Nde, Sajangnim! [Three; His Past and Trust]

ns3

Title: Nde, Sajangnim! [Three; His Past and Trust]

Author: MayangA (sookyubiased)

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Support Cast: Seo Joo Hyun, Kris Wu, Cho family.

Genre: Romance, family

Length: Series

Rating: PG-15

Hak cipta! I own the story and Siwon cover. All the cast is belong to God and themself.

Notes! Nanti akan ada bagian flashbacknya Kyuhyun, dan jika ada kata-kata berwarna merah itu isi hatinya Sooyoung yang dimasa sekarang,oke?

Enjoy

-His Past and Trust-

“Nde, Tuan Han…silahkan kirimkan laporan dari bahan baku yang masih kurang ke email saya”

“…”

“Baiklah. Terima kasih atas bantuannya.”

Sooyoung membanting pelan pulpen ditangannya dan menggeser kertas-kertas yang bertumpuk dihadapannya. Sebuah layar selebar 14 inch menampilkan data laporan perkembangan pembangunan sebuah resort dibawah naungan Cho Corp. Sesuatu yang bukan menjadi tugas utama Sooyoung kini harus ia kerjakan seorang diri.

“Hue….Eomma!! Aku lelah!!” Sooyoung meletakkan kepalanya diatas meja yang berisikan kertas-kertas loporan. Sudah sekitar tiga jam ia berkutat pada laptop, handphone dan kertas-kertas laporan hingga matanya terasa perih dan kepalanya pusing.

“Cho Kyuhyun brengsek!!” seru Sooyoung sambil mengacak sendiri rambutnya. Tidak pernah ia merasa selelah dan sesedih ini.

Drrt. Hanphone Sooyoung yang tergeletak begitu saja diatas meja dibalik tumpukan kertas-kertas bergetar. Sooyoung meraih benda tipis berwarna hitam itu dengan malas. Kepalanya masih pada posisi tergolek diatas meja, hanya tangannya yang bergerak-gerak untuk meraih benda yang terus bergetar tersebut. Nama Cho Kyuhyun terpampang di layar lcdnya. Sooyoung dengan seketika mengangkat kepalanya.

Dahinya mengernyit. Ia hafal betul nomer yang kini tengah menghubunginya adalah nomor sajangnimnya. Namun ia bersumpah menamai sajangnimnya itu dengan nama ‘Sajangnim Gendut’ di phonebooknya. Tak lama getaran dari benda tipis itu berhenti. Namun tak beberapa lama benda itu kembali bergetar dan si pemanggil masilah orang yang sama.

Sooyoung menghembuskan nafasnya. “Nde, yeoboseyo sajangnim” ucapnya.

“Buka pintu kamarmu” ucap Kyuhyun dari sebrang. Sooyoung menunjukkan ekspresi bingung. “Nde?”

“Kau tidak dengar? Buka-pintunya!” kali ini nada bicara Kyuhyun jauh lebih tegas. Sooyoung segera menciut dan akhirnya berjalan dengan cepat menuju pintu kamarnya sambil menggerutu tak suka.

Sooyoung terlonjak ke belakang ketika menemukan Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan pakaian yang menunjukkan seperti seorang yang akan pergi tidur namun tetap tampan ditambah dengan jaket berwarna biru donker. “Yya! Cepat ambil jaketmu dan tutup mulutmu itu sebelum air liurmu menetes!” ucap Kyuhyun sambil menatap Sooyoung dengan pandangan…geli?

Sooyoung mengerjapkan matanya lalu dengan cepat menutup mulutnya yang memang tanpa sadar menganga. “Nde?” Kyuhyun melipat kedua tangannya didepan dada dan memandang Sooyoung tajam. Gadis itu langsung mengerti jika Kyuhyun tidak akan mengulangi perintahnya untuk kedua kali jika sudah menatapnya begitu. Jadi tanpa di komando dua kali, Sooyoung segera masuk dan menyambar jaketnya yang tergeletak diatas sofa.

Sooyoung mengikat kuda rambutnya sambil berjalan menghampiri Kyuhyun setelah memakai kembali jaketnya. Baru saja ia menutup pintu hotel, Kyuhyun dengan segera menarik pergelangan tangan kurus Sooyoung dan menarik gadis itu menuju lift.

Sooyoung mengikuti dengan bingung kemana Kyuhyun menariknya. Saking terburu-burunya Kyuhyun menariknya, ia bahkan tak sadar jika ia masih mengenakan sandal hotel. “Ah anu…sajangnim..” ucap Sooyoung mulai bersuara ketika mereka sudah masuk didalam lift.

