitu?” tanyaku sinis. Dia terlihat terkejut dengan nada bicaraku.

 

“ya begitulah. Kalau saja kau tak pingsan dan merepotkanku aku tidak akan terlambat dan lupa” katanya dan membuatku kesal.

 

“YA! Akukan tidak memintamu membantuku. Seharusnya kau tinggal saja aku tadi.” Kataku sambil berdiri dan dia memutar bola matanya kesal.

 

“ya ahjumma cerewet, bukannya berterima kasih ada namja tampan sepertiku yang mau repot membantumu. Ne aku pergi, seharusnya daritadi saja aku pergi” balas namja itu sambil keluar dari ruangan. Aku akhirnya ikut berjalan keluar tapi aku menjaga jarak dari namja yang sedang jalan didepanku itu.

 

“YAK! Jangan mengikutiku, yeoja aneh” Mwoya? Apa-apaan dia?

 

“Cih, jangan terlalu percaya diri Kyuhyunsshi, bukankah jalanan ini satu-satunya akses menuju ke lobby?” kataku dan dia kembali berjalan acuh.Tak terasa kami sudah di parkiran dan aku tak tau kalau namja itu ah maksudku Kyuhyunsshi sudah berhenti melangkah sehingga aku yang daritadi berjalan menunduk menubruk punggungnya.

 

“Ya! sampai kapan kau akan mengikutiku?” katanya sedikit membentak dan membuatku terkejut.

 

“Sudah kubilang aku tidak mengikutimu!” balasku tak kalah kencang.

 

“ne…ne… lalu untuk apa kau ke parkiran juga? Memang kau membawa mobil?” Plak. Wajahku serasa ditampar. AA aku malu sekali. Kenapa aku bisa ada disini? Akukan harusnya menunggu taksi di lobby.

 

“Kau masih ingin bersamaku terus huh? Kau menyukaiku, Choi Sooyoung?” ashhh namja aneh gila. Dia tersenyum setan dan membuatku muak.

 

“yya! Ternyata kabar kalau Cho Kyuhyun berIQ diatas 130 itu hanya isu belaka, jangan-jangan Iqmu dibawah rata-rata?”  belum sempat dia membalas tiba-tiba derap langkah orang terdengar dan terdengar segerombolan. Nuguya?

 

“Sssh kau dengar itu?” katanya sambil menggeser tubuhnya mendekatiku, aku menajamkan pendengaran.

 

“Ne, nuguya?” kataku dan dia masih memperhatikan sekitar.

 

“Omona!” jeritnya ketika dilihatnya segerombolan netizen berlari menghampiri kami. Aniya, kurasa mereka mengincar Kyuhyun.Mungkin perihal comeback oppadeul SJ. Namun Kyu justru menarikku ke dalam mobil miliknya.

 

“Yya? Mereka mengejarmu! Kenapa aku harus ikut?” kataku ketika kami sudah dimobil. Dia menoleh gusar ke belakang memastikan jarak para netizen itu masih jauh dari mobilnya lalu tiba-tiba ia mendekatiku membuat aku menahan nafas, jantungku omma! Jantungku rasanya mau meledak. Dia menarik seat belt dan memasangkannya untukku.

 

“Kalau kau tidak disitu aku pasti akan meladeni mereka, tapi ada kau bersamaku, kau mau kita di pecat Lee Soo Man karna dikira macam-macam diluar jadwal stage bahkan jadwal individu?” katanya dan aku akhirnya pasrah ikut dengannya, sebenarnya aku diam saja karna masih mengurusi jantungku yang berdetak seperti mau meledak ini. Aiiish demamku sepertinya bertambah sekarang…

 

 

 

-Kyuhyun POV-

 

Daritadi yeoja ini hanya menggerutu saja, aku tak bisa fokus menyetir dan akhirnya aku jadi salah jalan. Aku justru melewati jalanan sepi yang disisi kiri dan kanannya dipenuhi ilalang panjang, sepertinya aku ada di pinggiran kota sekarang.

 

“Berhenti!” teriaknya namun tak ku gubris tapi tiba-tiba dia memukul tanganku lalu menjambakku hingga aku merem mobil mendadak.

 

“YYA! Kau mau kita mati?” ketika aku membentaknya dia ternyata sudah melenggang keluar mobil. Aku terdiam dan memandanginya yang sudah berjalan menjauh dari mobilku. Ah perduli apa aku pada yeoja tak tau diuntung itu? Aku menggas moobilku dan melewatinya, diluar nampaknya tengah mendung dan berangin. Aku khawatir dia sakit lagi. YA! Apa barusan yang kau pikirkan Kyuhyun-ah? Sudah lebih baik kau putar balik mobilmu menuju dorm dan kau bisa tidur. Namun suara petir menghambat aktifitasku menginjak pedal gas. Aku berangsur memelankan laju mobilku setara dengan pejalan kaki. Dan byuuur hujan mengguyur, ah jinjja gadis itu bisa sakit lebih parah. Akupun turun dan berlari ke arah gadis itu, ya Choi Sooyoung. Dia tengah memeluk dirinya sendiri kedinginan.

 

“Kenapa kau tidak meninggalkanku?” katanya dingin. Masih saja dia dingin terhadapku yang sudah baik inin padanya.

 

“Masuklaaah ppali” kataku sambil menarik-narik tangannya. Dia tak acuh dan membuatku gemas bukan kepalang.

