My Psychopath Chapter Four

 

 

Title: My Psychopath Chapter Four

Author: MayangA

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Support Cast: Victoria Song, Jung Jessica, Im Yoona, Choi Siwon

Genre: Romance, Kekerasan, (a lil bit smut)

Rating: PG-17 

Terima kasih atas apresiasinya untuk ff ini. Maaf kalau hasilnya gak sesuai sama yang kalian pengen. Terima kasih udah selalu ninggalin komentar.

Here you go…

“Sayang… aku hanya memberikan pelajaran karna telah berkata seenaknya” 

Chapter Four

-My Psychopath-

“KAU GILA!!!” teriakan Kyuhyun sukses membuat Sooyoung mengerut ketakutan. Matanya menatap Kyuhyun takut seakan Kyuhyun adalah seorang penjahat. Tidak sampai empat puluh detik, Kyuhyun sudah menarik Sooyoung berdiri. Tangannya mencengkram kuat pergelangan kurus Sooyoung.

 

“Kau melukai dirimu sendiri chagi!!” bentak Kyuhyun sambil menggoyangkan sedikit tubuh gadis yang terlihat shock itu. Kyuhyun berlutut, tak memperdulikan Sooyoung yang masih kaget dengan kejadian yang terjadi di hadapannya.

 

“Kau kenapa berlutut di atas pecahan beling sayang? Itu berbahaya!” kali ini nada bicara Kyuhyun sudah lebih rendah tapi suaranya menyiratkan suatu kekhawatiran yang sangat kentara. Sooyoung merasakan matanya basah, tapi ia tak bergeming. Ia memilih diam ketika Kyuhyun memeriksa lututnya yang terkena pecahan beling. Kyu, dia rela… rela jika kakinya harus putus sekalipun demimu. Demi pria brengsek sepertimu.

 

“Hiks…Kyu…jangan tinggalkan aku…” tetes demi tetes air mata itu menetes membasahi pipi chubby Sooyoung. Kyuhyun merasakan hatinya sakit melihat air mata itu mengotori pipi Sooyoung. Dengan cepat ia mendekap Sooyoung, memberikan ketenangan untuk gadis yang akhir-akhir ini mengusik pikirannya.

 

“Tidak…aku tidak akan meninggalkanmu.”

 

Bullshit.

 

“Kau darimana?” tanya Sooyoung yang sudah mulai bisa menenangkan dirinya. Kyuhyun  mengusap lembut kepala Sooyoung. Meskipun dalam keadaan mereka sekarang, Sooyoung adalah penjahat. Biar bagaimanapun, Sooyoung hanyalah seorang gadis yang lebih muda darinya, seorang gadis yang perasaannya harus dijaga, seorang gadis yang butuh perlindungan seorang pria. Dan sebisa mungkin Kyuhyun berusaha memberikannya.

 

“Aku ingin membeli makanan kecil di bawah, aku kira kau akan pulang malam” Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tatapan menyedihkan yang membuat Kyuhyun jadi semakin merasa bersalah. Padahal ia tidak berniat untuk kabur (setidaknya saat ini).

 

“Sssstt…jangan menangis lagi ne? Aku tidak akan kemana-mana” bisik Kyuhyun lembut sambil mendekap Sooyoung lebih erat lagi. Sooyoung menyandarkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun. Ia sangat mencintai lelaki ini, ia tidak tau apa yang terjadi jika lelaki itu pergi darinya. Biar saja dia egois. Karena bagian dari dirinya telah dengan seenaknya mengclaim lelaki ini sebagai miliknya.

 

“Kau sudah makan?” tanya Kyuhyun sambil mengendurkan pelukannya. Sooyoung menggeleng. Makanan yang tadi sudah tersedia diatas mejapun telah hancur lebur akibat Sooyoung mau tak mau mereka harus makan di luar.

 

“Kita makan di luar saja” ucap Sooyoung membuat Kyuhyun menatapnya tak percaya. Sooyoung mengizinkannya keluar secara Cuma-Cuma? Ini suatu keajaiban.

 

“Kaukan sudah berjanji tidak akan meninggalkanku. Aku percaya padamu” ucapan Sooyoung seolah mengerti tatapan tak percaya Kyuhyun. Sooyoung merapihkan kemejanya yang sedikit kusut lalu mengulurkan tangannya untuk digenggam Kyuhyun dan dengan senang hati lelaki itu menerimanya.