“Hmm?” respon Kyuhyun. Sooyoung menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. Tak tau darimana harus memulai pembicaraan. “Kau akan membawaku kemana?” tanya Sooyoung akhirnya sambil menunduk dan sesekali melirik ke arah tangan kirinya yang masih digenggam oleh Kyuhyun.

“Jalan-jalan” ucap Kyuhyun singkat. “Ta…” Sooyoung menutup kembali mulutnya. Percuma ia menolak atau protes masalah ia masih mengenakan sandal hotel, Kyuhyun pasti tetap akan memaksanya untuk mengikuti keinginannya.

Pantai Haeundae terlihat cukup ramai pengunjung. Tentu saja, pantai ini adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika datang ke Busan. Sooyoung berkali-kali berhenti melangkah karena kakinya dimasuki pasir. Kyuhyun sendiri tengah dengan damainya menikmati angin pantai yang menerpa tubuhnya. Mengibarkan helaian rambut cokelat pendeknya. Menikmati sedikit waktu luangnya dari kesibukannya sebagai penanggung jawab utama Cho Corp.

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika ia merasakan Sooyoung sudah tak lagi berada disampingnya. Kyuhyun mulai menoleh ke belakang dan ia mendapati Sooyoung tengah berjalan ke arah pantai. Deburan kencang suara ombak membuat ia tak mendengar jika ternyata Sooyoung sedang berteriak.

Dahi Kyuhyun mengernyit ketika sepintas ia dapat mendengar suara Sooyoung berteriak, meminta tolong. Dengan sigap, lelaki itu berlari ke tempat Sooyoung berada, tak memerdulikan celananya yang mulai basah diterjang ombak. Pekat malam membuat keduanya tak menjadi sorotan orang-orang.

“yya! Sooyoung-sshi, gwenchanayo?” tanya Kyuhyun ketika sudah berdiri disisi Sooyoung. Gadis itu terlihat memamerkan wajah sedih dan memelas. Kepalanya menggeleng-geleng dan tangannya menunjuk ke arah lautan lepas.

Kyuhyun mencengkram bahu Sooyoung, mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Sooyoung masih menunjuk-nunjuk ke arah laut dengan pandangan yang sama-memelas-. Kyuhyun menatap ke arah yang ditunjuk Sooyoung. “Yya… Sooyoung-sshi, waegeurre?” tanya Kyuhyun setelah menatap ke arah laut lepas dan tidak melihat apapun.

“Sendalku hanyut….” lirih Sooyoung sambil menatap sedih kearah lautan. Kyuhyun sweatdrop. Namun ia tak tahan untuk tidak tertawa. “pffftt…..bwahahahahahaahahha!!!” akhirnya tawa Kyuhyun meledak. Sooyoung mengerucutkan bibirnya tak senang.

“Sendal? AHAHAHAHAHAHAHA” Kyuhyun memegangi perutnya yang terasa sakit. “Yya! Berhenti tertawa sajangnim!” seru Sooyoung tak senang. Ia merasa seperti orang bodoh saat ini.

Sooyoung memilih berjalan kembali ke pinggir pantai, meninggalkan Kyuhyun yang masih tertawa dengan lebarnya di dalam air. Biar saja ia tertawa sepuasnya disana, sampai hanyut terbawa ombak!

Kyuhyun menghentikan tawanya lalu menyeka matanya yang mulai berair. “Yya Sooyoung-sshi! Tunggu aku!” Kyuhyun mulai mengejar Sooyoung yang kini berjalan menyusuri pantai tanpa alas kaki dan baju yang basah. Kyuhyun berusaha menyamakan langkahnya dengan langkah Sooyoung yang cepat.

“Sooyoung-sshi!” Sooyoung terus berjalan tanpa menghiraukan Kyuhyun yang terus mengikutinya. Bibirnya terus-terusan bergumam mengucapkan sumpah serapah pada sajangnimnya itu.

“Sooyoung-sshi! Ayolah… ini lucu! Kau sepertinya bisa bergabung dengan tim pelawak di gag show! Kau berbakat!” Sooyoung menghentikan langkahnya ketika mendengar kalimat yang sajangnimnya lontarkan. Ia menatap tajam ke arah Kyuhyun.

“YYA!! DIAM!!” bentaknya tak suka lalu ia segera menutup mulutnya ketika sadar siapa yang tengah ia bentak. Kyuhyun terdiam mendengar bentakan Sooyoung namun tak berapa lama ia kembali tertawa, bahkan ia tak marah ketika Sooyoung membentaknya.

Sooyoung mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Rahangnya mengeras. “Cish!! Terserah kaulah!” Sooyoung segera berlalu dari hadapan Kyuhyun meninggalkan sajangnimnya yang masih menertawainya. Bahkan ia tak perduli jika ia tengah berjalan bertelanjang kaki.