 

“ANDWEEE turunkan aku yaa namja setan!” jeritnya ketika aku menggendongnya lalu memasukannya ke mobil. Aku menyalakan penghangat dan meraih handuk kecil yang selalu tersedia di bagasi belakang.

 

“lap wajahmu dan dekatkan tanganmu ke penghangat” kataku dan dia menerimanya tanpa komentar apa-apa lagi setelah menatapku dengan pandangan tak percaya.

 

“Gomawo” hah? Dia berbicara informal padaku? Rasanya ada ratusan burung wallet yang berimigrasi di perutku. Aneh, kenapa aku senang sekali hanya karna dia berbicara informal padaku ya? Otakmu mungkin koslet Kyuhyun-ah.  Aku tengah fokus menyetir dan dikagetkan oleh sebuah lap yang menyentuh wajahku. Aku melirik gadis manis disampingku itu. Dia dengan telaten mengelap wajahku, wajahnya sangat lembut meski hanya ku pandang melalui lirikan. Blushhh. Ahh andwe!wajahmu jangan memerah dulu Kyu-ah!

 

“Ya! Akukan hanya melap wajahmu saja, kenapa wajahmu memerah seperti itu” katanya dan membuatku malu bukan kepalang.

 

“ne? Sia..sia-pa yang”

 

“arraseo, tidak usah diteruskan. Kau fokus saja menyetir. Aku akan mengelap beberapa bagian yang basa agar kau tidak masuk angin.” Katanya dan tanpa sadar aku tersenyum kecil.

 

 

Baru beberapa menit yang lalu kami akrab dan romantis seperti tadi kini kami berdiri di depan dorm snsd sambil bertengkar lagi.

 

“INI KARNA KAU AKU KETINGGALAN PESAWAT!” bentaknya sekuat tenaga. Bahkan kurasa sedikit lagi uratnya akan putus.

 

“YA! Jangan berteriak! Bukan hanya KAU yang tertinggal pesawat!  Aku jugakan satu pesawat denganmu, berarti aku juga di tinggal!” kataku dan dia menatapku dengan pandangan merendahkan. Cih, kutarik lagi kata-kataku yang bilang kalau dia itu manis. Dia seram melebihi macan.

 

“Jadi kita harus bagaimana? Bajuku masih basah, dan handphoneku ada didalam. Yang lain pasti akan khawatir” ucapnya sambil mengurangi volume bicaranya.

 

“ayo ke dormku. Aku akan mengabari member yang lain dan juga kau bisa berganti baju” kataku dan dia mengangguk pasrah.

 

“kajja, aku tak mau mati kedinginan”

 

DI per jalanan tak banyak yang kami bicarakan dan beberapa belas menit kemudian kami sampai di dormku. Aku menyuruhnya mandi air hangat dan aku menyiapkan baju yang mungkin bisa dia gunakan. Aku membuka isi lemariku lalu meraih sweater rajutku yang pastinya akan kebesaran ditubuhnya dan untungnya ada celana legging yang heechul hyung tinggalkan dan bisa digunakan Soo.

 

Kreet.

 

Pintu kamar mandi terbuka dan kepalanya yang berbalut handuk menyembul disana.

 

“Kyu… tolong kemarikan bajunya, handukmu terlalu pendek” katanya malu-malu. Aku rasa wajahku memerah, mau bagaimanapun aku ini lelaki.Jika ia keluar hanya dengan handuk bisa-bisa aku menerkamnya(?) aku memberikan baju untuknya sambil membuang muka lalu aku duduk di tepi kasur.

 

“AAAH segarnya” katanya setelah beberapa menit. Baju itu terlihat bagus di tubuhnya apalagi dia tengah mengikatkan semacam tali kecil dibagian pinggangnya untuk ikat pinggang. Fashionable sekali dia~ kk.

 

“Sana mandilah… aku sudah membuang air bekasku dan mengisi dengan yang baru” ucapnya sambil menggosok rambutnya yang basah. Aku tanpa sadar tersenyum kecil. Kami seperti suami istri saja~

 

-Sooyoung POV-

 

Aku mengitari isi dorm super junior ini, kulihat sedikit berantakan dibagian pantrynya, biasalah dorm inikan diisinya oleh lelaki jadi wajar saja kalau ada yang kotor, bahkan dorm snsdpun juga terkadang kotor kk. Aku mencuci beberapa gelas dan piring yang ada di bak cuci, aku rasa membantu sedikit tak apa. Aku akhirnya membuka buffet yang bertengger diatas tempat cuci piring disana tersedia cokelat seduh,susu, kopi, teh dan sejenisnya. Aku rasa setelah hujan-hujanan barusan minum yang hangat akan bagus. Aku akhirnya mengambil dua mug untuk menyeduh hot chocholate kudengar suara pintu terbuka dan langkjahnya menghampiriku.

 

“Sedang apa?” tanyanya aku tengah mengaduk coklat panas perlahan.

 

“Ini” kataku sambil menyerahkan padanya. Dia tengah menggosok rambutnya dengan handuk yang tersampir di bahunya dan sebelah tangannya memegang mug dariku.

 

“gomawo” katanya sambil berbalik lalu menyesap cokelat panas buatanku. Kkk entah mengapa aku merasa kami sudah saling dekat sekarang.Dia duduk diatas sofa depan tv dan aku ikut duduk disisinya, kami terdiam cukup lama sampai aku rasa aku ingin tidur.