 

Aku tidak bisa berbohong lagi, aku mencintainya…

 

Kyuhyun POV

 

Aku dan Sooyoung tengah tertawa lepas sambil berangkulan mesra menuju apartmentnya. Jika disaat-saat seperti ini, sungguh aku tak percaya bahwa Sooyoung adalah seorang psychopath. Dia adalah seorang gadis terpelajar berkelas yang sangat mengetahui tentang etika dan sebagainya. Memang jika dibandingkan dengan Victoria, gadis itu jauh lebih lembut namun entah mengapa nilai lebih itu kini tak berarti lagi di mataku. Aku bahkan tak memiliki alasan untuk meninggalkan Sooyoung saat ini. Yah, namun apa yang sudah ku rencanakan sejak awal harus berjalan sesuai rencana. Aku akan meninggalkan Sooyoung ketika ia sudah sepenuhnya sembuh dan berhenti terobsesi kepadaku. Aku dan Victoria sudah mengundur pernikahan kami sambil menunggu kesembuhan Sooyoung. Namun kenapa aku justru berpikiran agar Sooyoung tak lekas sembuh dan aku selalu bersamanya ya? Aku bahkan mulai bisa menerima ledakan emosinya yang tak terkontrol itu.

 

“Siapa itu?!” pertanyaan Sooyoung membuatku tersadar dari pemikiran panjangku. Sooyoung melepaskan tangannya yang sejak tadi merangkul pinggangku dan beralih menunjuk ke pojok lorong. Apa dia mulai berhalusinasi?

 

“Tidak sayang! Tadi aku lihat seseorang” aku menajamkan penglihatanku dan disana memang ada seseorang yang sedang memunggungi kami. Dari bentuk tubuhnya aku sudah bisa mengenalinya. Ck mau apa dia kemari?!

 

“Aniya chagiya… hanya orang yang sedang berdiri saja. Jangan dipikirkan ne? Ayo…aku sudah tidak tahan” bisikku ditelinga Sooyoung membuatnya mengalihkan pandangan tajamnya dari gadis itu kearahku.

 

“Mwo? Aishh jeongmal nappeun!” ucap Sooyoung sambil memukul bahuku. Walaupun aku sudah mengalihkan perhatiannya dari sosok gadis yang tengah memunggungi kami di pojok lorong itu, namun Sooyoung tetap mencuri lirik ke arah sosok itu.

 

Bruuk…

 

Aku membanting Sooyoung ke kasur setelah menggendongnya ala bridal style. Dengan senyum(lebih tepatnya smirk) mengembang aku mendekatinya yang sedang memposisikan tubuhnya lebih nyaman. Sooyoung menunjuk baju dan celanaku bertanda aku harus menanggalkan itu semua dan dengan senang hati aku menuruti kata-katanya. Perlahan aku mengelus kaki mulusnya dari ujung kaki dan naik perlahan-lahan hingga pahanya. Ia hanya memejamkan matanya dan menggigit bibirnya yang justru menambahkan kesan seksi. Oh, Tuhan aku suka sekali dengan ekspresinya itu.

 

“Asshhh…” desisnya ketika tanganku mulai meraba-raba paha dalamnya. Suara desisannya yang seksi itu merangsangku untuk melakukan hal lebih dari sekedar mengelus. Aku menundukkan sedikit tubuhku lalu mulai mengecupi kaki jenjang nan mulusnya. Tubuhnya mulai bergerak gelisah pertanda dia menikmati sentuhanku dan menginginkan hal lebih.

 

Ciumanku semakin naik namun aku melewati bagian ‘inti’nya karna aku langsung menggoda perut ratanya. Ku kecup lembut bagian itu semakin naik hingga bertemu dadanya. Bagian yang paling aku suka. Perlahan aku buka kancing kemeja Sooyoung lalu setelah tak ada satupun benang lagi yang menutupi dada indah Sooyoung aku segera mengecupnya dan menciptakan bercak-bercak merah disekitarnya.

 

Jemari Sooyoung sudah terselip di rambutku, membuatnya kusut. Mulutnya sedikit terbuka dan mengeluarkan suara-suara yang semakin membakar gairah dan semangatku. Oh, Choi Sooyoung ini benar-benar menggiurkan. Namun aku kembali teringat oleh sosok misterius yang tadi bersembunyi di sudut lorong, hingga aku berhenti memanja tubuh Sooyoung. Sooyoung mengelus lembut pipiku membuatku menatapnya. Lagi dan lagi mata indahnya menghipnotisku untuk terus menatapnya. Getaran aneh itu ku rasakan lagi dan perasaan bersalah bercampur bingung juga menjalar di sekujur tubuhku. Oh ini tidak benar!

