Nuguya? [1 of 2]

Title: Nuguya?!

Author: Mayang.a[sookyubiased]

Main Cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung

Other Cast: Shim Changmin, Park Jiyeon

Genre : Romance, Fantasy

Length:Twoshot

Rating: T

Disclaimer: Cerita ini terinspirasi dari komik ‘lunatic honey’ tapi hanya beberapa unsur saja bukan berarti SEMUA. Cerita ini tetap original my imaginary. You can prove it by reads the comic.

Maaf ini ff udah lama ngendap di file bahkan sebelum bikin NS the series, jika ada typo atau penulisan yang tidak jelas, silahkan tinggalkan di kotak comment dibawah;)

Enjoy~

 

Magic kingdom. Another dimension.

Malam telah datang. Matahari yang sejak pagi sudah menyinari dunia mulai lelah akan aktifitasnya dan menyerahkan tugasnya pada bulan dan bintang. Disebuah kerajaan tampak dua orang pria tengah beradu argumen.

 

“Aniya Appa! Aku tidak mau menikah dengannya!” seru sang putra mahkota penuh amarah. Ia menentang keinginan ayahnya untuk menikah dengan seorang putri dari kerajaan sebrang.

 

“Cho Kyuhyun! Appa hanya ingin kutukan dalam dirimu hilang nak…” ucap sang Appa mencoba bersabar dengan putra keduanya tersebut.

 

“Tapi tidak dengan menikah dengan gadis asing!” Kyuhyun-Putra Mahkota- membanting pintu setelah meninggalkan ayahnya di ruangannya. Ia berlari naik ke kamar orang tersayangnya, sang eomma.

 

“Eomma!” Kyuhyun memeluk sang ratu yang tengah duduk di hadapan meja riasnya. Senyuman lembut selalu terukir di bibirnya. Dielusnya dengan lembut rambut sang anak penuh kasih.

 

“Aku tidak mau menikah dengan putri kerajaan Choi eomma!” adu Kyuhyun pada ibunya dengan manja. Ratu tersenyum menatap anak laki-lakinya itu.

 

“Tidak…kau tidak harus menikah dengannya jika kau tak mau sayang” ucap sang eomma lembut. Kyuhyun memekik girang sambil mencium pipi sang eomma.

 

“Tapi kutukanmu itu tak akan pernah hilang” Kyuhyun merubah wajahnya dengan ekspresi cemberut.

 

“Eomma…” lirih Kyuhyun.

 

“Ada cara lain yang lebih mudah namun belum tentu kau bisa melakukannya” ucapan sang ratu membuat Kyuhyun menatapnya berbinar. Berarti masih ada harapan untuknya lepas dari kutukan sialan yang didapatkannya dari lahir.

 

“Apa itu?” tanyanya membuat sang ratu menatapnya serius.

 

***

Seoul.Another dimension.

“GOAL!!!!!!” seruan riuh para penonton menandakan selesainya sudah permainan futsal antara SMA Jinki dan SMA Satoori. Kedua kubu saling bersalaman. Kapten dari SMA jinki menatap ke seluruh penjuru kursi penonton. Mencari sosok gadis yang dicintainya. Ketika matanya menangkap sosok itu tengah bertepuk tangan dengan bangga atas dirinya, ia tersenyum dan melayangkan flying kiss membuat seluruh siswi yang menjadi penonton Apertandingan itu menjerit histeris.

 

“LET’S CLAPING FOR OUR HERO…. SHIM CHANGMIN AND ALL THE TEAM!!”

 

“Oppa!” Sooyoung berdiri menyambut Changmin didekat ruang ganti. Changmin berlari dan memeluknya erat.

 

“Aku menang, kita menang Soo!” serunya semangat sambil memutar Sooyoung dalam pelukannya. Sooyoung tertawa melihat kekasihnya begitu senang.

 

“Okay…turunkan aku sekarang oppa!” ucapnya membuat Changmin cemberut namun akhirnya mereka tertawa.

