Nde, Sajangnim! [Four; a pair of shoes]

 cvrsnewz

Title : Nde, Sajangnim! [Four; A pair of shoes]

Author: MayangA [sookyubiased]

Main Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Support Cast : Kris Wu, Seo Joo Hyun, Cho’s family

Genre: Romance, Family

Rating: PG-15

Length: Series

Disclaimer: I only own the story and cover. All the cast is belong to God.But Siwon belong to me:3*plak*

A Pair of Shoes

Sooyoung masih merasakan tangan kekar Kyuhyun melingkar erat diperut rampingnya. Nafas Kyuhyun terasa menggelitik tengkuknya. Dalam posisi seperti ini-tidur sambil berpelukan- membuat Sooyoung dapat merasakan dadanya bergemuruh keras. Setelah kejadian Kyuhyun menciumnya dengan paksa dan tiba-tiba kini ia dan Kyuhyun tengah berbaring dengan tubuh yang cukup melekat diatas bed berukurang king tersebut. Tapi jauhkan pikiran kotor kalian karena mereka tidak melakukan apapun.

 

Kyuhyun mendesahkan nafasnya, sambil meletakkan kepalanya dibahu Sooyoung. Membuat gadis itu merasa dirinya akan gagal jantung sebentar lagi. “Maaf” lirih Kyuhyun setelah sejak tadi diam saja. Sooyoung mengernyit. Maaf? Maaf untuk yang mana? Batin Sooyoung.

 

“Untuk menciummu dengan emosi dan… melibatkanmu dalam masalahku. Maaf” sekali lagi Kyuhyun mendesahkan nafasnya, cukup berat. Sooyoung hanya terdiam. Mencium dengan emosi. Entah kenapa kata-kata itu serasa menusuknya. Menyakitinya. Memang apa yang kau harapkan?

 

“Ah nde, sajangnim. Tidak—mengapa” balas Sooyoung. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Menciumi harum Sooyoung secara rakus, seakan ia tak bisa bernafas tanpa mencium wangi kayu manis bercampur vanilla dari tubuh Sooyoung.

 

Sooyoung menatap tangan Kyuhyun yang masih merengkuhnya erat. Sangat menunjukkan jika Kyuhyun sedang membutuhkan seseorang untuk berbagi beban. Sooyoung tersenyum tipis sambil berusaha mengontrol hatinya untuk tidak mengharapkan sesuatu yang diluar batas. “Sajangnim… ceritalah. Aku bersedia mendengarkan”

 

Kyuhyun tersenyum dibalik tengkuk Sooyoung. Lelaki itu lalu menyandarkan kembali kepalanya pada bahu Sooyoung. “Seharusnya aku menghadiri makan malam yang disiapkan ayahku. Tapi aku justru…mengajakmu pergi”

 

Sooyoung menegang. Secara tak langsung ia ikut andil dalam masalah Kyuhyun dan ayahnya. Tamat riwayatku…

 

“Aniya…kau tidak bersalah. Aku yang menyeretmu secara paksa” ucapnya lagi seperti mengerti apa yang Sooyoung pikirkan.

 

“Lalu…kenapa anda eum” Sooyoung menghentikan kata-katanya. Berusaha mencari kata-kata tepat agar tidak menyinggung perasaan Kyuhyun. “menangis?” yah.itu! Sooyoung mengangguk.

 

Kyuhyun melonggarkan sedikit pelukannya. “Aku hanya lelah menjadi bonekanya” ujarnya santai. Tapi sepertinya ada yang lebih dari masalah itu. Kau tak mungkin menangis hanya karena itu. “Aku juga rindu ibuku” tambah Kyuhyun lagi. Sooyoung refleks memegangi dahinya. Merabanya, memastikan apakah ada tulisan timbul yang menampilkan apa isi pikirannya sehingga Kyuhyun bisa menjawab pertanyaan yang hanya beredar dipikirannya. Tapi hasilnya nihil.