 

“Kyu-ah aku mengantuk” kataku dia yang sedari tadi bermain psp menghentikan permainannya dan menatapku.

 

“Kajja kita tidur bersama” katanya sambil tersenyum setan. Yak! Setannya keluar lagi.

 

“Andwe! Kau mau mati?” kataku galak dan dia tertawa sampai hidungnya berkerut. Kyeoptaaa. Dia beranjak masuk ke kamarnya dan Sungmin oppa… Ahh apa aku harus tidur disini? Disofa? Tak lama dia menyembulkan kepalanya dari pintu.

 

“Ya kau lamban sekali! Katanya mengantuk?” bentaknya. Aku tak menjawab namun berjalan menghampirinya.

 

“Kau tidurlah dikasurku biar aku tidur di kasur Sungmin hyung” katanya sambil bersandar di dinding. Aku berjalan kaku agak risih harus tidur sekamar dengan lelaki meskipun beda kasur.

 

“aku tidak akan macam-macam Soo-ah, aku memang lelaki namun aku tidak berfikiran pendek dan melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan karna didasari atas dasar cinta, jadi tidurlah. Percaya padaku. Jika kau masih ragu aku akan tidur diluar”

 

“Ne arraseo. Aku tak bermaksud begitu, terima kasih sudah mau perhatian padaku dan perasaanku, aku hanya…. canggung karna ini bukan kamarku, itu saja” kataku dan aku langsung naik ke kasur dan mengambil posisi memunggunginya. Aku menarik selimbutnya hingga menutupi tubuhku sampai leher. Wangi Kyuhyun sangat kentara di atas tempat tidur ini dan aku sangat nyaman karenanya. Aku dengar kalau Kyuhyun itu suka mendengkur jika tidur, tapi aku sama sekali tak mendengar dengkurannya, berarti lelaki itu belum terlelap? Aku beranikan diri meliriknya dan ternyata dia sedang menatap langit-langit kamar, masih terjaga.

 

“kau belum tidur?” tanyaku dan membuatnya terkejut.

 

“belum, ku kira kau sudah tidur. Kaukan seperti kerbau” katanya sambil terkekeh.

 

“Yak! Jangan mulai Cho Kyuhyun” kataku dan dia malah tersenyum setan lagi membuatku kesal dan menarik lagi niatku untuk mengajaknya ngobrol. Aku memunggunginya lagi dan kali ini aku mencoba menutup mataku. Namun, perutku yang belum diisi sejak siang tadi tak bisa di ajak berkompromi. Aku rasa namja itu bisa mendengar dengan jelas bunyi perutku.

 

“Kajja kita cari makan” katanya membuatku langsung mendudukan tubuhku.

 

“Jinjja? Tapi…”

 

“aku traktir”

 

“Yak! Bukan itu masalahnya! Tentu saja kau harus traktir, tapi… apa tidak bahaya?” tanyaku sambil mengikutinya yang sedang berkaca.

 

“malam hari justru waktu yang aman bagi selebriti berkencan” MWOYA? Apa barusan dia bilang.

 

“ne?” kataku pura-pura tak mendengarnya. Dia tersenyum setan lagi dan membuatku meniup poni ku yang kini menutup kening cantikku ini.

 

“yya ppaliwa” katanya menyadarkanku dan aku segera menyamakan langkah kami.

 

“mau makan dimana?” kataku ketika dia sudah menggas mobilnya. “restoran di sekitar sungai han” aku hanya berO ria dan memilih menatap jalanan seoul yang sudah lengang.

 

“kau tau kalau kita akhir-akhir ini sering di pairingkan?”  tanyanya memecah keheningan, aku menoleh menatapnya. Dia tak menatapku namun fokus pada jalanan dihadapan kami.

 

“mmm ya aku mendengarnya dari Seohyun-ah, dongsaengku itu bilang kalau lebih banyak fansmu yang…ehm…setuju kau denganku…namun menurutku seokyu lebih banyak memiliki fans, kaliankan sering berduet, kalau denganku? Berinteraksi saja jarang~” kataku panjang lebar dia hanya diam tak menjawab. Aku memalingkan wajahku lagi menatap jalanan disisiku yang bergerak semu.

 

“hatiku yang tau kepada siapa dia akan berlabuh, tak ada yang bisa menilai seseorang itu pantas atau tidak untukku selain diriku sendiri…sekalipun fansku, namun aku menghargai pendapat mereka…” aku sedikit tersentak mendengar kata-katanya, bagaimana bisa namja macam dia berbicara dewasa begitu?

“tapi kenapa ya harus dipasangkan denganmu?” ucapnya dan membuatku refleks menjitak kepalanya.

 

“yak sakit Cho Sooyoung!” Omma apa aku tidak salah dengar? Ishh karna dia menghilangkan i dari margaku yang justru menjadi marganya  jantungku jadi berdetak terlalu cepat. Apa ini tanda aku akan mati muda? Atau………..jatuh cinta?

 

“Sampai” kataku mengalihkan kecanggungan.

 

“Tak ada topi atau semacamnya?” tanyaku dan dia menggeleng sambil mencubit pipiku. Omma!!! Bagaimana ini? Jantungku berdebar lagiiii.

 

“kita bebas malam ini, semua netizen tau kalau kita seharusnya di Jepang sekarang,lagipula sudah lewat tengah malam” dia tersenyum manis. Sangat manis melebihi permen yang biasa aku makan ketika break. Aku mengikutinya yang sudah turun lebih dulu ke luar. Kami masuk ke kedai mini yang menjual ddoboukki dan ramyeon. Dan Kyu pasrah akan banyaknya makanan yang ku pesan.