Kekesalan Sooyoung membuat gadis itu tak menyadari jika ada cangkang-cangkang kecil diantara pasir yang dilaluinya.

Trak…

“Aww!!!” Sooyoung terjatuh ketika sesuatu menusuk kakinya. Gadis itu meringis, memegangi kakinya yang terasa sakit.

“Sooyoung-sshi!” Kyuhyun yang menyadari Sooyoung terjatuh segera berhenti tertawa dan menghampiri sekretarisnya tersebut.

“Kau ini ceroboh!” Sooyoung hanya bisa diam menelan setiap omelan yang keluar dari mulut Kyuhyun. Wangi tubuh Kyuhyun yang menggoda indera penciumannya membuat seluruh syarafnya terasa mati.

Kyuhyun masih berjalan dan mengomel. Beberapa kali ia membenarkan Sooyoung yang melorot dalam gendongannya. Ya, Sooyoung kini tengah berada pada gendongan belakang Cho Kyuhyun. “Kau tidak melihat disini ada banyak benda-benda tajam? Dan kau? Aishh…”

“Sa…”

“Bagaimana kalau pendarahannya tak mau berhenti?”

“Sajang…”

“Bagaimana kalau kau mati kehabisan darah?!!”

“Sajangnim….”
“WAE?!!” bentak Kyuhyun karena Sooyoung sama sekali tak mengindahkan omelannya.

Sooyoung memicingkan matanya menahan keras emosinya untuk tidak meledak. “Hotelnya….sudah terlewat” Kyuhyun segera berhanti melangkah. Ia menatap ke sisi kiri jalan. Benar saja. Saking fokusnya mengomeli Sooyoung ,Kyuhyun tak sadar jika ia sudah melewati hotel tempatnya dan Sooyoung tinggal.

“Anio! Aku tau… em” Kyuhyun meneguk salivanya. “Aku memang tidak ingin membawamu ke hotel” Sooyoung mengernyit. “Nde? Lalu kemana?”

“Cish…aku kan mengajakmu jalan-jalan. Dan perjalanan kita belum selesai, masih banyak tempat yang ingin ku kunjungi” Sooyoung menutup mulutnya sebisa mungkin menahan tawanya. Ia tau, itu hanyalah akal-akalan Kyuhyun untuk menutupi rasa gugupnya. Ia ingin sekali melihat wajah Kyuhyun yang sedang salah tingkah, sayangnya ia hanya bisa melihat rambut Kyuhyun saja.

Kyuhyun membawa Sooyoung berjalan hingga kesebuah tempat ramai semacam pasar malam. Begitu melihat sebuah toko klontong Kyuhyun segera masuk kedalamnya. Sooyoung menunduk sepanjang jalan. Bagaimana tidak? Semua orang dijalan memerhatikan dia dan Kyuhyun. Ck!

“Annyeonghaseyo…ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang penjaga toko dengan baju hanbok. Kyuhyun tersenyum tipis sambil matanya yang menelusuri isi toko.

“Apakah anda menjual alas kaki?” penjaga toko itu mengangguk ramah lalu berjalan masuk kedalam untuk menunjukkan Kyuhyun dimana tempat alas kaki berada.

“Hanya ini yang bisa kubeli saat ini. Pilihlah yang kau suka” ucap Kyuhyun pada Sooyoung agar gadis itu memilih sendal.

“Bisa kau…..turunkan aku dulu?” tanya Sooyoung karena Kyuhyun tak kunjung menurunkannya. Kyuhyun terlihat berfikir lalu akhirnya menurunkan Sooyoung diatas sebuah kursi kayu panjang yang tersedia di dalam toko tersebut.

“Beri tahu aku yang mana dan aku akan mengambilkannya untukmu” Sooyoung menatap tak percaya ke arah Kyuhyun sajangnimnya. Sajangnim yang setiap harinya ini selalu memarahinya kini dengan suka rela menjadi pelayan-dalam konteks tak langsung-nya. Sungguh sebuah keajaiban.

Kyuhyun masih menunggu Sooyoung untuk memilih sendal mana yang diinginkannya. Sooyoung masih terdiam memandangi Kyuhyun dengan pandangan tak percaya, membuat lelaki itu gemas. “Yya! Cepat tunjuk!” ucapnya membuat Sooyoun tersadar dari ketidakpercayaannya. Sooyoung mengangguk dan matanya mulai menulusuri etalase yang memajang sendal-sendal tradisional sederhana yang tersedia. Pilihannya jatuh pada sendal kayu simple berwarna merah muda dengan gambar bunga matahari menghiasinya.