 

Kyuhyun terkekeh. “Pikiranmu terlalu mudah ditebak” ucap Kyuhyun sambil terkekeh membuat Sooyoung mengembungkan pipinya tak senang. Lalu mereka kembali terlarut dalam pikiran panjang yang belum terlihat ujungnya.

 

Sooyoung kini sudah berdiri dihadapan kamarnya yang bersebalahan dengan kamar hotel Kyuhyun. Sajangnimnya itu tengah berdiri bersandar dibelakangnya.

 

Cklek. Pintu terbuka dan Sooyoung siap melangkah masuk. Namun sebelum gadis itu masuk ia terdiam ditempatnya. “Sajangnim…” panggilnya tanpa menoleh. Kyuhyun terkesiap dan memperbaiki posisi berdirinya. “hmm?”

 

“Jangan lari lagi. Masalah itu lebih senang dihadapi secara face to face. Yah…itusih kalau saran dariku. Mianhaeyo jika aku lancang. Selamat malam, sajangnim” dan ia langsung masuk dan menutup pintunya. Membiarkan Kyuhyun membeku didepan pintu kamarnya.

 

Seulas senyum terlukis dibibir Kyuhyun. Lelaki itu berjalan balik menuju kamarnya. “hmm..sepertinya ada untungnya aku emosi tadi.” Ucapnya sambil menyentuh bibirnya dan mengingat bagaimana ia mencium sekretarisnya itu tiba-tiba.

 

“Kyuhyun hyung!” Kyuhyun mendengar suara Kris memanggilnya. Ia menghentikan langkahnya dan menatap Kris tanpa minat. Berbeda dengan Kris yang menatapnya sendu.

 

“Hyung berapa lama kau disini?” tanya Kris berbasa-basi. Kyuhyun merasa bersalah karena menyalahkan Kris atas kejadian 7 tahun lalu. Padahal ia jelas tau, Kris sama sekali tak patut disalahkan.

 

“Hari ini aku akan kembali ke Seoul” Kris merengut. Ia padahal ingin sekali berlibur di Busan bersama kakak tiri tersayangnya itu. “Kau sibuk sekali ya hyung?” tanya Kris lesu.

 

Kyuhyun ingin sekali merangkul Kris seperti dulu. Tapi hatinya berkata lain. “Hmm…” jawabnya hanya dengan sebuah gumaman.

 

Kyuhyun berlalu meninggalkan Kris yang akhirnya memilih untuk diam.

 

“Hyung…aku rindu kita yang dulu” lirihnya kecil.

 

 

Sooyoung mendudukan tubuhnya pada kursi empuk salah satu coffe shop dibandara. Ia dan Kyuhyun memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum pulang kerumah masing-masing. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.

 

“Yya! Cepat pesankan aku kopi!” serbu Kyuhyun ketika melihat Sooyoung hanya duduk santai didepannya. Sooyoung mengembungkan pipinya dan menggerutu kecil sambil berjalan menuju tempat memesan.

 

“aku pesan satu espresso dan satu vanilla late” suaranya terdengar lesu. Bagaimana tidak? Ia tidak bisa tidur semalam setelah Kyuhyun menciumnya. Lalu ia terpaksa harus bangun sangat pagi untuk mempersiapkan kepulangannya ditambah mempersiapkan keperluan Kyuhyun. Dan sekarang, baru saja kakinya menginjakan lantai airport… Kyuhyun sudah memerintahnya sesuka hati.

 

“Pesanan anda agasshi” ucap sang waitress sambil menyodorkan sebuah nampan berisi segelas kopi espresso dan vanilla late yang masih mengepul. Sooyoung tersenyum kilat setelah membayar sesuai jumlah pesanannya.

 

Sooyoung meletakkan nampan yang dibawanya dihadapan Kyuhyun. Lelaki itu nampak asyik dengan tab yang dibawanya. Benda itu seakan menyedot seluruh perhatian dan fokusnya hingga tak menggubris kopi yang masih setia mengepulkan uap panasnya.