 

“kau memang bukan wanita” ucapnya tanpa suara dan membuatku berhasil menjitaknya. Ketika ahjumma kedai itu mengantarkan makanan dia sempat bilang kalau kami sangat cantik dan tampan, kekeke~

 

“cih, ahjumma itu sebenarnya hanya memujiku. Namun karna ada kau disini jadi dia tidak enak dan ikut memujimu” kata Kyu sambil memakan ramyeonnya.

 

“Diam kau!” bentakku sambil melahap makanan yang ku pesan dengan lahap.

 

-Author POV-

 

Kyuhyun dan Sooyoung yang sudah kekenyangan itupun kini sedang berjalan di sisi sungai han yang tenang. Jam menunjukkan setengah 3 pagi dan mereka masih nyaman dengan moment mereka saat ini. Keduanya berjalan bersisian sambil kadang sesekali menghina satu sama lain, dan justru keliatan romantis.

 

“dingin” ujar Soo pelan hampir seperti bisikkan namun telinga kanan Kyu masih bisa menangkapnya dengan jelas. Kyu menatap tangan Soo yang setengah telapaknya tertutup lengan sweater miliknya, ada perasaan yang sangat besar untuk menggandeng tangan itu namun Kyu tak yakin.

 

“Kyu-ah bisakah aku menumpangkan tanganku di kantung jaketmu? Ini sangat dingin” kata Soo memecah lamunan Kyu.

 

“oh…ne” jawab Kyu kikuk. Soo memasukkan sebelah tangannya ke kantung jaket Kyu.

 

“Kau…masukkan juga tanganmu kesini, aku tau kau juga kedinginan”

 

“a…” “Ppaliii” Kyu akhirnya ikut memasukkan tangannya dan pertemuan kulit tangannya dan tangan Soo membuat semacam energi listrik disana dan berefek pada jantung mereka masing-masing.

 

“Ya! kenapa tanganmu dingin sekali?” pekik Soo membuat Kyu mengeluarkan tangannya lagi, gugup.

 

“Jelas saja! Inikan malam musim gugur, dan ini sudah jam setengah 2 pagi” kata Kyu sambil membuang pandangannya karna sedari tadi hatinya tak tenang tanpa sebab.

 

“Kenapa kau marah-marah? Cepat masukkan lagi tanganmu, nanti kau mati kedinginan aku yang repot” ucapan Soo membuat sontak Kyu menatapnya, yang ditatapnya malah menatap kearah lain, seakan tak kuat berlama-lama menatap mata lembut yang jahil seorang Cho Kyuhyun.

 

“ya ppaliii” kata Soo lagi sambil menggoyang-goyangkan tangannya di dalam kantung jaket Kyu. Mereka berdua berjalan dengan santainya menyusuri han river.

 

*play > Super Junior – Haru *

 

-Sooyoung POV-

 

Tadinya tanganku hanya menempel dengan tangannya di dalam kantung yang hangat ini, namun lama-lama entah bagaimana caranya dan siapa yang memulai kedua tangan kami jadi saling berpanggutan. Dan rasanya ada jutaan ribu watt listrik yang menyetrum ku ketika kedua tangan ini saling berpanggut. Aku mengakui aku senang dengan keadaan tenang ini, ini berbeda dari perasaanku ketika aku berdekatan dengan lelaki lain. Seperti kedekatanku dengan Siwon oppa, meskipun aku dan dia sering berduaan namun tidak ada perasaan seperti yang aku rasakan ketika bersama manusia aneh satu ini, walaupun aku dan dia berdiri di jarak yang cukup jauh aku bisa merasakannya, meskipun hanya sekedar mendengar namanya seperti ada yang melompat ingin keluar dari dalam tubuhku. Perasaan itu sudah sangat lama kurasakan, namun aku tak begitu perduli, toh aku dan dia jarang berbicara… namun hari ini, perasaan itu sangat kuat terasa. Apakah ini bertanda aku jatuh cinta? Tuhan… jika memang betul, kumohon…jadikan ini sebuah kisah cinta yang manis.

 

“Sooyoung-ah aku lelah… kita duduk kajja” ajaknya dan aku hanya menurut saja tanpa banyak komentar. Bagaimana bisa aku dan dia yang sejak siang tadi bertengkar jadi daamai seperti ini, aku justru aneh sendiri.

 

“Penerbangan kita pagi ini pukul 4. Karna bandara masih sepi dan juga paling tidak kita akan terhindar dari skandal macam-macam” kata Kyu seraya membuyarkan keheningan diantara kami. Aku berO ria dan keadaan kembali hening.

 

“kau… ah anieyo”

 

“ya kalau mau bicara jangan setengah-setengah pabbo” plak jitakan ringan melayang ke kepalaku. Aku mengembungkan pipiku kesal, namun dalam hatiku perasaan bergemuruh itu terasa lagi, makin besar dan besar.

 

“Appo Kyubbo!” omelku dan dia membulatkan mata sipitnya. Aigooo lucu sekali ekspresinya.

 

“ne? Kau panggil aku apa? Kyubbo? Apa itu? Apakah itu kyuhyun pabbo” tanyanya sambil masih menatapku, kemudian aku tersenyum dan mendekatkan wajahku ke wajahnya dan ketika mukanya semakin memerah aku berbisik.