 

“Hmmm…. chagiya…wae?” tanyanya seduktif sambil memijat lembut tengkukku. Aku menurunkan sedikit tubuhku yang berada di atasnya dengan bertumpu pada siku. Aku menggeleng lalu menenggelamkan wajahku pada lehernya.

 

“Ahhh…” lenguhnya ketika aku mengecup ringan setiap inch perpotongan lehernya. Menikmati aroma kayu manis bercampur vanilla yang menguar dari tubuhnya sungguh membuatku kecanduan.

 

“Ashhh…. geli…” lirihnya ketika aku mulai menjilat-jilat kulit lehernya. Seandainya aku bertemu dengan Sooyoung sebelum Victoria, aku bersumpah rela menjadi tawanan Sooyoung seumur hidup. Aku tak perduli ia memiliki penyakit atau gila sekalipun. Aku jatuh cinta padanya. Sang psikopat.

 

Author POV

 

“Ahh…ah…shhh…ohh fast!!!”

 

“Heungghhh….ohhh”

 

“AAAAHHHH….”

 

Sooyoung ambruk meniban Kyuhyun dengan nafas terengah. Tak jauh berbeda dengan Kyuhyun yang sama ngos-ngosannya dengan dirinya. Dengan hati-hati Kyuhyun memindahkan Sooyoung ke sebelahnya, merapatkan bed cover untuk menutupi tubuhnya yang polos. Kyuhyun memperhatikan lekuk wajah Sooyoung dan ekspresinya yang polos ketika gadis itu tertidur. Tangan Kyuhyun terjulur untuk melap peluh yang membasahi wajah cantik Sooyoung. Tangannya lalu menarik tubuh Sooyoung merapat padanya, memberikan kehangatan dan kenyamanan. Kyuhyun tersenyum getir lalu mengecup penuh sayang kepala Sooyoung dan berdoa pada Tuhan, semoga takdir membawanya bersama Sooyoung.

 

 

Matahari sudah meninggi dan dua insan muda ini masih tertidur lelap di atas kasurnya. Namun tak berapa lama salah satu diantara mereka mulai bergerak-gerak dan membuka mata. Sooyoung tersenyum lembut melihat Kyuhyun masih berada disampingnya, tengah memeluknya. Setiap malam oh bahkan hampir setiap waktu Sooyoung takut jika Kyuhyun akan pergi darinya. Ia tau ini gila dan egois. Tapi hati dan pikirannya selalu mendesaknya untuk menguasai Kyuhyun semaunya. Karna Kyuhyun miliknya.

 

“Eungg” lenguhan Kyuhyun membuatnya sedikit terkejut lalu dengan cepat ia merubah ekspresi wajahnya menjadi kembali tersenyum. Di kecupnya kilat bibir tebal Kyuhyun yang masih nampak segar pagi ini.

 

“Selamat pagi” ucap Kyuhyun dengan suara khas orang baru bangun tidur dilengkapi senyuman dan mata masih terpejam.

 

“Pagi juga!” sapa Sooyoung ceria. Kyuhyun membuka matanya yang menjadi lebih sipit. Lalu tangannya merapatkan kembali tubuh Sooyoung dan ia kembali memejamkan matanya.

 

“Ya! Bangunlah baby! Aku mau ke kamar mandi” ucap Sooyoung sambil mengacak-ngacak rambut coklat Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng dan memeluk Sooyoung lebih erat.

 

“Beberapa menit lagi” ucapnya manja. Sooyoung menghela nafasnya.

 

“Tidak! Sekarang! Aku ingin belanja beberapa kebutuhan” Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu memanyunkan bibirnya.

 

“Kau mau meninggalkanku sendirian di hari minggu?” tanyanya dengan wajah dibuat imut memaksa.

 

“Tidak. Siapa bilang? Kita akan belanja bersama…aku tau kau bosan terus-terusan di apartment. Iya kan?” Kyuhyun tersenyum lebar. Bukankah ini pertanda baik? Sooyoung sudah mulai memberikannya kebebasan yang berarti jiwa psikopati Sooyoung sudah mulai tertutup jiwa normalnya.

 

“Baiklah! Kalau begitu ayo kita mandi!!!”

 

“Ayo. Eh, mwo? Apa maksudnya kita?!!”

 

“Ya…you knowlah…”

 

“Neo jinjja!”

 

 

Lagi-lagi sosok itu berdiri di sudut lorong. Beruntung hanya Kyuhyun yang melihatnya karna jika Sooyoung melihatnya lagi bisa-bisa Sooyoung menghampiri langsung sosok itu. Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya membuat Sooyoung mengernyit bingung.