 

Drrt…

 

Sooyoung merogoh tasnya begitu merasakan getaran yang berasal dari handphonenya. Setelah mendapatkan benda tipis tersebut Sooyoung menatapnya sebelum mengangkat panggilan. Ck! Mau apa orang ini?

 

“Yeoboseyo?!” sapanya malas.

“…”

“NDE?!! Arrh”

“…”

“Tapi aku…! Yeob—YEOBOSEYO!!”

 

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan dahi mengernyit. Sooyoung terlihat gusar sekaligus kesal setelah menerima telfon. Gadis itu berkali-kali mengusap wajahnya dan merutuki handphonenya.

 

“Sooyoung-sshi… kenapa?” tanya Kyuhyun ketika Sooyoung berdiri dari duduknya dan bersiap menggeret kopernya. Gadis itu menepuk dahinya. Lupa jika ia tengah bersama sajangnimnya.

 

“Mianhaeyo sajangnim! Saya…ada urusan” ucap Sooyoung sambil membungkuk memohon maaf.

 

“Urusan? Urusan apa?” tanya Kyuhyun menyelidik. Sooyoung menepuk sendiri jidatnya. Tak seharusnya ia menceritakan apapun pada Kyuhyun. Yang ada membuat pria itu semakin ingin tau saja.

 

Sooyoung menggeleng pelan. “Aniya! Tidak ada apa-apa” ucapnya sambil duduk kembali. Kyuhyun mengerutkan dahinya tak percaya. Sooyoung sangat tidak pandai berbohong. Bahkan, Kyuhyun dapat melihat dengan jelas tulisan tercetak jelas di dahi Sooyoung ‘AKU BERBOHONG!’ ck!

 

“Sudahlah!” ucap Kyuhyun lalu beranjak dari kursinya. Sooyoung yang tengah meniup lattenya mendongakan wajahnya untuk melihat apa yang tengah dilakukan sajangnimnya. Dapat ia lihat Kyuhyun tengah memandangnya dengan horor.

 

Glup. Sooyoung menelan salivanya. Tatapan Kyuhyun begitu mengintimidasinya.

 

“Cepat bangun. Aku akan mengantarmu pulang!” ucap Kyuhyun datar lalu meninggalkan Sooyoung yang masih berdiam diri diposisinya dengan secangkir latte ditangannya. Sooyoung mengedipkan matanya tak mengerti.

 

“SOOYOUNG-SSHI!!” Sooyoung terkejut ditempatnya. Dengan segera ia berdiri dan menggeret kopernya mengejar langkah Kyuhyun.

 

“Nde, sajangnim!!” serunya sambil berusaha mengejar Kyuhyun.

 

 

Sooyoung meremas ujung kemejanya bertepatan dengan putaran roda taxi yang ditumpanginya bersama Kyuhyun berhenti tepat didepan gedung apartmentnya.

 

“Eheumm…” Sooyoung berdehem kecil. Kyuhyun? Lelaki itu sedang mengeluarkan dompet untuk membayar sejumlah argo yang tertera.

 

“Sa…sajangnim ikut turun?” tanya Sooyoung sambil memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun yang seperti siap-siap turun. Setelah Kyuhyun menyerahkan uang kepada supir, Kyuhyun segera menatap Sooyoung dengan alis terangkat sebelah. “Bukankah aku sudah bilang? Aku akan mengantarmu?” tanya Kyuhyun retoris. Sooyoung menggigit bibirnya lalu akhirnya turun diikuti dengan Kyuhyun dibelakangnya.

 

Setiap langkah Sooyoung semakin berat. Dan Kyuhyun masih setia melangkah dibelakangnya sambil sesekali memandangi bangunan apartment Sooyoung. Ketika mereka sudah sampai dilantai dimana apartment Sooyoung terletakpun, Sooyoung semakin melambatkan langkahnya.