Kyuhyun menatap sendal tersebut lalu mengangkatnya untuk memastikan. Sooyoung mengangguk antusias. “ya…yang itu!” ucapnya dengan senyum lebar. Kyuhyun tak bisa untuk tak ikut tersenyum. Lelaki itu mengangguk mengerti lalu membawa sendal itu ke penjual untuk membayarnya.

Kenapa hatiku berdebar?

“Sajangnim…mianhaeyo…saya benar-benar merepotkan anda…” ucap Sooyoung malu. Kyuhyun hanya diam saja tak menjawab pertanyaannya dan masih terus berjalan. Apakah dia marah karena aku merepotkannya?

Kini Kyuhyun masih membawa Sooyoung dalam gendongannya. Pasalnya, kaki Sooyoung masih terlalu sakit untuk memakai sendal yang baru saja dibelikannya. Sendal itu kini tengah ditenteng dengan erat di tangan kirinya. Tsk! Sooyoung merasa benar-benar tak berguna. Kenapa dia tidak berpura-pura saja bisa berjalan dan menahan sedikit rasa sakit dikakinya?

“Kau tidak perlu merasa bersalah” akhirnya Kyuhyun membuka suara setelah dalam beberapa waktu hanya diam saja. Meskipun ia berkata begitu Sooyoung tetap saja merasa tidak enak. “Maaf menyeretmu hingga kau terluka seperti ini” ucapnya lagi.

Kyuhyun berhenti berjalan. Sooyoung melihat sekeliling. Ini masih disekitar pantai Haeundae. Ia menurunkan Sooyoung di atas pagar pembatas dan membiarkannya duduk disana setelah itu ia menyusulnya duduk diatasnya. Keheningan mendera mereka karena sama-sama tak tau harus berbicara apa.

“Kau tau kenapa aku menyeretmu ke club kemarin malam?” tanya Kyuhyun tanpa memandang Sooyoung. Ia menatap lurus kearah pantai hitam pekat dihadapan mereka. Sooyoung melihat Kyuhyun bernafas dengan teratur, namun setiap hembusannya seperti tengah melepaskan gas-gas mengandung beban yang memberatkannya.

“Eum…tidak sajangnim. Aku hanya ingat, setelah kau melihat gadis yang bersama Kris-sshi lalu kau langsung menyeretku pergi” ucapnyatakut-takut. Keheningan kembali mendera mereka, hanya terdengar suara debur ombak dari kejauhan dan deruh nafas yang saling bersahutan. “Ya, karena dia”

Dia? Siapa dia? Ingin sekali Sooyoung menanyakan hal ini namun lidahnya terasa berat sekali. Suaranya seakan terkunci ditenggorokan.

“Dia… cinta pertamaku” jawab Kyuhyun atas pertanyaan yang menggaung-gaung dipikiran Sooyoung. Kyuhyun menghela nafasnya sekali lagi. Sooyoung masih memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Lalu Kyuhyun memulai cerita yang memaksanya membuka ingatan lamanya.

10 tahun yang lalu. Tepatnya ketika Cho Kyuhyun masih berusia 17 tahun. Tak seperti kebanyakan remaja seumurannya. Kyuhyun remaja sudah terlahir sebagai anak ke-3 dari keluarga terkemuka ,keluarga Cho. Dan ia memiliki masa remaja yang berbeda dengan remaja lainnya.

Hari itu,kakak perempuan tertuanya baru saja melangsungkan pernikahan. Cho Ahra secara resmi melepaskan status lajangnya untuk pria berkebangsaan American-Korean. Pesta megah yang berlangsung selama tiga jam itu cukup membuat letih seluruh orang yang terlibat termasuk keluarga utama. Malam itu tidak hanya merayakan pernikahan Ahra, namun tanpa terduga sang kepala keluarga, Cho Yeung Hwan berdiri di podium dengan bangga. Memperkenalkan dua anak laki-lakinya yang tak lain adalah adik kandung Ahra, Cho Siwon dan Cho Kyuhyun.

 

Siwon sudah menjadi anak kebanggaan tuan Cho karena keahliannya pada bisnis management dan tidak perlu dipikir dua kali, Siwon adalah penerus utama keluarga Cho. Siwon yang saat itu sudah berusia 20 tahun dengan resmi diperkenalkan sebagai penerus perusahaan Cho. Kyuhyun yang memang lebih setuju hyungnya itu sebagai penerus perusahaan keluarganya malam itu hanya terlihat tersenyum di mejanya. Ia tidak merasa iri ataupun kesal, karena ia memang tidak pernah berminat dengan hal-hal perusahaan. Baginya hidup adalah….musik.