 

“Chagiya… itu eh anu…pspku tertinggal di mobilmu” ucap Kyuhyun gugup. Sooyoung langsung tau jika Kyuhyun menyembunyikan sesuatu. Namun Sooyoung tak menunjukkan ekspresi curiganya. Ia memilih tenang.

 

“Ah…biar ku suruh supirku mengambilnya dan mengantarnya” Kyuhyun semakin gugup karna ia sedang berbohong saat ini.

 

“Tidak usah sayang…jeongmal aku harus mengambilnya sekarang. Kau percaya padakukan? Aku tak akan pergi” kali ini Kyuhyun mengucapkan kata-kata itu tulus dari hatinya. Meskipun ia  sedikit berbohong masalah psp. Sooyoung tersenyum lembut lalu mengangguk dan memilih masuk lebih dulu kedalam apartment mereka membuat Kyuhyun mendesah nafas lega. Ditatapnya tajam ke arah ujung lorong dimana sosok itu masih berdiri dengan wajah yang tertutup masker. Kyuhyun berjalan-setengah berlari- menuju sosok itu. Dengan cepat di cengkramnya tangan kurus milik sosok tersebut dan menggeretkan ke lorong yang lebih jauh dari apartment Sooyoung.

 

“Kau gila?! Kau tau ini berbahaya Vict!” Victoria melepas cengraman tangan Kyuhyun dari pergelangan tangannya dan menatap sedih kepada Kyuhyun.

 

“Oppa! Kenapa kau membentakku? Aku hanya ingin menyelamatkan oppa!” desisnya penuh penekanan pada kata menyelamatkan. Kyuhyun mengerang frustasi sambil memegangi kepalanya.

 

“Tidak semudah itu Vicky-ya!! Oppa bisa menyelamatkan diri oppa sendiri. Oppa hanya minta kau bersabar! Kita tetap akan menikah. Hanya saja oppa mau Sooyoung sembuh lebih dulu sehingga kita bisa menikah dengan tenang!”

 

“Tapi oppa! Bagaimana mungkin aku bisa sabar jika calon suamiku di tahan oleh orang gila!!”

 

“Namanya Sooyoung. Dan dia bukan orang gila Vict!” bentak Kyuhyun sukses membuat Victoria meneteskan air matanya. Ternyata benar kata Luna, Sooyoung telah menjerat Kyuhyunnya.

 

“Oppa! Aku hiks.. aku hanya takut oppa kenapa-kenapa. Aku hanya takut gadis itu menjerat oppa aku takut kehilangan oppa…” Oh Kyuhyun langsung mencair. Ia paling tidak kuat melihat gadis menangis terlebih gadis dihadapannya ini adalah tunangannya.

 

“Vict…oppa sudah berjanji bukan akan segera menikahimu? Oppa hanya mengundurnya sampai Sooyoung sembuh. Dia berbahaya Vict jika kau berani bermacam-macam. Oppa tidak ingin kau terluka. Bersabarlah…ne?” Victoria masih menangis sambil menundukkan wajahnya membuat Kyuhyun semakin merasa bersalah. Dan akhirnya Kyuhyun menarik Victoria kedalam pelukannya.

 

“Berhentilah memata-matai Sooyoung. Ia bukan orang gila, mentalnya sehat sama seperti kita. Namun ada sesuatu pada kejiwaannya yang membuatnya berani melakukan hal nekat. Apakah kau mau jika kita justru tak jadi menikah karna kebodohan dan kenekatanmu?” tanya Kyuhyun membuat Victoria bungkam. Kyuhyun mengecup dahi Victoria lalu mengelus lembut kepalanya.

 

Kreeeet. Bunyi benda berat bergeser dan menggesek lantai membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya segera. Ia takut Sooyoung melihatnya atau mendengarnya.

 

“Dengarkan oppa. Pulanglah, tunggu oppa dirumah. Jangan berurusan dengan Sooyoung. Apapun itu, jangan pernah melakukan apapun padanya!” Kyuhyun lalu memeluk lagi Victoria singkat,melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh. Victoria memegangi dahi yang tadi dikecup Kyuhyun. Biasanya, Kyuhyun akan mengecup bibirnya namun kali ini tidak. Membuatnya menatap punggung Kyuhyun dengan nanar.

 

“Mianhae oppa, aku tak bisa janji. Orang gila itu telah merubahmu…”

 

BRAK

 

Kyuhyun membanting pintu dan segera mencari Sooyoung. Perasaan bersalah kembali melanda hatinya.

 

Akan tetap menikahi Victoria? Kau itu kotor, Cho Kyuhyun.