 

“Yya! Kenapa kau berjalan lemas begitu?” tanya Kyuhyun sambil mensejajarkan langkahnya dengan langkah sekretarisnya. Sooyoung menggeleng. “Aa..aaku…lelah” ujarnya sambil tersenyum kikuk. Begitu ia berbelok di lorong menuju ke kamarnya, ia bahkan bisa melihat sudah ada beberapa kardus tergeletak di depan pintu apartmentnya.

 

Ini yang tidak ku harapkan!

 

“Yang mana apartmentmu?” tanya Kyuhyun ketika Sooyoung semakin melambatkan langkahnya. Sooyoung menggeleng sambil terus melenggangkan kakinya menuju pintu apartmentnya. Ketika ia sudah berdiri dihadapannya, ia bisa mendengar suara percakapan dua orang wanita yang begitu dikenalnya.

 

“Kemana gadis itu? Mengesalkan!” seru seorang wanita dari dalam apartment Sooyoung dan dapat terdengar jelas karena pintunya sedikit terbuka. Sooyoung menelan ludahnya.

 

“Sa..sajangnim! Sebaiknya kau…”

 

“Yya! Choi Sooyoung! Kemana saja kau hah? Kau belum membayarkan biaya sewa kami tiga bulan ini hingga kami diusir. Kami sudah mengeluarkan beberapa barang-barangmu, aku dan Victoria akan tinggal disini sebagai ganti rugi!” ucap wanita itu lagi sambil menunjuk-nunjuk kardus yang tertumpuk didepan pintu.

 

“Samcheon… mianhae, tapi.. inikan apartmentku..” ucap Sooyoung bergetar. Wanita berkepala lima itu menggeleng-geleng.

 

“yya! Kau sungguh tidak tau berterima kasih! Sudah bagus aku mau mengurusmu! Inikah ucapan terima kasihmu atas segala kebaikanku?”ucap wanita yang tak lain adalah tante dari Sooyoung. Sooyoung menunduk ditempatnya. Ia tau, ia sangat berhutang budi pada samcheonnya itu. Namun, ia bahkan selalu memberikan separuh gajinya untuk beliau. Padahal, selama ia tinggal bersama samcheonnya, ia tidak pernah merasa seperti diurus seorang ibu. Dan sekarang? Samcheonnya itu dengan seenaknya mengusir dirinya?

 

“Mianhae samcheon…tapi…” Sooyoung tak melanjutkan ucapannya ketika ia merasakan kehangatan melingkupi tangannya. Kyuhyun tengah menggenggam tangannya.

 

“Maaf sebelumnya jika saya ikut campur. Sebenarnya, apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun meminta penjelasan karena ia tidak mengerti apa yang tengah terjadi.

 

Wanita itu menatap Kyuhyun dengan tatapan menyelidik dan tak suka. “Siapa kau?!” tanya wanita itu. Kyuhyun membungkuk hormat. “Saya Cho Kyuhyun. Sekarang, bisa anda jelaskan?”

 

“Cish… Kau pasti kekasih keponakanku! Begini ya. Sooyoung adalah keponakanku. Aku mengurusnya sejak ia SMP hingga ia lulus kuliah. Dan sekarang, aku hanya menuntut balas budinya. Aku meminta apartmentnya. Bahkan harga apartment ini tak seharga dengan segala kebaikanku mengurusnya dahulu” ucap wanita itu dengan angkuh.

 

“Samcheon… ini masalah keluarga kita. Kumohon jangan dibahas disini” bisik Sooyoung lirih. Genggaman ditangannya semakin erat, membuat Sooyoung menatap kepada si pelaku, sajangnimnya.

 

“Jadi… jika aku membayarkan sebuah apartment untumu, kau akan mengembalikan apartment ini?” tanya Kyuhyun dengan mimik serius. Wanita berkepala lima itu terlihat berfikir sejenak. Ia meminta Kyuhyun menunggu sebentar selagi ia masuk ke dalam. Tak lama ia keluar bersama seorang gadis yang umurnya tak terlalu jauh dengan Sooyoung. Victoria.