 

“Tentu saja…kau memang berharap apa? Yeobokah? Keke” ASA! Dia langsung melayangkan tatapan setannya padaku, aku tertawa terbahak lalu keadaan kembali hening lagi.

 

“Cih, mana sudi aku dipanggil yeobo olehmu. Tak ada bagus-bagusnya.”

 

“YA!”

 

-Kyuhyun POV-

 

AIIIISH jinjjayoo? Aku mau mati saja rasanya. Ketika dia mendekatkan wajahnya oxygen terasa menipis disekelilingku. Ya! Cho Kyuhyun, kau kenapa? Jangan-jangan kau benar menyukai gadis ini? Aaah shirreo! Aku tak boleh suka padanya.

 

“ayo kita pulang, sekarang sudah jam 3… kita harus ke bandara” ajakku dan dia bangun dari duduknya.

 

“kajja” dia menarik lenganku untuk berjalan bersamanya, jujur aku senang jika bisa bersentuhan langsung dengannya, ada perasaan aneh yang terasa nikmat didalam hatiku… ya! Apa yang barusan kau pikirkan Cho Kyuhyun? Andweee jangan sampai kau menyukai yeoja ini…

 

“Ya ppaliii jalanmu lamban sekali” bentaknya sambil menarikku lebih cepat, mungkin selain dia lelah dia juga kedinginan diluar sini. Aku masuk ke mobil dan menyalakan penghangat.

 

“Aku mau ke dorm ambil beberapa barangku untuk dibawa” ucapku dan Sooyoung hanya mengangguk mengerti. Hening. Selama perjalanan kami hanya saling diam.

 

 

Tak terasa sekarang aku dan Soo sedang duduk di cafe di bandara, sekitar 10 menit lagi kami akan naik ke poesawat namun sekalian menunggu aku mengajak Soo ke cafe ini, dia menyukai latte, jadi aku memesankan untuknya dan untukku. Kami berdua duduk saling diam sesekali terdengar desah nafasnya. Aku teringat kejadian tadi malam… semuanya terputar manis di kepalaku.

 

“Kau kenapa melamun?” tanyanya mengejutkanku, aku menatapnya lalu menggeleng.

 

“Memikirkanku?” tanyanya lagi. Ya sepertinya gadis ini bisa membaca fikiran.

 

“Fikiranmu sangat mudah di baca” tambahnya lagi dan tepat sasaran.

 

“terserah kau” kataku seadanya, padahal aku tengah menutupi rasa maluku. Aku menatap jam, sebentar lagi kami masuk ke pesawat dan setelah keluar pesawat aku dan Soo akan menjalani kehidupan kami seperti biasa, kehidupan dimana aku dan dia tak akrab… Aku khawatir, jika nanti memang sudah tiba saatnya kami kembali aku dan dia akan menjalani hubungan yang canggung, hubungan yang hanya memang ditakdirkan terjadi hanya untuk sebuah pekerjaan, teman seagency. Aku ingin lebih dekat dengannya. Aishh sepertinya aku benar-benar jatuh cinta pada gadis ini. Ya kau sudah gila Cho Kyuhyun, dan itu berkat gadis berkaki indah itu… Choi Sooyoung.

 

“kyu-ah ayo! sudah ada panggilan” katanya seraya berdiri dan membereskan sedikit pakaiannya.Ya, pakaian itu adalah kausku…dia mengenakan kaus putih polosku, selain karna baju Soo masih basah keberangkatan pagipun rasanya tak begitu perlu mementingkan penampilan. Tak akan ada yang sadar kalau maknae super junior dan maknae ke-3 snsd berangkat ke Jepang bersama di pagi buta. Benarkan? Keke. Aku bangit dari dudukku dan berjalan disisinya, beberapa jam yang lalu kami berjalan bersisian sambil bergandengan tangan di sepanjang sungai han. Aku rasa kejadian itu hanya sekali seumur hidup, setelah ini aku dan dia akan menjalani kehidupan dimana kami tak pernah berinteraksi. Kenapa aku sedih sekali hanya memikirkannya saja ya?

 

“Kau kenapa daritadi hanya diam?” tanya Soo setelah kami duduk di tempat kami. Aku menatapnya lalu tersenyum masam.

 

“gwencana” aku mengalihkan pandanganku darinya, tak kuat menatapnya lama-lama yang ada aku tak ingin jauh darinya setelah ini. Aku sudah pasti benar-benar gila saat ini. Aku merasakan dia masih menatapku. Ya, Choi Sooyoung kau kenapa membuatku sulit begini? Aishhh.

 

“Aku tau aku tampan, tapi tatapanmu membuatku mimpi buruk” plak, jitakan melayang di kepalaku. Aku terkekeh kecil, paling tidak aku tidak akan membuang-buang waktuku yang singkat ini bersamanya kan?

 

“bagaimana bisa ada namja narsis seperti kau?” katanya sambil merogoh-rogoh tasnya mencari sesuatu. Lalu dia menatapku dengan tatapan yang aneh dan senyum setan. Yak! Itukan senyuman milikku.

 

“Apa-apaan tatapanmu itu?” kataku dan dia langsung menyipitkan matanya.

 

“diam saja!” katanya. Baru aku ingin membalasnya namun dia sudah buru-buru memakai kacamatanya lalu mengeluarkan iphonenya.