 

“Kau berhutang bento padaku” bisik Changmin pada Sooyoung. Sooyoung mencubit perut kekar Changmin gemas.

 

“Baiklah…aku akan ke apartmentmu nanti malam!” Changmin tersenyum lalu mengacak lembut rambut Sooyoung.

 

“Baiklah adik kecil… See you tonight!” ucap Changmin sambil mencubit pipi Sooyoung dan berlalu bersama timnya kedalam ruang ganti.

 

***

“Kau yakin dia?”

 

“Menurut penglihatanku, ya”

 

“Cantik…tapi kenapa sudah punya pacar? Bukankah itu jadi lebih sulit?”

 

“Itu justru lebih mudah dan menarik. Just watch and learn…

 

***

Sooyoung terbangun dari tidurnya ketika alarmnya sudah berdering untuk ke-empat kalinya. Sooyoung merenggangkan otot-ototnya yang kaku sambil menatap ke jendela dengan mata sipit khas orang baru bangun tidur. Pagi yang indah. Pikirnya.

 

Pip.

From: Changmin

Maaf aku tak bisa berangkat bersama hari ini, aku harus latihan pagi bersama tim. Aku menunggu bento buatanmu ya adik kecil. Love.

 

Sooyoung tersenyum kecut sambil menlock handphonenya setelah membaca pesan singkat dari namjachingunya tersebut. Sooyoung bergegas ke kamar mandi dan siap menjalani harinya. Choi Sooyoung, seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang hidup sendiri di apartment mewahnya. Orang tuanya tinggal di Jepang dengan segudang aktifitas yang mengharuskan mereka meninggalkan kedua putrinya hidup mandiri di tanah kelahiran mereka. Soojin –kakak Sooyoung- mendapatkan tugas di luar kota sehingga akhirnya ia dan Sooyoung harus hidup terpisah, meskipun setiap weekend ia mengunjungi adiknya.

 

“Arraseo aku mengerti unnie!”

 

BRAK

 

“Aww-yaah! Appo…” Sooyoung meringis ketika ia merasakan tangan dan pantatnya sakit akibat tubrukan yang tak disadarinya itu. Sooyoung menatap ke seseorang yang ditubruknya sudah tersungkur diatas bento buatannya. Sooyoung memekik terkejut lalu membantu seseorang tersebut.

 

“Ah..mianhaeyo…kau tak apa?” tanya Sooyoung sambil membantu orang tersebut berdiri dan membersihkan kotoran diwajah orang itu.

 

“Ah nde…gwenchanayo noona” ucap seseorang yang ternyata bocah tersebut. Sooyoung merasakan perasaan bersalah melihat wajah bocah berwajah tampan itu ternodai oleh saus bentonya.

 

“Sekali lagi jeongmal mianhaeyo… aku tak melihatmu” ucap Sooyoung setelah wajah anak itu kembali bersih. Bocah itu mengangguk dan tersenyum membuat Sooyoung terpesona dengan ketampanan bocah tersebut. Andai bocah ini adikku. Ucapnya dalam hati.

 

“Kau tinggal dimana anak manis?” tanya Sooyoung setelah membantu bocah itu berdiri. Bocah itu menunjuk kesebuah arah dan Sooyoung mengikuti arah yang ditunjuk sang bocah.

 

“Disana? Apartmentku juga disana” jawab Sooyoung dengan senyuman lebar.

 

“Kalau begitu kita tetangga ya…ehm..” ucap Sooyoung menggantung bermaksud menanyakan nama si bocah.

 

“Kyuhyun, namaku Kyuhyun noona” jawab bocah itu seperti mengerti apa yang dipikirkan Sooyoung.

 

“Oke Kyuhyunnie… Noona mau berangkat sekolah, kita bertemu lagi nanti ya! Hati-hati oke?” Sooyoung mengacak rambut bocah bernama Kyuhyun itu lalu berlalu ke sekolahnya tanpa menyadari jika bocah itu tengah menatapnya sambil menyeringai.