 

Kyuhyun sangat menyukai berbagai jenis musik. Ia senang mendnegar musik ataupun memainkannya. Ia di anugerahi suara emas hingga ia bisa bergabung dengan grup band disekolahnya. Dan nyonya Cho sangat bangga akan bakat Kyuhyun.

 

Siang itu, tepat di hari ulang tahun Kyuhyun. Ia dan grup bandnya mengikuti lomba band. Karena kesibukan sang Ayah yang tak bisa hadir pada hari pentingnya, Cho Hanna- nyonya Cho- datang sendiri demi anak bungsunya. Semua berjalan baik-baik saja hingga beberapa menit sebelum nomor urut band Kyuhyun dipanggil, Kyuhyun mendapat telfon jika mobil yang ditumpangi ibunya baru saja kecelakaan. Dan kehidupan indah Kyuhyun berubah menjadi mimpi buruk baginya.

 

Aku tidak menyangka kehidupan Sajangnim sangatlah berat….

 

Seluruh keluarga Cho amat mencintai sosok lembut penyayang Cho Hanna. Kepergiannya membawa berita duka yang begitu dalam bagi seluruh anggota keluarga besar Cho. Tuan Cho bahkan masuk rumah sakit selama seminggu ketika tau bahwa istrinya sudah pergi untuk selamanya.

 

Kyuhyun adalah orang yang paling merasa bersalah atas kepergian ibunya. Orang yang sangat menyayangi dan membanggakan dirinya melebihi Ahra ataupun Siwon karena bakatnya dalam musik. Orang yang tak pernah membentaknya karena ia pulang larut hanya karena latihan band. Orang yang selalu mendukung Kyuhyun untuk menjadi apa yang diinginkannya.

 

Kyuhyun mengurung dirinya selama dua hari didalam kamar. Tanpa mau siapapun mengganggunya, walaupun itu Ahra ataupun Siwon. Ia terus mendekap erat foto mendiang ibunya yang tengah tersenyum penuh kasih, tak perduli matanya sudah perih karena terus-terusan menangis. Ia ingin ibunya kembali dihadapannya. Memeluknya, maka ia akan berhenti menangis. Meskipun ia tau semua itu tidak mungkin.

 

Enam bulan pasca meninggalnya nyonya Cho, keluarga Cho mulai kehilangan keharmonisan. Ahra lebih sering tinggal di negara asal suaminya dan hanya sesekali menelfon ke rumah, itupun hanya untuk beberapa menit saja.

 

Siwon yang memang gemar bergelut dengan urusan bisnis mulai mencintai bisnis yang dibangunnya sendiri, sehingga ia bahkan kewalahan untuk sekedar mengecek perusahaan keluarganya.

 

Malam itu, Kyuhyun yang tengah makan malam sendirian diruang makan besar keluarganya tengah menunggu kepulangan Tuan Cho dari China setelah enam hari perjalanan bisnisnya. Namun ia kembali tidak sendiri. Saat itu, Kyuhyun melihat ayahnya membawa dua orang yang nampak asing dimatanya. Dan ia harus menelan kepahitan, karena dua orang itu telah resmi menggelar marga Cho. Ia tak bisa menolak ataupun protes, karena ia melihat senyum yang sudah lama hilang dari wajah sang ayah. Dengan berat hati, ia memeluk lelaki berambut pirang yang tingginya sama dengannya dan menganggapnya sebagai adik.

 

Kedatangan Kris dan nyonya Wu cukup membawa pengaruh baik. Kyuhyun bisa merasakan kembali kehangatan keluarga yang telah lama hilang dari keluarganya. Umurnya dan Kris yang hanya terpaut dua tahun membuatnya cukup akrab dengan adik tirinya tersebut. Dan Kyuhyun menyayangi Kris layaknya ia menyayangi Siwon ataupun Ahra.

 

Kris? Orang yang begitu berharga bagi Kyuhyun sajangnim? Jeongmalyo?

 

Sedikit berbeda dengan makan malam biasanya. Kali ini Kyuhyun yang sudah berusia 19 tahun sedang makan malam dengan tenang bersama Kris dan ibu tirinya. Tiba-tiba ia mendengar bunyi benda pecah belah dibanting dengan kuat dari arah ruang kerja Tuan Cho. Ketiga orang itu berlari kearah ruangan pribadi Tuan Cho tersebut dan menemukan Siwon dan Tuan Cho tengah beradu argumen. Siwon terlihat tenang namun tidak dengan Tuan Cho yang terlihat sangat berapi-api.

 

Tak lama Kyuhyun tau, Siwon hyungnya baru saja memohon kepada ayahnya untuk mundur sebagai penerus perusahaan Cho. Padahal besok, adalah hari dimana penyerahan secara resmi perusahaan Cho atas nama Cho Siwon. Dan Siwon dengan seenaknya menolak amanat besar itu dan lebih memilih bisnis pribadinya.