 

Melihat Sooyoung tengah berkaca dengan dressnya membuat Kyuhyun ingin memeluk gadis itu dengan segera. Kyuhyun menghampiri Sooyoung dan merengkuh tubuh ramping itu dari belakang. Ditatapnya Sooyoung dari pantulan kaca. Gadis itu tampak cantik dengan make up tipis terpoles di wajahnya. Kyuhyun mengecup lembut tengkuk Sooyoung.

 

“Kau mau kemana? Bukankah ini hari minggu?” tanya Kyuhyun melihat Sooyoung seperti sedang siap-siap pergi.

 

“Menyelesaikan sedikit urusan” Kyuhyun mengangguk. Ia pikir yang Sooyoung maksud dengan urusan adalah urusan di perusahaan Haraboejinya yang memang sering Sooyoung handle. Tangan Sooyoung terjulur kebelakang. Jemarinya terselip di rambut Kyuhyun dan dengan sekali tarikan menjambak Kyuhyun membuatnya mengerang kecil.

 

“Aww…ada apa chagi?” tanya Kyuhyun sambil memegangi bekas jambakan Sooyoung. Sooyoung tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai. Di dorongnya Kyuhyun hingga jatuh dan dengan segera ia menindih Kyuhyun.

 

“Hmm…” desisnya merdu di telinga Kyuhyun. Belum sempat Kyuhyun bertanya Sooyoung sudah menyambar bibir Kyuhyun. Menciumnya dengan ganas. Sooyoung menggigit kecil bibir Kyuhyun lalu melesakkan lidahnya kedalam mulut hangat Kyuhyun. Semula Kyuhyun hanya diam namun lama kelamaan ia membalas ciuma ganas Sooyoung yang tak biasa ini. Kyuhyun sedikit mengerang ketika Sooyoung menghisap kuat bibirnya. Sedikit perih namun Kyuhyun suka sensasinya. Ciuman Sooyoung turun ke leher Kyuhyun. Menghisap, menjilat memberikan tanda-tanda kepemilikan. Lalu tiba-tiba Kyuhyun merasakan benda dingin kecil menusuk kulitnya. Dan tak lama pandangannya mengabur. Persis seperti saat ia diculik untuk pertama kalinya. Dan semuanya menjadi…gelap.

 

 

“Si…siapa kau?!!” seru Victoria ketika melihat seorang gadis dengan gaun hitam ketat melekat di tubuhnya tengah berada di kamarnya.

 

“Wah…memata-mataiku selama seminggu penuh nampaknya tak membuatmu menghafal wajahku ya? Aku, Choi Sooyoung” ucapnya dengan senyuman yang bagi Victoria sangat menyeramkan. Victoria terbelalak. Ia berusaha membuka pintu kamarnya namun hasilnya nihil. Pintu itu sudah dikunci dan dia tak bisa berkutik.

 

“Kau tau… Kyuhyun milikku. Dan aku sangat tidak suka sesuatu yang menjadi milikku di sentuh oleh orang lain. Terutama tangan kotor dan nistamu!” Victoria membelalakan matanya. Kotor? Nista? Ia sungguh merasa marah. Kyuhyun adalah tunangannya bukankah ia yang seharusnya berkata demikian?

 

“Kau yang menjijikan! Dasar orang gila! Sudah bagus aku mengizinkan Kyuhyun oppa membantumu sembuh! Seharusnya aku masukkan kau ke penjara!” Sooyoung merasakan tubuhnya panas oleh amarah. Dengan segera ia menampar Victoria dengan keras membuat gadis itu limbung dan jatuh terduduk.

 

“Appo…” Victoria memegangi pipinya dengan lirih. Tak berapa lama Sooyoung menarik rambut panjangnya hingga gadis cina itu menjerit.

 

“ARGHHHHHHH!” jeritnya kesakitan yang justru membuat Sooyoung tertawa keras.

 

“Sakit ya? Biar kutambahkan ya…” PLAK. Dan sebuah tamparan kembali mendarat di pipi Victoria. Kulit putihnya berubah menjadi memerah bekas tamparan. Oh sial, Kyuhyun benar. Sooyoung sangat berbahaya.

 

Sooyoung mendorong Victoria hingga menubruk meja. Sooyoung tertawa melihat Victoria tengah mengumpulkan tenaganya sambil berpegangan pada meja. Sooyoung tau saat ini jiwa psikopatnya tengah muncul. Namun perasaannya justru senang bisa menyiksa Victoria di saat kesadarannya sepenuhnya ada.

 

“Kau memang orang gila! Bagaimana mungkin Kyuhyun oppa mau denganmu! Kau orang gila! Menyiksa orang dan kau senang dengan kesakitan orang itu! Menculik seorang laki-laki yang bahkan tak mengenalmu? Kau menjijikkan Sooyoung-sshi!”