 

“ayo senyuuum” katanya dan aku refleks menatapnya dengan alis terangkat. Aigooo hasil foto pertama memperlihatkan senyum 3 jarinya dan mukaku yang aneh… dia terkiki melihatnya lalu aku meraih iphonenya

 

“sini biar aku saja” hasilnya kali ini bagus…aku bahkan tak percaya kalau aku dan dia ini adalah orang yang jarang berinteraksi. Kami seperti sepasang kekasih… aiih kenapa pipiku memanas hanya memikirkan kata-kata kekasih?

 

 kyuyoung take a selca

“aaaa neomu kyeoptaaa” katanya kegirangan, aku hanya bisa tersenyum. Lalu lama-lama senyumanku berubah menjadi senyuman setan.

 

“kau jangan-jangan fansku ya selama ini? Aigooo bagaimana mungkin aku tidak menyadarinya” dia menatapku tajam membuatku tertawa lagi. Senang sekali aku mengerjainya. Tiba-tiba aku teringat lagi akhir dari perjalanan ini, aaah aku jadi sedih…

 

“yaa untuk apa aku mengidolakan orang macam kau” katanya sambil melepas kacamatanya lalu memasukkan iphonenya ke dalam tasnya, aku buru-buru merebutnya.

 

“yaa aku juga mau foto-foto tadi” katanya dan dengan cepat aku mengirimkan foto-foto kami.

 

“Cish, pasti mau kau jadikan background slide-mu. Sekarang siapa yang fansku?” katanya sambil tertawa meremhkan, bercanda tentunya. Aku mencibir lalu setelah selesai ku kembalikan padanya, dan tentu saja aku juga merubah background slidenya menjadi foto kami tadi. Kekeke.

 

“aku mengantuk, kau tidakkah lelah? Kita belum tidur semalaman” kataku sambil menyandarkan tubuhku, dia mengangguk setuju lalu ikut menyandarkan tubuhnya, tak lama aku menutup mata dan yang terakhir kuingat adalah sesuatu menyandar di bahuku. Akupun terlelap.

 

-Author POV-

 

Seorang pramugari menghampiri beberapa penumpang untuk memberikan mereka selimbut. Meskipun mereka hanya bisa tidur sekitar 3 jam saja namun setidaknya sedikit istirahatlah yang mereka perlukan, termasuk dua bintang korea yang sedang dalam perjalanan menyusul teman-teman mereka untuk konser di Jepang. Keduanya terjebak dalam keadaan dimana mereka harus bersama seharian karna kesalahan jadwal dan mereka tanpa sadar masuk kedalam sebuah perasaan yang entah kapan berawal dan berakhirnya. Salah satu dari kedua orang itu terbangun karna celah dari jendela disampingnya menghantarkan sinar matahari, membuatnya harus bangun dan sadar kalau sekitar dua jam ia tertidur di bahu laki-laki yang seharian kemarin bersamanya.

 

“pasti dia pegal-pegal” ucap Soo berbisik. Sooyoung lalu menaikkan lagi selimbut yang menutupi tubuhnya dan Kyu itu dan menyandarkan kepala Kyu ke bahunya, lalu dia tersenyum kecil sambil menslide lock di hpnya. Gadis itu tersenyum menatap foto dilayarnya. “ini hanya akan menjadi kenangan saja” ujarnya dalam hati. Apalagi melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Manager mereka pasti sudah menunggu di bandara. Setelah turun dari pesawat ini dan melangkah keluar, mereka akan kembali menjadi Sooyoung snsd dan Kyuhyun super junior yang jarang berinteraksi, yang memiliki hubungan canggung.

 

“kau sudah bangun?” ucap namja disisinya yang membuatnya sontak menekan tombol disisi hpnya.

 

“ne? Ahhh aku baru saja bangun. Rasanya nyenyak sekali… kau bagaimana?” tanya Sooyoung dan Kyu mengangguk dan tersenyum innocent sambil merenggangkan otot-ototnya.

 

“apakah bahumu pegal? Sedari tadi aku tidur disana” kata Soo mengakui dan Kyu menengakkan tubuhnya setelah nyawanya terkumpul semua.

 

“ne? Pantas saja aku mimpi di tindih gajah”

 

“yak! Macam-macam kau” kata Soo sambil melayangkan tangannya untuk menjambak Kyu, namun lelaki itu keburu menahan tangan Sooyoung. Sooyoung tadinya ingin menarik lagi tangannya namun Kyuhyun memegangnya erat. Kyuhyun menatap langsung ke bola mata cokelat milik Sooyoung hingga gadis itu rasa kalau dia akan mati kehabisan nafas. Dadanya sesak karna jantungnya berdetak terlalu cepat. Matanya terkunci mata Kyu yang tajam menatapnya, hingga gadis itu tak mampu hanya sekedar untuk mengalihkan pandangan. Kyu mendekatkan wajahnya mempersempit jarak diantara mereka,terus mendekat hingga nafas mereka beradu.