 

Sooyoung berjalan menyusuri lorong apartmentnya sambil menenteng banyak kantung belanjaan. Dari tempatnya berdiri ia melihat seorang bocah tengah duduk menelungkup didepan pintu apartmentnya membuat gadis jangkung itu mengernyit.

 

“Kyu..Kyuhyunnie?” ucap Sooyoung ketika menyadari anak kecil itu adalah bocah yang tadi pagi ditemuinya. Kyuhyun mendongak menatap Sooyoung lalu menatapnya dengan pandangan memelas. Membuat siapa saja yang melihatnya pasti gemas dan ingin memeluknya.

 

“Kenapa kau sendirian disini?” Kyuhyun menggeleng lalu ia menitikkan air mata membuat Sooyoung dengan segera melepaskan kantung belanjaannya dan memeluk bocah yang kira-kira berusia 9 tahun itu.

 

“Sshhh…waegeure? kenapa kau menangis Kyunnie?” tanya Sooyoung sambil mendekap erat Kyuhyun dan mengelus sesekali punggungnya.

 

“Hiks… Eomma meninggalkanku sendirian disini…ia pergi jauh” Sooyoung terbelalak mendengar ucapan Kyuhyun. Tega sekali eommanya itu meninggalkan anaknya di tempat yang tak diketahuinya sendiri. Cish orangtua macam apa itu?!

 

“Aishh…uljjima… baiklah kita harus lapor polisi kalau begitu” ucap Sooyoung dan Kyuhyun seketika melepaskan pelukannya.

 

“andwe noona! Nanti eomma masuk penjara, aku sayang eomma…” lirih Kyuhyun dan membuat Sooyoung ikut menitikkan air mata haru. Bagaimana mungkin anak kecil ini sepolos itu? Ah…

 

“Baiklah…noona akan menampungmu untuk malam ini, siapa tau besok eommamu akan kembali” ucap Sooyoung sambil mencubit pipi Kyuhyun yang merona. Kyuhyun mengangguk senang lalu memeluk erat Sooyoung.

 

“Terima kasih noona!” ucapnya riang membuat Sooyoung ikut bahagia. Daridulu ia ingin memiliki adik. Namun nasibnya justru ialah yang menjadi adik. Ia sangat ingin memiliki adik laki-laki karena kakaknya adalah perempuan sama sepertinya. Ia ingin memarahi orang yang mengganggu adik kecilnya dan ia juga ingin mendengar adiknya mengatakan dengan bangga Ini kakakku… Yah harapan-harapan semacam itu memang tidak mungkin terkabul karena orang tua Sooyoung sudah cukup tua untuk memberikannya adik dan sepertinya Tuhan berbaik hati memberikannya seseorang yang bisa dianggap adik.

 

“Noona apartmentmu besar sekali!” ucap Kyuhyun terkagum dengan mata berbinar-binar. Sooyoung tersenyum sambil meletakkan belanjaannya.

 

“Iya, sebenarnya aku tinggal berdua dengan kakak perempuanku namun ia sedang tugas ke luar kota” ucap Sooyoung sambil mendudukkan tubuhnya diatas sofa dan melepas sneakersnya. Kyuhyun mengangguk lalu matanya tertuju pada kamar tidur Sooyoung yang pintunya yang entah sejak kapan terbuka.

 

“Noona…aku mengantuk” lirih Kyuhyun dengan wajah memelas membuat Sooyoung ingin sekali menggigit bibir kisseable merah muda itu saking gemasnya.

 

“Baiklah…bagaimana kalau kau mandi dulu baru tidur?” Kyuhyun mengangguk lalu mengikuti Sooyoung yang masuk ke kamarnya.

 

Kyuhyun menurut ketika Sooyoung mulai membukakan sweater dan kaus yang Kyuhyun kenakan. Satu per satu Sooyoung melepas pakaian ditubuh Kyuhyun hingga menyisakan celana dalam kecil bergambar superman. Sooyoung tidak merasa malu ataupun ganjil dengan pemandangan Kyuhyun saat ini karena baginya ia sedang membukakan baju adik kecilnya, bukankah begitu?