 

“Vicky, kekasih Sooyoung mau membelikan kita apartment asal kita mengembalikan apartment Sooyoung!” ucap nyonya Song-Samcheon Sooyoung- sambil menatap penuh binar kepada putrinya yang bernama Victoria tersebut. Victoria menatap Kyuhyun dari atas kebawah. Seperti mengenal Kyuhyun dan tentunya ia juga terpesona dengan Kyuhyun.

 

“Chakaman… benarkah itu agasshi?” tanya Victoria memastikan, sambil masih menatapi Kyuhyun dari atas kebawah.

 

Sooyoung menatap Kyuhyun. Antara tatapan berharap dan tatapan ragu. Kyuhyun semakin mengeratkan genggamannya. “Bolehkah aku melihat-lihat dulu kedalam?” ucap Kyuhyun tak menggubris pertanyaan Victoria. Nyonya Song mengangguk dan melebarkan pintunya.

 

“Sajangnim….” lirih Sooyoung dengan tatapan berkaca-kaca. Sungguh, ia tak menyangka Kyuhyun sebaik itu padanya.

 

Setelah sedikit melihat-lihat Kyuhyun akhirnya memutuskan keputusannya. “Aku sudah memutuskan” ucap Kyuhyun akhirnya. Sooyoung menatapnya dengan dahi berkerut.

 

“Apa?” tanya Victoria dan ibunya bersamaan. Kyuhyun tersenyum-menyeringai- sambil menatap Sooyoung. “Kau……akan membayarkan apartment baru untuk mereka?” tanya Sooyoung mencoba menebak isi pikiran Kyuhyun. Seringaian lelaki itu semakin menyeramkan.

 

“Tidak. Lebih bagus lagi. Nyonya…”

 

“Song”

 

“Ya… nyonya Song dan putrinya bisa memiliki apartment ini” ucap Kyuhyun diplomatis. Sooyoung seketika sweetdrop. Kyuhyun sama sekali tidak membantu! But wait… apa jangan-jangan Kyuhyun mau membayarkannya apartment baru?

 

“Tidak Sooyoung. Lebih bagus daripada apartment baru! Kau akan tinggal bersamaku” ucap Kyuhyun sambil tersenyum lebar. Hal yang sangat jarang dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun. Sooyoung menghela nafasnya lega “Ohh syukur—“

 

“MWOO??????!!!!!!!!!!!” serunya ketika sudah mencerna baik-baik kalimat Kyuhyun. Tinggal bersama? Tuhan…. kumohon goncangkan bumi hanya dibagian apartment ini saja. Biarkan kepalaku tertimpa bangunan. Tinggal bersama? Sudah pasti dia gila!

 

 

Sooyoung tengah memasukkan barang-barangnya ke dalam kardus. Siapa sangka, kepulangannya dari Busan dihadiahi pindah ke apartment sajangnimnya. Bagaikan mimpi buruk baginya, sungguh!

 

Victoria mengekori Sooyoung setiap gadis itu bergerak sambil memberesi barang-barangnya. Gadis itu terus bertanya-tanya tentang statusnya yang bisa berpacaran dengan Cho Kyuhyun. “Sooyoung! Kau benar-benar kekasih Kyuhyun-sshi? Dia itu salah satu pengusaha terkaya muda di Korea kan?”

 

“Sooyoung! Kau menjeratnya dengan apa hingga ia mau denganmu? Bukankah kau bekerja di perusahaannya? Jangan bilang kau menjebaknya tidur denganmu hingga—“

 

“Unnie! Aku sangat menghormatimu sebagai kakak sepupuku. Tapi aku tidak berpacaran dengannya!” ucap Sooyoung sambil masih sibuk dengan barany-barangnya. Victoria tak percaya. Masa tidak berpacaran tapi Kyuhyun mengajak tinggal bersama!

 

“Geojitmal!”

 

“Victoria-sshi, Sooyoung memang begitu. Jika marah ia tak mau mengakuiku sebagai kekasihnya” Sooyoung menolehkan kepalanya menatap Kyuhyun dengan mata melotot. Bola matanya seperti ingin melompat keluar. “Rrrr! Aku sangat cemburu! Biar bagaimanapun… selamat!” bisik Victoria sambil menepuk bahu Sooyoung dan meninggalkan gadis itu berdua dengan kekasihnya, setidaknya menurutnya.