 

“destination of the flight Seoul to Tokyo has just landed, passengers please get ready” pengunguman itu membuat Kyu dan Sooyoung terkjejut dan dengan cepat menjauhkan wajah mereka. Nafas mereka tak beraturan. “barusan itu apa?” ucap mereka dalam hati. Canggung. Setelah pemberitahuan berikutnya mereka untuk turun merekapun bersiap turun. Keduanya berjalan tanpa bersuara. Hingga sampai di pintu kedatangan, keduanya masih diam. Kyu dan Sooyoung dapat melihat manager mereka masing-masing, namun manager mereka tidak hanya berdua ada beberapa orang disekitar mereka yang jelas-jelas saja adalah beberapa member super junior dan snsd. Ketika keduanya menghampiri semuanya langsung berebut bertanya, hingga sang manager mengatakan lebih baik mereka masuk ke van terlebih dahulu. Taeyeon Sunny dan Jessica yang ikut disana masuk lebih dulu diikuti Sooyoung lalu Kyuhyun, juga Leeteuk dan Sungmin yang juga ikut.

 

“kami butuh penjelasan. Bagaimana kalau presdir Soo Man sajangnim mengetahui ini?” ucapnya. Sooyoung menatap Kyuhyun begitupun sebaliknya.

 

“kami…kami… ehm”

 

“kami bertemu di kantor karena aku salah jadwal, lalu…”

 

“lalu Sooyoung-ah pingsan dan karna hanya ada aku disekitarnya lalu aku membawanya ke rumah sakit, katanya dia harus beristirahat seharian. Jadi aku mengantarnya kembali ke dormnya namun ternyata dorm terkunci dan Soo tidak membawa tasnya. Akhirnya aku mengajaknya ke dorm.” Semuanya membelalakan mata tak percaya, yaah walaupun ada beberapa yang Kyuhyun rekayasa namun masih menyambung dengan cerita aslinya.

 

“bagaimana bisa kalian berdua bisa sama-sama salah jadwal, pasangan babbo” kata Jessica berkomentar dan disetujui yang lain.

 

“berisiiik! Kami bukan pasangan” kata Soo kesal. Kyu menatapinya, melihat raut wajah gadis itu yang terlihat tak menyukai jika harus dipasangankan dengan dirinya. Kyu kira setelah ini mereka justru bisa lebih dekat, tapi baru beberapa menit bergabung dengan yang lain mereka sudah diam-diaman dan canggung.

 

-Kyuhyun POV-

 

“berisiiik! Kami bukan pasangan” kata Soo kesal. Aku menatapinya, menatap wajah Soo yang terlihat kesal ketika Jessica mengatakan kami adalah pasangan. Kau berkata dan memasang wajah seperti itu malah membuatku patah hati Soo-ah. Jebaal jangan begitu, pasang lagi senyumanmu yang seharian kemarin aku lihat dengan leluasa.

 

“Kalian ‘melakukan’ apa saja heh?” tanya Leeteuk hyung sambil tersenyum. Aiiish jinjjayoo.

 

“padahal Soo memakai baju Kyuhyun tapi kenapa kalian masih canggung” tambah Sungmin hyung yang semakin memojokkan aku dan Sooyoung.

 

“ne, sepertinya kalian tidak terlihat lebih dekat ya setelah kejadian kemarin? Jangan-jangan seharian kemarin kalian hanya saling diam? Orang-orang aneh” timpal Sunny, aku hanya diam saja begitupun Soo setelah itu sisanya di perjalanan diisi dengan keheningan atau sesekali obrolan Sunny Leeteuk dan Sungmin, sedangkan Jessica dan Taeyeon entahlah mereka tak begitu terdengar berbicara. Aku ingin sekali menghadap ke belakang, menghadap Sooyoung yang duduk di pinggir sana.

 

 

Smtown concert

Backstage

 

Ketika konser dimulai artis-artis sm akan berkeliaran di backstage menunggu waktu tamnpil mereka ataupun sekedar menonton penampilan yang lainnya. Aku beberapa kali bertemu Sooyoung dan membernya yang lain, begitupun ketika aku bersama memberku yang lain dan dia sendiri. Terkadang beberapa member suju seperti Sungmin hyung dan Eunhyuk menggodanya atau sekedar bercanda dengannya, diapun dengan leluasa memanggil mereka oppa. Padahal kemarin aku dan dia menjadi orang yang pal;ing dekat daripada yang lainnya. Bahkan kami tidur sekamar! Ya walaupun tak jadi tidur tetap saja.

Aku dan member yang lain sudah selesai perform, dan aku akan perform lagi setelah sekitar 5 penampilan artis SMent yang lain. Aku berjalan ke tempat dimana kostum-kostum diletakkan. Ada sebuah sofa disana dan aku sangat lelah, aku memilih untuk tiduran disana namun tak kusangka disana sedang duduk seorang gadis yang berhasil mengambil hatiku.

 

“Kyuhyunsshi?” katanya ketika melihatku mendekat. Kenapa dia masih menambah embel-embel shhi? Aisshh jinja.

 

“kenapa kau jadi canggung lagi denganku?” ucapku sambil duduk disampingnya, lalu aku mengangkat tangannya dan aku dengan cepat menidurkan kepalaku di pahanya lalu tangannya yang ku pegang ku letakan dikepalaku.

 

“Sebentar saja aku ingin beristirahat” kataku sebelum ia menolak.

 

“bagaimana kalau yang lain melihat?” katanya dan itu membuatku sedikit kecewa. Ternyata dia tidak ingin ada yang melihat kedekatannya denganku. Apakah sebegitu tak sukanya dia padaku.

 

“Aiiish biar saja, apa kau malu kalau orang lain tau kalau kita itu ‘dekat’” kataku sambil memejamkan mata. Perlahan aku rasakan tangannya yang berada dikepalaku bergerak, mengelus lembut rambutku.