 

PLAK

 

Lagi-lagi sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Victoria. Namun kali ini gadis itu tak hanya diam. Ia juga menampar Sooyoung balik membuat gadis bermarga Choi itu semakin menjadi.

 

“Diam kau!” plak. Lagi-lagi sebuah tamparan mendarat di pipi Victoria. Sepertinya benar kata orang jika pertengkaran antar wanita lebih seram dibandingkan peperangan dunia sekalipun.

 

“Kau yang diam!!” bentak Vict balik dan menjambak rambut Sooyoung. Kedua gadis itu tengah saling menjambak dan mungkin sebentar lagi saling jambak.

 

Duak…

 

Dan kali ini Sooyoung mengeluarkan tenaganya jauh lebih kuat. Victoria tersungkur dengan wajah lebam hasil tampar-tamparan dengan Sooyoung. Tak jauh berbeda, Sooyoung bahkan sudah mengeluarkan sedikit darah di ujung bibirnya. Namun Victoria sudah tak sanggup lagi, akhirnya ia menarik pisau lipat yang ada diatas meja. Sooyoung tak bergeming melihat Victoria dengan pisau lipat yang tengah di acungkannya.

 

Pisau itu hampir saja menggores kulit wajah Sooyoung kalau tidak gadis itu menahan tangan Victoria. Victoria mendecih, lalu ia teringat kejadian dimana Sooyoung seperti orang gila ketika Kyuhyun pergi ke supermarket. Karna saat itu, Victoria berada di luar apartment Sooyoung tengah memata-matainya. Kyuhyun. Ya, dialah kelemahan utama Sooyoung.

 

“Jika kau ingin membunuhku percuma. Kyuhyun akan semakin membencimu!”

 

“KUBILANG DIAM!!”

 

“Apa? Kenapa aku harus diam? Dasar orang gila! Kau tak sadar jika selama ini Kyuhyun hanya berpura-pura baik padamu agar kau bisa melepaskannya? Bukankah tadi kau menguping pembicaraanku dan Kyuhyun? Bukankah tadi kau yang tak sengaja menggeser pot bunga hingga menyebabkan suara berderit? Aku tau dan sengaja tak bilang pada Kyuhyun jika kaulah yang tengah menguping kami. Apakah bukti itu masih kurang?”

 

“WANITA JALANG KU BILANG DIAM!!!!!” Plak. Lagi-lagi tamparan mendarat di wajah Victoria. Kali ini gadis itu pasrah. Bukan, ia tau sebentar lagi ia akan menang. Tubuh Sooyoung sudah bergetar tanda melemah.

 

“Ahhh hey!!! Lepaskan!!” Victoria menjerit ketika Sooyoung justru mengikatnya di kursi. Tangannya terasa sakit karna ikatan Sooyoung benar-benar kuat.

 

“SOOYOUNG-SSHI! KAU HANYA SEKEDAR ORANG TAK WARAS YANG BUTUH PENGOBATAN BAGI KYUHYUN! IA MELAKUKAN KEBAIKAN PADAMU KARNA IA TAK INGIN KAU MELUKAIKU DAN KELUARGANYA! JANGAN BERMIMPI DIA MENCINTAIMU!!” teriak Victoria tanpa takut sedikitpun. Sooyoung semakin menatap marah kearah gadis yang tengah tersenyum sinis dalam keadaannya yang terikat itu.

 

“Kyuhyun mencintaiku! Dia punyaku! Dia selalu menyentuhku dengan penuh cinta. KAU YANG BERMIMPI KARNA SEJAK DULU DIA MILIKKU!!!”

 

“KAU SINTING! Kau hanya bahan pelampiasan nafsu oppa! Dia menggunakanmu untuk menjadi pemuas nafsunya! Bodoh! Apa kau tak merasa hina mengumbar jika Kyuhyun oppa senang menyentuhmu? Kau gadis sinting! Persetubuhan kalian tidak lebih dari sekedar hubungan tanpa rasa selain nafsu! Harusnya kau mengerti itu!”

 

“ARGGGGGHHHHHH” Victoria kali ini memekik sakit. Sooyoung menjambaknya sangat kuat. Rasanya kepalanya akan putus karna jambakan Sooyoung benar-benar kuat.

 

“DIA MILIKKU!”

 

PLAK

“ARGHHH!!!!”

 

“DIA PUNYAKU!!”