 

“Sajangnim… kurasa ini sedikit berlebihan!” ucap Sooyoung tak suka. Baiklah, Kyuhyun memang sudah membantunya meskipun bantuan yang diberikan Kyuhyun tak begitu bagus untuk Sooyoung sendiri. Tapi untuk permasalah mengakui jika mereka berpacaran? Demi langit dan bumi, Sooyoung tidak rela!

 

Kyuhyun tak perduli pada apa yang Sooyoung ucapkan. Dia justru sibuk memasuk-masuki barang-barang Sooyoung ke dalam kardus terbuka dihadapannya. Sooyoung menarik nafasnya perlahan.

 

 

Kyuhyun dan Sooyoung telah memasukkan kardus terakhir berisi barang-barang Sooyoung yang baru saja dibawanya pindah. Keduanya lalu memilih untuk mengistirahatkan tubuh mereka diatas sofa merah marun Kyuhyun. Keduanya tampak kelelahan, karena mereka belum sempat istirahat cukup setelah kembali dari Busan.

 

Sooyoung sesekali mengintip Kyuhyun dari posisinya. Terkadang, ia sungguh mengagumi kesempurnaan wajah sajangnimnya itu. Meskipun Kyuhyun termasuk kedalam daftar orang-orang menyebalkan miliknya, namun tak bisa dipungkiri jika sajangnimnya itu memiliki wajah tampan. Semua gadis akan sangat mudah untuk ditaklukan apalagi dengan statusnya sebagai Presiden Direktur sebuah perusahaan resort ternama. Tapi sejauh ia bekerja dengan sajangnimnya, ia belum pernah melihat ada gadis yang benar-benar dekat dengan sang bos. Mengingat cerita masa lalu sang sajangnim, Sooyoung menerka-nerka jika gadis yang beberapa hari lalu muncul di pesta dan berhasil membuat Kyuhyun hampir mabuk adalah seorang gadis yang cukup spesial.

 

“Sudah puas menatapiku, Sooyoung-sshi?” Sooyoung refleks memundurkan wajahnya yang entah sejak kapan maju mendekat ke arah Kyuhyun. Kyuhyun ingin sekali tertawa, namun ekspresi salah tingkah Sooyoung membuatnya lebih ingin menggodanya ketimbang menertawainya.

 

“Aku tau aku tampan Sooyoung-sshi, tapi menatapiku dengan begitu intens sangatlah tidak sopan” Sooyoung mengembungkan pipinya. Memangnya ia menatapi Kyuhyun seintens itu?

 

Kyuhyun bangkit dari singgah sananya-sofa- lalu beranjak ke arah pantry sambil melepas dua kancing teratas kemejanya. Sooyoung masih setia mengatur wajahnya yang masih setia merona akibat ketahuan terang-terangan tengah menatapi wajah sajangnimnya. Kyuhyun sendiri tampak acuh sambil melenggang bak tak tau apa-apa. Meskipun kenyataannya lelaki itu tersenyum-senyum sendiri.

 

“Sooyoung-sshi, kau mau cokelat panas?” tanya Kyuhyun dari pantry yang sukses membuyarkan Sooyoung dari aktifitas pentingnya-melamun-. Sooyoung menoleh ke arah pantry yang berbataskan kitchen set. “Eumm boleh sajangnim” ucap Sooyoung ragu. Sebenarnya ketimbang meminum cokelat panas, Sooyoung lebih ingin makan kue atau makanan sejenisnya karena perutnya mulai lapar. Namun ia sadar, meminta jantung setelah diberi hati bukanlah tindakan baik. Terlebih lagi posisi Kyuhyun yang adalah atasannya. Tampaknya itu sedikit kurang ajar.