 

Nyonya Wu mengelus pelan punggung Tuan Cho, menenangkan suaminya itu agar bisa memahami pilihan Siwon. Kyuhyun dan Kris yang memilih pergi dari sana menahan langkahnya ketika Tuan Cho akhirnya bersuara dengan tegas. Jika, Kyuhyun adalah pewaris utama Cho Corporation. Dan Kyuhyun tau, sejak saat itu…hidupnya telah diatur.

 

Ya, sejak saat itu ia telah menjadi boneka keluarga Cho. DI setting sebagai penerus perusahaan Cho yang bijaksana dan harus melepaskan masa mudanya dalam didikan keras sebagai bekal baginya untuk menjadi Direktur Utama, Cho Corporation.  

 

Kyuhyun sudah menjadi direktur sejak usianya 20 tahun. Selama satu tahun (sejak ia berusia 19) ia dilatih khusus oleh orang-orang terpercaya Tuan Cho untuk mendalami seluk-beluk perbisnisan dan juga perusahaan Cho sendiri.

 

Baginya, Kris adalah energi penyemangatnya. Ia dan Kris bisa saja bergelut hingga adu jotos dan baru berhenti setelah ada darah yang mengalir dari salah satunya. Namun detik berikutnya, ia dan Kris bisa menjadi kakak adik paling akrab melebihi keakraban saudara kandung. Mungkin karena saudara-saudara kandung Kyuhyun sendiri tinggal terpisah dengannya. Namun, semenjak dua tahun lalu…tepatnya ketika Kris baru saja genap satu tahun menjadi saudara tirinya, Kyuhyun menemukan satu lagi alasan untuknya menjalani kehidupannya yang cukup rumit.

 

Seo Joo Hyun. Seorang gadis yang dikenalkan Kris padanya sebagai sahabatnya. Kris adalah tipe player dan suka flirting kepada banyak gadis. Tidak sulit baginya meluluhkan hati seorang gadis, dan Kyuhyun tau betul itu. Ia sempat ragu ketika Kris bersumpah satu-satunya gadis yang tidak pernah Kris permainkan adalah Seohyun. Baginya, Seohyun adalah sahabatnya yang sangat polos dan tulus. Kyuhyun juga sempat ragu ketika Kris mengaku tak ada rasa sedikitpun pada Seohyun hingga akhirnya Kyuhyun sadar jika dirinyalah yang mulai terjebak pesona kepolosan dari Seohyun.Hingga akhirnya mereka berpacaran.

 

Selama satu tahun pelatihan Kyuhyun sebagai calon direktur, ia hanya perlu mengingat Seohyun dan ia akan kembali bersemangat. Terkadang ia merasa sangat lelah karena menjadi Direktur bukanlah impiannya. Tapi, hanya dengan mengingat senyuman Seohyun dan semangat darinya…Kyuhyun merasa ia kembali bersemangat.

 

Jadi…gadis bernama Seohyun itu sangat berarti bagi kehidupan Sajangnim…

Hari itu, setelah peresmian Kyuhyuns ebagai direktur utama Cho Corp, Tuan Cho juga mengumumkan jika Kris akan berangkat ke London untuk melanjutkan kuliahnya. Kyuhyun adalah orang yang merasa paling kehilangan karena adik tirinya itu cukup berarti selama beberapa tahun belakangan.

 

Tidak cukup kejutan dari Kris yang akan pergi ke London. Keesokan harinya Kyuhyun kembali mendapatkan kejutan dari gadis yang paling dicintainya. Seohyun menelfonnya sambil menangis dan mengatakan dirinya saat ini sudah berada di bandara. Kyuhyun masih berfikir positive jika Seohyun-nya sedih karena sahabatnya akan pergi jauh. Namun ucapan Seohyun memporak-porandakan hatinya. Seohyun pergi, untuk menyusul Kris. Satu-satunya laki-laki yang dicintainya. Yang menjadikannya alasan kenapa ia mau menerima Kyuhyun. Dan sejak saat itu, Kyuhyun menutup hatinya rapat. Merubah kepribadiannya menjadi lebih tertutup. Dan merasa jika semua orang menutupi sifat asli mereka dengan kedok. Kyuhyun tak pernah percaya dengan orang lain sejak saat itu.

 

Mwo?!! Gadis brengsek! Eh…kenapa aku merasa semarah ini?

 

Sooyoung mengedipkan mata bulatnya beberapa kali. Mencoba mencerna dengan benar cerita masa lalu dari sajangnimnya. Sooyoung tak pernah menyangka jika kehidupan Kyuhyun serumit itu. Tak pernah ia membayangkan kisah itu jika menimpa dirinya, ia sudah pasti bunuh diri saja.