 

PLAK

 “ARGHHH EUUUUH”

 

 

Kyuhyun mengerang ketika kesadarannya sudah kembali. Seseorang segera menyodorkannya gelas berisi air putih dan Kyuhyun mnerimanya tanpa melihat siapa yang memberikannya.

 

“Kau?!” serunya ketika mendapati Yoona yang memberikannya air. Dengan cepat ia melepehkan air putih itu teringat bagaimana dulu Yoona yang menyuntiknya dengan bius.

 

“Tenanglah. Itu air putih biasa” ucapnya sambil menyuruh Kyuhyun meminumnya kembali.

 

“Kyuhyun-sshi, tunanganmu dalam bahaya” tiba-tiba ucapan seorang wanita dari arah pintu membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap sosok wanita itu.

 

“Victoria? Ada apa dengannya? Mana Sooyoung?”

 

“Cepatlah! Setelah ini, menjauhlah dari Sooyoung. Jangan pernah kau temui dia lagi. Buat dia membencimu dan selamatkan gadismu. Lukailah perasaan Sooyoung agar ia benar-benar membencimu!” Kyuhyun terbelalak. Kenapa dua sahabat Sooyoung ini justru menyuruhnya menyakiti Sooyoung?

 

“Kyuhyun-sshi… hanya dengan cara itu Sooyoung bisa sembuh dan melupakan obsesinya padamu! Cepatlah!”

 

“Tap…”

 

“CEPAT!!!!!” Kyuhyun segera berlari keluar apartment. Meskipun ia tak tau kemana harus pergi namun sekelebat ia membayangkan apartment Victoria. Dengan segera ia berlari menuju lobby menyetop taksi dan menuju apartment tunangannya. Hatinya berdegup cepat.

 

Inikah akhir segalanya?

 

“Teruslah bermimpi! Kau tak lebih dari sekedar orang gila dimata Kyuhyun! Ia tak mencintaimu!”

 

“ARGHHHHH” pisau lipat itu menggores pipi Victoria hingga membuat garis sekitar 4 cm dan mengeluarkan darah segar. Victoria merasakan pipinya kesakitan, tapi dia tau Sooyoung juga tengah bergerumul dengan perasaannya yang jauh lebih terluka daripada luka pipinya.

 

“Kau bukan apa-apa Sooyoung-sshi. Kau hanya seorang gadis sinting yang terobsesi dengan calon suami orang lain! Oh, bahkan kami harusnya menikah minggu lalu namun demi menyembuhkan kau agar kau tak mengacau pernikahan kami, Kyuhyun oppa rela mengundur pernikahannya bersamaku. Pernahkan ia mengajakmu menikah? HAHAHHA”

 

Sooyoung sudah bersiap menghujamkan pisau lipat itu untuk kembali menggores tubuh Victoria. Matanya basah oleh air mata. Hatinya sakit dan kenyataan-kenyataan yang di ucapkan Victoria membuatnya semakin ingin melukai Victoria. Namun, kenyataan itu juga menohoknya hingga ia memerlambat hujaman pisau tersebut.

 

BRAK

 

Kyuhyun muncul dengan ngos-ngosan. Ia menatap Sooyoung, Victoria dan pisau ditangan Sooyoung bergantian. Sooyoung tak bergeming ketika Kyuhyun dengan kalapnya melempar jauh pisau itu dan mendorong tubuhnya hingga terjatuh membentur lantai. Darah yang mengucur dari pipi Victoria membuat gadis itu lemas kekurangan darah dan darah itu juga yang membuat Kyuhyun kalap dan khawatir.

 

“APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA?” tanya kyuhyun dengan bentakkan yang membuat Sooyoung terlonjak namun tetap terdiam.

 

“CHOI SOOYOUNG!!!” serunya lagi marah dan Sooyoung masih terdiam tak lama ia tertawa.

 

“Sayang… aku hanya memberikan pelajaran karna telah berkata seenaknya”

 

“Berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikan itu! Kau bisa membunuhnya Soo!” Kyuhyun melepaskan tali yang melekat ditangan dan kaki Victoria lalu menggendongnya ala bridal takut Victoria mati kehabisan darah.

 

“Kyu….kau berjanji tak akan meninggalkanku…” Sooyoung memegang kaki Kyuhyun. Menahannya melangkah. Kyuhyun merasakan hatinya tak ingin pergi namun apa yang Sooyoung lakukan sudah keterlaluan. Dan ia teringat apa kata Jessica dan Yoona. Dengan cara meninggalkannya, ia akan sembuh.