 

“Sooyoung-sshi, kau pasti merasa aneh karena aku justru mengajakmu untuk tinggal disini. Tapi permintaanku ini bukan permintaan tidak beralasan” Kyuhyun meletakkan gelas persolen putih berisikan cokelat yang masih mengepul di hadapan Sooyoung. Gadis itu mendongak untuk menatap Kyuhyun. “Nde?”

 

“Ya.. kau taukan akhir-akhir ini perusahaan kita sedang menerima banyak sekali kontrak kerja sama. Bahkan kemarin aku baru saja memenangkan kontrak kerja sama dengan sebuah perusahaan Jepang. Dan sebagai sekretaris pribadiku, kau harus selalu siap siaga disampingku, jadi…yah bukankah lebih praktis jika kau tinggal disini?” ucap Kyuhyun panjang lebar. Sooyoung bahkan tidak sadar jika ia membuka mulutnya karena kagum dengan kalimat Kyuhyun yang begitu panjang. Setelah beberapa detik tetap menganga, Sooyoung segera mengatupkan bibirnya dan membekap mulutnya. Tertawa.

 

“Pffft HAHAHHAHAHAHHAA” Sooyoung menggelinjang ditempatnya. Tertawa terbahak hingga matanya mengeluarkan air mata di ujung matanya. Kyuhyun sendiri tengah menatap Sooyoung dengan alis tertaut, heran. Ada yang salahkah?

 

“HAHAHAHHA..ha..ha—ekhmm” Sooyoung menghentikan tawanya begitu melihat Kyuhyun menatapnya dengan horor. Astaga Sooyoung! Kau lupa siapa orang yang tengah kau tertawakan ha? Sooyoung tersenyum kikuk. “Mi..mianhae sajangnim saya kelepasan”

 

“Ada yang lucu dari penjelasanku?” tanya Kyuhyun serius. Sooyoung kaku ditempatnya. Choi, habislah kau! “Tidak ada sajangnim” ucap Sooyoung takut. “Lalu kenapa kau tertawa?” tanya Kyuhyun lagi. Mukamu lucu! Dan itu kalimat terpanjang yang pernah ku dengar secara langsung darimu! “Itu…eum…tidak ada”

 

 

Sooyoung kini sudah berganti pakaian dengan piyama kebanggaannya. Mungkin jika ia masih tinggal di apartmentnya, ia akan dengan sangat bangga memakai piyama one piece berwarna merah mudanya. Tapi kini ia tinggal di apartment seorang namja berusia 27 tahun dengan status single dan juga berstatus resmi sebagai seorang Presiden Direktur dimana tempatnya bekerja. Dia tidak mungkin mengenakannya. Jadi kini, ia hanya memakai piyama atasan beserta celana berwarna putih biru bergambar teddy. Sedikit memalukan, tapi setidaknya tak sememalukan piyama one piece bergambar bunga noraknya.

 

“Sooyoung-sshi, kau bisa tidur dikamarku dulu karena kamar tamu disebelah belum dibersihkan. Besok aku akan menyuruh cleaning service membersihkannya. Aku akan tidur di sofa” Sooyoung mengangguk sambil berjalan malu-malu ke arah kasur mewah Kyuhyun. Lelaki itu segera menggaet handuk dan tidak sabar untuk segera berendam. Namun sebelum ia menutup pintu kamarnya, Kyuhyun berhenti sejenak untuk memanggil Sooyoung.

 

“Sooyoung-sshi, bukalah lemari nakas ada…sesuatu untukmu” dan blam. Pintu toilet segera tertutup. Lalu yang terdengar hanya bunyi gemericik air dan toilet tersiram setelahnya.

 

Sooyoung mengikuti ucapan Kyuhyun untuk membuka lemari nakas. Dilihatnya sebuah kotak yang sangat jelas adalah sebuah kotak sepatu bermerk Chanel. Sooyoung ternganga. Merk Channel adalah merk favoritenya. Ia bahkan pernah menabung selama setahun hanya untuk membeli sebuah tas keluaran channel. Dan ia tak pernah menyesal.