 

BYURRR

 

Kyuhyun sudah masuk kedalam bathub dan memainkan busa-busa yang memenuhi bathub. Sooyoung tersenyum senang melihat kebahagiaan yang dipancarkan bocah kecil di bathubnya itu. Sooyoung mendekati Kyuhyun dan berjongkok disisi bathub sambil memasukkan tangannya ke bathub.

 

“Noona senang melihatmu” ucap Sooyoung sambil tersenyum. Kyuhyun merasa waktu berhenti berputar ketika melihat senyum tulus Sooyoung, namun dengan segera ia menyadarkan dirinya dan menyipratkan air tepat mengenai tubuh dan wajah Sooyoung hingga gadis itu memekik.

 

“YYA!!”

 

“Noona harus mandi!! Noona bau, hahahaha!” Sooyoung melap kasar wajahnya yang basah lalu memandang Kyuhyun kesal dengan segera ia melepas kemeja yang dikenakannya dan menyisakan tanktop dan hotpants lalu ikut menyebur kedalam bak.

 

“Kena kau!” serunya sambil mengguyur Kyuhyun habis-habisan. Menyebabkan air bathub meluber kemana-mana, tak memperdulikan kegaduhan yang sudah terjadi akibat perang kecil mereka didalam bathub dan berakhir dengan Sooyoung memandikan Kyuhyun dan membungkus tubuh kecilnya dengan handuk besar.

 

“Kyunnie…kau boleh pakai piyama noona waktu kecil, ada di atas tempat tidur nde!” Kyuhyun berlari sesuai perintah Sooyoung untuk memakai piyama yang sudah disiapkan diatas tempat tidur. Kyuhyun menatap ke sekeliling lalu tersenyum kecil ketika terbayang momentnya bersama Sooyoung di kamar mandi tadi.

 

“Ini menarik. Kau menarik, sangat.

 

Pukul delapan lewat dua pulu waktu Korea Selatan. Sooyoung sudah terlelap setelah memakan makan malamnya bersama Kyuhyun. Berbeda dengan Kyuhyun yang masih terjaga dan tengah berkutat dengan psp yang entah sejak kapan sudah berada ditangannya. Ia menunggu hingga waktu menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh sambil bermain dengan game portable favoritnya tersebut dan terkadang mengumpat kecil ketika ia gagal melawan musuh-musuh dalam permainannya.

 

Lima menit telah berlalu dan sebuah suara cring terdengar cukup memekakan telinga membuat Sooyoung terjaga untuk beberapa detik setelah kemudian kehangatan melingkupinya, ia kembali ke dunia mimpinya. Kyuhyun menyeringai lalu merapatkan pelukannya pada tubuh Sooyoung dan ia memilih menyusul Sooyoung ke dunia mimpi.

 

“Eungg…” Sooyoung terbangun ketika sinar matahari menyorot wajahnya melalui jendela yang tak tertutup tirai. Sooyoung berbalik kearah kirinya dan merasakan seseuatu yang hangat tengah melingkupi tubuhnya.

 

Deruh nafas, panasnya kulit dan suara dengkuran halus milik seorang laki-laki membuat Sooyoung sepenuhnya membuka mata dan betapa terkejutnya ia melihat seorang laki-laki topless tengah tidur disampingnya sambil memeluknya erat. Sooyoung menjerit lalu mendorong lelaki hidung belang itu hingga menyusruk dilantai dengan pose yang tidak elit.

 

“Aww…appaseo! YYA! Beginikah caramu berterima kasih pada laki-laki yang sudah menjagamu dari kedinginan?” ucap lelaki dengan suara bassnya sambil mengusap punggungnya yang baru saja membentur lantai. Sooyoung menutupi tubuhnya dengan selimut sambil menggeleng-geleng lalu menangis. Dalam bayangan dan pikirannya ia adalah korban pemerkosaan.

 

“Hikss…eomma…appa…unnie!!!!!HUEEEEEEEE!!!”

 

“YYA!!”