 

“Lepaskan aku, gadis sinting!” Sooyoung terkulai lemas ketika Kyuhyun menendangkan kakinya meminta Sooyoung melepaskan tangannya dari sana. Sooyoung lalu memegangi perutnya yang terasa di kocok-kcook. Sakit. Sangat sakit. Namun sakit itu tak seberapa dengan sakit di hatinya. Sakit dimana kenyataan menamparnya dan menyadarkannya jika Kyuhyun memang bukan miliknya. Dan fakta jika ia memanglah seorang psikopat.

 

“Soo-ah!!” dengan sigap Yoona dan Jessica yang baru saja sampai bersama dua orang pesuruh dan seorang psikiater menghambur ke arah Sooyoung yang tengah tergolek lemah dilantai dengan pandangan kosong. Keadaan Sooyoung sungguh memprihatinkan. Rambut, baju dan wajah acak-acakan membuat Jessica dan Yoona bersedih melihatnya.

 

“Soo… jangan begini” lirih Jessica sambil memeluk Sooyoung. Yoona ikut menangis sambil memegangi tangan Sooyoung namun ia terkejut ketika menemukan aliran darah memenuhi paha Sooyoung.

 

“Soo!!!!! Apa yang terjadi?!!” pekikan Yoona membuat Jessica ikut menatap kearah dimana Yoona menatap. Siwon yang juga ada disitu ikut memperhatikan dan terkejut.

 

“Yunjae-sshi, Jungshin-sshi! Cepat bawa Sooyoung ke mobil!!” pekik Jessica pada dua suruhannya.

 

“Biar aku saja! Kalian siapkan mobil segera!” Siwon dengan sigap merengkuh tubuh Sooyoung dan menggendongnya. Tak perduli darah itu mengotori kemejanya. Dia berlari ke lift diikuti Jessica dan Yoona yang tengah menangis khawatir.

 

 

“Kyuhyun! Ada apa dengan Victoria?”tanya Ahra pada adiknya yang sedaritadi hanya diam sambil menunduk. Kyuhyun tak mau menjawab dan memilih  bungkam membuat Ahra jadi semakin bingung. Kyuhyun berjalan meninggalkan Ahra yang masih kebingungan dengan apa a=yang terjadi. Kyuhyun memilih mendinginkan kepalanya yang sejak tadi memikirkan permohonan Sooyoung yang benar-benar terlihat terluka. Kyuhyun tak bermaksud mengkasarinya, ia hanya panik ketika dengan mata sendiri melihat Sooyoung hampir saja menghujam Victoria dengan pisau.

 

Bruk…

 

“Ah mianhae…” ucap seseorang yang menubruk Kyuhyun membuat lelaki itu memegangi lengannya. Kyuhyun membungkuk sedikit lalu meninggalkan lelaki yang tengah berjalan tergesa itu. Dia pasti tengah panik, mungkin seseorang terpentingnya tengah dirawat disini.

 

“Bagaimana? Apa Sooyoung sudah dimasukkan ke ugd?” tanya Siwon yang baru saja sampai setelah mengurus administrasi terlebih dahulu.

 

“Iya. Dia sedang ditangani” ucap Yoona sambil msih bersedih. Siwon menepuk-nepuk bahu Yoona dan Jessica memberikan ketenangan pada dua gadis yang tengah kalut itu.

 

“Ini gara-gara si Kyuhyun sialan itu!”

 

“Aku tak akan membiarkan ia bertemu Sooyoung lagi! Siwon-shhi, aku harap kau benar-benar bisa menyembuhkan Sooyoung di German nanti”

 

“Tentu… aku akan menyembuhkannya”

 

“Terima kasih…”

 

To Be Continue

Sepertinya di part 5 nanti saya harus ekstra keras dan pastinya masih lama._.

Maaf kalau ceritanya semakin aneh. Komentarnya selalu ditunggu!

Terima kasih:D

 

 

Advertisements

169 thoughts on “My Psychopath Chapter Four

  1. nira says:

    kyuppa jgn gtu dong ama soo dia gtu jga kan gara2 kyuppa hiks..hisk..
    Kok aq malah ngerasa yg jdi pengganggu it c’vict y?
    Next az deh.

  2. Mayang says:

    Bener” nyessk banget 😥
    kasian soo 😥
    kyu kenapa kasar am soo 😥
    uda soo pergi aja dr kyu biar bsa sembuh total ^^
    lupakan kyu uda am siwon aja , Kkkkk

  3. xxxdhiah says:

    Ahhhhh sooyoungiiiiieeeeee T.T sedih liat dia kayak gitu. Gue benci sama Vict entah mengapa -.- gara2 perkataan diia soo jadi sakit hati. Ah kyuhyun jugaaaaaaa !! Kesel -.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s