Tak terasa mata Sooyoung memanas, hatinya terasa dicabik-cabik ikut merasakan beban yang dialami Kyuhyun. Matanya perlahan mulai berair hingga akhirnya mengalirkan cairan bening yang meluncur deras. Sejak kapan ia secengeng ini?

Kyuhyun menatap bingung kearah Sooyoung yang mulai menangis. “Soo…Sooyoung-sshi? Gwenchana?” tanyanya mulai panik. Sooyoung menghentikan isakannya dan menatap Kyuhyun sesaat dan tangisnya semakin kencang.

“Huu…Huuu…hiks… kehidupan sajangnim…pastilah sangat berat…huu…hiks…” ucapan polos yang mengalir lancar dari mulu Sooyoung membuat lelaki tampan itu tak bisa menahan dirinya untuk memeluk sosok rapuh didepannya. Kyuhyun tersenyum lembut. Berusaha mengalirkan kehangatan dirinya pada Sooyoung agar sekretaris polosnya itu berhenti menangisi masa lalu dirinya yang bahkan sudah tak begitu ia pikirkan lagi.

“Sajangnim…saya akan melindungi anda!” ucap Sooyoung yang teredam di dada tegap Kyuhyun. Kyuhyun melonggarkan pelukannya, menunduk menatap mata Sooyoung. Mencoba mencari penjelasan atas kata-katanya barusan.

Sooyoung masih sesegukan dalam tangisnya. “Aku…hiks…tidak…hiks…akan…hiks…membiarkan…hiks…”

“Sooyoung-sshi, tenangkan dirimu dulu” ucap Kyuhyun sambil memegangi dengan lembut pipi chubby sekretarisnya. Sooyoung berusaha menghentikan sesegukannya namun nihil. “Aku tidak akan membiarkan gadis itu menyakitimu lagi sajangnim!” ucap Sooyoung setelah sekuat tenaga menghentikan sesegukannya.

Kyuhyun menatap Sooyoung tak percaya. Kalimat yang dilontarkan Sooyoung membuatnya seperti terserang jutaan ribu watt listrik. Sooyoung kembali sesegukan setelah mengucapkan kalimat yang juga tak tau datang darimana itu. Yang jelas, meskipun ia membenci setengah mati sajangnimnya tersebut…Sooyoung mengucapkan itu semua dengan jujur. Sangat jujur.

Kyuhyun menarik Sooyoung masuk kedalam dekapan hangatnya. Membelenggu Sooyoung dalam kenyamanan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Membuatnya merasa tidak ingin melepaskan perasaan nyaman itu seumur hidupnya.

“ssh… Sooyoung-sshi… uljjima…” bisiknya sambil menciumi lembut puncak kepala Sooyoung. Ia tak tau apa yang membuatnya ingin melakukan itu semua. Ia hanya mengikuti insting dan kata hatinya. Dan setelah sekian lama ia tak pernah mau mempercayai orang lain… hanya Sooyoung yang bisa dipercayainya. Ya, ia mempercayai sekretaris polosnya…

Sooyoung mengeratkan pelukan lengannya pada leher Kyuhyun. Gadis itu senang menciumi harum parfum Kyuhyun yang tercium samar dari tubuhnya. Sebenarnya gadis itu bisa saja berjalan meskipun dengan terseok-seok menuju hotel, namun Kyuhyun sedang sangat berbaik hati hingga mau menggendongnya kembali ke hotel. Ia tidak tau sudah berapa lama ia menghabiskan waktu diluar bersama sang sajangnim hingga matanya terasa sangat mengantuk.

Ketika mereka sudah sampai dilantai dimana kamar hotel mereka terletak Kyuhyun tak kunjung menurunkan Sooyoung dari gendongannya. Bahkan ketika Tuan Cho sudah berdiri dengan pandangan tajam didepan kamar hotelnya, Kyuhyun masih mempertahankan Sooyoung dalam gendongannya.

“Cho Kyuhyun, darimana saja kau?” tanya Tuan Cho dingin. Kyuhyun membungkuk hormat pada ayahnya lalu berlalu tanpa menjawab pertanyaannya.

Tuan Cho menatap tak suka. “Cho Kyuhyun! Jawab pertanyaanku!” ucapnya lebih tegas. Kyuhyun berhenti melangkah namun tidak berbalik. “Maaf Aboeji…aku lelah dan sekretarisku juga. Kami akan istirahat. Aku permisi, selamat malam” ucapnya lalu dengan segera membuka pintu kamar hotelnya, membawa Sooyoung masuk ke dalam kamarnya.