 

“bukan itu… aku hanya…”

 

“hanya apa?”

 

-Sooyoung POV-

 

“hanya apa?” tanyanya membuatku semakin gugup. Aiiish tau tidak sih kalau dekat-dekat terus dengannya aku akan cepat mati.

 

“katakanlah apa yang ingin kau katakan, Choi Sooyoung” katanya sambil menarik dahuku agar menatapnya.

 

“aku takut terlalu terbawa jauh ke dalam perasaan yang belum aku mengerti” kataku dan dia terdiam lama lalu segera duduk dari posisinya. Apalagi yang ingin dia lakukan.

 

“kalau kau terbawa bersamaku…. apakah kau masih takut?” tanyanya. Yaa apa arti dari pertanyaannya. Belum aku menjawab tiba-tiba sebuah bibir menyentuh bibirku. Basah namun lembut dan manis. Aku membulatkan mataku dan aku melihat matanya terpejam. Aku menikmati ciuman ini. Ciuman ini begitu lembut dan hangat. Sesekali Kyu memiringkan kepalanya agar bisa lebih dalam menciumku sampai tiba-tiba Sunny muncul untuk memanggilku.

 

“YAA Soo-ah! Kenapa kau masih disini? Kita akan tampil setelah ini! Kajja! Eh… oppa sYAK APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN?” tanyanya yang terkejut. Ah tidak ada waktu untuk menjelaskan aku segera meninggalkan Kyu dan menarik Sunny ke depan. Jantungku masih berdebar kencang. Barusan itu… apakah pengakuan kalau dia memiliki perasaan yang sama denganku?dan ciuman itu……. Aaa Cho Kyuhyun kau memang evil!! Namun aku suka.

 

 

Konser sudah selesai dan sekarang kami sedang mengitari stage sambil sesekali bercanda dan menyiram air ke fans. Tiba-tiba musik yang berputar bukan lagu hope seperti biasa, justru lagu dari Super Junior yang baru. Haru. Aku tau lagu ini. Tiba-tiba sebuah suara yang sangat ku kenal mengalun. Suara ini suara Kyuhyun. Namja itu kini berada di tengah stage yang lain memandangi mereka sambil menyoraki dan bertepuk riuh. Dia menyanyi sambil berjalan kearahku. Dia semakin mendekat hingga kini tepat dihadapanku. Rekan-rekanku yang lain hanya bersorak melihat aku dan Kyu. Sepertinya semuanya tau akan ada perform dadakan ini. Kyu menggenggam tanganku dan lagupun berhenti hanya musik yang mengalun.

 

“Soo… izinkan aku bisa lebih dekat denganmu, bukan dekat sebagai teman ataupun ‘oppa’ tapi dekat sebagai namjachingumu. Meskipun kita baru saja dekat, tapi… percayalah perasaanku padamu kuat adanya” aku membulatkan mata tak percaya, yang lain menatapku penuh harap. Gila, mau jadi apa kalau semua orang tau aku dan Kyu benar-benar berpacaran nantinya?

 

“Terima! Terima! Terima!” seru yang lain dan keputusan akhirku adalah…………. “ne”

 

“KYAAAAAAA” jeritan itu menggema. Bukan oleh fans namun jeritan member SMent. Mereka yang menyaksikan ini saja lebih heboh dariku. Tiba-tiba Kyu menarikku ke depan panggung, lagupun di lanjut oleh artis SMent yang lain.

 

“Para fansku………. kenalkan, dia yeojachinguku”

 

“KYAAAAA”

 

“Aku tau kalau kalian pasti sedih, namun aku harap kalian tidak akan berhenti mencintaiku karna aku akan selalu mencintai kalian. Dan tentu saja yeojachinguku ini. Untuk semua fans Sooyoung…. maaf aku telah lancang menjadikan idola kalian sebagai kekasihku, aku harap dukungan kalian… terima kasih kami akan berjuang. Keke. Saranghaeeee” Jleb. Bagaimana mungkin Kyu senekat ini. Tadi menembakku di tengah panggung. Sekarang dia memperkenalkan aku ke seluruh orang disini.

 

“Bagaimana dengan syarat perusahaan yang melarang kita berpacaran?” tanyaku, dia hanya tersenyum sambil memegang bahuku.

 

“percayalah pada namjachingumu yang tampan ini, Mrs. Cho Sooyoung…” katanya dan mengecup bibirku sekilas, lalu berlari.

“YAA!”

 

THE END

Akhirnyaaa selesai! aneh banget yaa? Ini ff pertamakuuuu. Aku tadinya mau ngepost di wordpressku tapi wordpressnya masih dalam proses pengeditan… comment yaaa ^^ follow juga twitterku @chojunekyu / @mayangaenii pasti aku followback…

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

94 thoughts on “The Schedule [oneshot]

  1. Silviaryanti says:

    Akhhh soswettt eon epep nya,brsa bngtt feel nya,aplgii ending nya,brhrap bngt kyu nembak soo dngn cra kaia gtuuu,
    #kyaaaaaaaa

  2. Kang Yong Ah says:

    Aku seneng nemu ff yang latar blakangnya kaya gini ada SMent juga,kesan realnya berasa bgt,daebak..
    Ditunggu ff genre kaya gini lagi.

  3. Anitsuga says:

    Sumpahhhhhh !!!! ne FF super duper keren, brasa beneran hehe,
    Kayaknya klo AS nya lebih seru neh, ditunggu ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s