 

Secarik notes kecil tertempel dibagian samping kotak.

 

Terima kasih, ini sebagai permintaan maaf dan terima kasihku karena telah melukai kakimu dan telah menemaniku selama aku sedang dalam keadaan tidak baik di Busan. Ayo berjuang lebih keras, sekretaris Choi! Kau hebat! Bertahanlah sebagai sekretarisku!^^

 

Cho Kyuhyun-

 

Sepasang sepatu berwarna cokelat lembut menyapa Sooyoung ketika gadis itu membuka kotak lebih lebar. Ia tersenyum. Membayangkan Kyuhyun memilih sendiri sepatu itu sambil membayangkan ukuran yang pas dan kepantasannya memakai sepatu tersebut. Ini lebih dari sekedar cukup! Bahkan, jika sepatu itu tidak cukup sekalipun, Sooyoung sudah sangat gembira atas perhatian yang Kyuhyun berikan padanya.

 

“Baiklah..sepatu! Kau akan menemaniku menjalani rutinitasku, setuju?” lalu Sooyoung terlelap sambil mendekap erat notes yang sudah ia lepaskan dari kotak sepatu yang sudah sah menjadi miliknya itu. Tanpa sadar jika seseorang tengah tersenyum puas sambil menggosok rambutnya dengan handuk.

 

“Kau semakin menarik”

 

TBC

Lanjut atau tidak? Silahkan commentnya!

Advertisements

380 thoughts on “Nde, Sajangnim! [Four; a pair of shoes]

  1. liaaaa says:

    Wuah seatap, makin bahaya aja tuh,, status waspada nih,
    Kok kynya enak ya tinggal serumah sm bos cakep yg perhatiannya selangit gitu

  2. Kim Hyera says:

    waaaaaaaaa aku lupa koment kiss scane di part sebelumnyaaaa aku suka bangettt wehehehe dan opening part ini so sweet abis!! Kyuhyun meluk sooyoung dari belakang dan rawwrrr bkin gregetaann!! 😀

    ehhh gak nyangka klo kris sama kyuhyun hubungan mereka jd ngerenggang yahh habisnya kesalahpahaman ya ini 😦
    tapiiiiii aduuhhh sooyoung di usir dari apartement dan tinggal sama kyuhyun!! SUKAAAAAAAA kan bisa makin mudah jatuh cintaa cie cie cieeeeee ;P
    aduhhhh soo eonni bikin iri deh di beliin sepatu yg mahalnya selangiitttt beruntung banget deh kamuuuu
    pokoknya makin bikin penasaran.
    aku komentnya urutan gini karena udh baca dri kemaren author dan aku bukan silent readers 😉

  3. chacha says:

    Jgn2 kyu mao d jodohin ama bpknya makanya dt kabur jalan2 ama sooyoung..
    Kirain mo d beliin apartement lebih bagus malah d ajak tinggal bareng ..kkkk.. Kd pengen pnya bos kyk kyu..

  4. diana says:

    uwahh
    Kyu makin tertarik dgn Soo . tinggal bersama lagi skrang .
    pasti makin timbul benih” cinta antara keduaya !

  5. Icha says:

    Mereka berdua makin so sweet walaupun kelakuanny pada aneh hahaha sempet mikir disini vic ikut2an jadi jahat tp ternyata nggak. N sedikit bingung maaf kak aku koreksi bukanny kalo samcheon itu paman tp disini sebutanny ibu ny vic kok samcheon bukan imo? Maaf ya kak 😀 kyukyuuu walaupun cuma d notes ngomong ny tp sedikit romantis hahaha waaahh itu soo pasti bungah2 itu hatiny hahaha lanjut kak Fighting !!!

  6. rhyakyu says:

    kya jahat bngetsi tu pman.x sooyoung minta blas budi tpi k.xtaanx dmsa lalu nggk memprlakukn soo dngan baik.

    hehehe tu kyu main nyium bibir soo sgala…tpi kyu oppa uda lpain cnta prtama.x kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s