Kyuhyun menurunkan Sooyoung yang terlihat bingung dengan situasi disekitarnya. Meskipun Sooyoung ingin sekali menanyakan perihal Tuan Cho yang sepertinya telah menunggu Kyuhyun sejak lama namun gadis itu tetap memilih diam, terduduk diatas kasur king size Kyuhyun.

Lelaki itu mengacak rambutnya frustasi. Kemarahannya seketika terasa meledak di kepalanya hingga wajahnya memerah. Lelaki itu berjalan kesana kemari sambil menggeram marah. Ia lelah atas kehidupannya. Sangat lelah.

Sooyoung menunduk ketika matanya tak sengaja bertatapan dengan mata Kyuhyun. Lelaki itu dengan segera menghampirinya dan mendorongnya hingga tertidur diatas tempat tidur. Gadis itu ingin berontak namun tenaga Kyuhyun sangatlah kuat. Kyuhyun menindih Sooyoung. Nafasnya terdengar menderu menerpa wajah Sooyoung. Sooyoung? Gadis itu sudah menutup rapat-rapat matanya. Meskipun kakinya sudah menerjang-nerjang berontak minta dilepas, Kyuhyun tak juga mau melepaskannya.

Mata Sooyoung semakin terpejam rapat ketika Kyuhyun melumat bibirnya dengan dalam dan kasar. Gadis itu ingin sekali teriak namun ia merasakan emosi dalam ciuman Kyuhyun. Ia tau kini, ia tengah menjadi pelampiasan emosi dari sajangnimnya. Sooyoung merasakan basah pada pipinya. Oh, pasti aku menangis! Pikirnya. Namun ketika ia memaksakan diri membuka mata, ia melihat…

Air mata itu bukanlah miliknya, melainkan milik Kyuhyun yang masih menciumnya dengan dalam. Perlahan kaki Sooyoung yang sejak tadi berontak melemas dan terkulai begitu saja, tangannya yang sejak tadi memukuli bahu Kyuhyun perlahan berhenti dan justru memeluk leher Kyuhyun. Matanya yang terbelalak tadi kembali menutup rapat dan ia berusaha membalas ciuman Kyuhyun, berharap bisa membagi kesedihan dan emosi dari sajangnimnya itu pada dirinya. Sooyoung mengeratkan pelukannya pada leher Kyuhyun, membiarkan lelaki itu menciuminya sambil menangis. Ketakutannya berganti menjadi rasa iba dan sedih sekaligus. Ia tak tau kenapa…yang jelas ia ikut merasakan kesedihan melihat sajangnimnya itu bersedih…

TBC

HEHEHEHE KYUYOUNG MOMENT FULL:3 meskipun ada sedikit dipotong masa lalunya Kyuhyun,Seohyun dan Kris. Kekeke. Kenapa Tuan Cho marah? Kenapa Kyuhyun tiba-tiba nangis? Kenapa Sooyoung jadi pasrah dicium Kyuhyun? Kenapa Kris gak muncul dan kenapa Seohyun belum muncul lagi? Saya akan menjawabnya setelah anda memberikan comment yang secukupnya untuk part ini, sehingga saya bisa mempost part selanjutnya!^^ #modusmodeon#

Advertisements

362 thoughts on “Nde, Sajangnim! [Three; His Past and Trust]

  1. Icha says:

    Sekarang jadi kasian sama kehidupan kyu yg udah berat banget ditanggung,gilak umur 19th aja udah d suruh ini itu n 20th ny d angkat jadi CEO setau aku umur segitu anak2 muda masih pengen bebas2ny kasian kyukyu. Ngrasa d sini ayah kyu gak suka sama kedeketan soo juga kyu. Huaaa padahal pengen ngeliat mereka jadi. Karna d liat2 kyu udah naruh perasaan sedikit buat soo. Soo pun kayakny juga gitu. Em pantes kyu gak suka liat kris deket sama soo kayakny kyu trauma kris bakal ngelakuin hal yg sama ke soo kaya dia dulu sama seohyun. Kali ini sabar ya kyukyu. DAEBAK KAK ff nya makinnnn bagusssss JJJOOOHHHHHAAAA 😀

  2. nzizhh says:

    Logh kok sooyoungny dicium kyuhyunn 😥
    klo dicium pake perasaan gx papa lagh ini cuma pelampiasan emosi 😦

    Tpi disini momen kyuyoungnya bnyak bnget sya suka sya suka^^

  3. yilee24 says:

    Msa lalu kyu menyakitkan bnget,,,
    Semoga dgan adny soo kyu bsa trobati rasa skitny,,,
    Kyu mikirin ap sih smpai nangis kyak gtu,,,
    Penasaran mah klnjutanny
    Bgus n keren thor ff ny,,, 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s