 

“HUEEEEEEEE Eomaa!!! Aku sudah tidak suci eomma!! HUEEEEE” Sooyoung terus menangis dan menjerit histeris mengacuhkan Kyuhyun yang sudah panik melihatnya.

 

“…Sooyoung… ini aku…dan kau tidak diperkosa” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sooyoung agar gadis itu dapat melihat dengan jelas wajahnya. Sooyoung menghentikan tangisnya dan memperhatikan dengan seksama wajah Kyuhyun.

 

“Kau!!! Apakah kau kakak dari Kyunnie? Astaga!! Kyunnieee” Kyuhyun menepuk dahinya lalu membekap Sooyoung karena teriakan gadis itu sangatlah kencang. Sooyoung memberontak dalam bekapan Kyuhyun hingga gadis itu memukul kepala Kyuhyun cukup keras.

 

“Yya!! Appo! Sooyoung-ah ini aku!! Aku Cho Kyuhyun!” Sooyoung menghentikan pergerakannya dalam usahanya berontak dari bekapan Kyuhyun. Gadis itu menatap lelaki bertelanjang dada di hadapannya itu lekat-lekat. “Aniya! Tidak mungkin! Cho Kyuhyun yang semalam…”

 

“Cho Kyuhyun yang semalam tidur bersamamu adalah laki-laki berusia 17 tahun. Okay itulah kenyataannya” Sooyoung menampar pipinya sendiri. Berusaha meyakinkan dirinya sedang tidak bermimpi. Kyuhyun yang bersamanya semalam tidak lebih dari seorang bocah yang tingginya tidak lebih dari 120 cm! Dan laki-laki yang ada dihadapannya kini adalah seorang laki-laki seumurannya yang tingginya sekitar 180 cm dan tidak pakai baju!

 

Kyuhyun menggaruk rambutnya yang tak gatal setelah menutupi tubuhnya yang tidak pakai baju. Ia memahami jika Sooyoung adalah gadis polos yang tidak pernah tinggal dengan lelaki dan tentunya tidak terbiasa melihat lelaki asing yang bertelanjang dada. Belum lagi lelaki asing itu adalah seorang anak berusia 9 tahun yang tiba-tiba berubah menjadi seorang lelaki berusia 17 tahun. Ya, Kyuhyun mengerti jika Sooyoung masih bingung dengan kenyataan yang tengah dihadapinya.

 

“Sooyoung-ah..” Kyuhyun memulai pembicaraan dengan sedikit ragu. Pasalnya, Sooyoung masih berdiam diri duduk diatas sofa sambil memperhatikan dirinya dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan mengintimidasi.

 

“Sooyoung-ah..”

 

“WAE?!!” tanya Sooyoung galak hingga Kyuhyun terkejut. Kyuhyun tersenyum kikuk, ia sendiri bingung harus darimana menjelaskan kepada Sooyoung.

 

“Kenapa kau hanya diam saja? Kau tidak merasa memiliki sesuatu untuk dijelaskan?” tanya Sooyoung membuat Kyuhyun terkesiap.

 

“Baiklah begini… aku datang dari magic kingdom dari dimensi lain. Kau mungkin menganggap ini semua tidak mungkin tapi aku benar-benar datang dari dimensi lain. Dan aku kesini karena ingin menuntaskan sesuatu…”

 

“Apa? Apa yang ingin kau tuntaskan dan apa hubungannya denganku?” tanya Sooyoung bingung. Ia merasa urusan Kyuhyun di dunianya kini tak ada hubungannya dengan dirinya.

 

Kyuhyun menyeringai. Ia menjentikan jarinya dan tiba-tiba sebuah buku melayang dan mendarat ditangannya. Sooyoung mengejapkan matanya tak percaya. Bagaimana bisa sebuah buku melayang sendiri. Sooyoung memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pening. Semuanya terasa begitu aneh dan mengejutkan untuknya.

 

“Sudah kubilang aku dari kerajaan sihir. Dan aku menguasai sedikit ilmu sihir. Ini, bacalah buku ini” Kyuhyun melemparkan buku ditangannya ke arah Sooyoung yang dengan lihai langsung ditangkapnya. Sooyoung mengernyit menatap buku tua bersampul cokelat ditangannya.

 

Frog Prince.

 

“Pangeran kodok? Jangan bilang kau adalah pangeran kodok!!” seru Sooyoung sambil menatap buku ditangannya dan Kyuhyun bergantian. Kyuhyun terkejut ketika Sooyoung dapat menebaknya dengan benar.

 

“Bingo!” Kyuhyun menjetikkan jarinya. Lalu berjalan mendekati Sooyoung membuat gadis itu menggeser tubuhnya menjauh.

 

“Bisa dibilang aku keturunan pangeran kodok, namun kutukanku berbeda dengan yang di alami pangeran kodok”

 

Sooyoung POV

 

Soojin Unnie maafkan aku… aku telah tak sengaja memungut anak setan dan memasukkannya ke rumah kita. Mianhaeyo…

 

“Sooyoung-ah… ayo kita berangkat!”

 

Aku menggerutu sambil memakai sepatuku. Bocah itu (karena kini ia kembali seperti bentuknya yang semula; bocah berusia 9 tahun!) dengan seenaknya memutuskan akan tinggal bersamaku. Mungkin, jika ia benar-benar anak berusia 9 tahun aku akan dengan senang hati mengurusnya. Tapi ternyata bocah itu justru bocah setan! Arghh…

 

“Sooyoung-ah!!”

 

“Ne! Kau berisik!” aku berjalan dengan kesal kearahnya. Kalau bukan karena ia mengancamku aku tidak akan mungkin mau menerimanya disini. Dan apa katanya tadi? Aku adalah keturunan putri di dalam cerita pangeran kodok. Jika aku memberikannya sebuah ciuman, maka kutukannya akan hilang. Aku tidak sudi!!!

 

“Hey kau bocah! Kenapa kau memaksa untuk ikut aku ke sekolah hah?” tanyaku sambil mengikutinya berjalan.

 

“Bukankah sudah ku bilang… ciuman pertamamu itu hanya untukku. Dan aku tidak ingin ada orang lain yang merebutnya. Yah kau taulah… lelaki jaman sekarang sulit di percaya”

 

“Sulit dipercaya? Oh ya kau benar! Lelaki terakhir yang kutemui saja telah menipuku dan memaksaku untuk mengurus anak setan!” ucapku sambil berlalu meninggalkan Kyuhyun yang tercengang mendnegar ucapanku.

 

“Yya!! Choi Sooyoung tunggu aku!!”

 

Tuhan…kenapa aku harus mengalami kesialan semacam ini.

 

Delete or lanjut?

Comment yap.

Ohiya disini ada yang main RP di twitter ga? Ayo ngacung! Follow aku ya @soowssi I still wait for Kyuhyun’s RP nih, secara akhir-akhir ini agak sulit nemuin KYUYOUNG couple di RolePlayerWorld jadi agak kesel sendiri gitu. -_- ini kok gue berasa promosi diri sendiri gitu ya? Ah bodolah:/ jangan sombong-sombong ya yang main RP, wajib-kudu-harus follow aku;p *maksa* oke readers ,see ya!

 

Advertisements

178 thoughts on “Nuguya? [1 of 2]

  1. phiaa says:

    lucu bgd igh ceritanya…
    penasaran ama lanjutannya,, apakah kyu berhasil mematahkan kutukan tersebut?? lalu bagaimana hubungan soo dengan pacarnya??? apa yang akan dilaukan kyu ya??? pasti hal-hal yang menarik deh…

  2. Kimberly Sooyoungster says:

    Annyeong,..aku reader baru. Keren thor, lanjut ya,…udah penasaran tingkat dewa nih. Wkwkwk,..semangat..!

  3. Rizky NOviri says:

    haha…
    kasian soo..
    punya salah apa sampe.harus berhadapan ama anak setan. haha

    lucu.. seru.. beda dari yang lain.. daebak
    lanjuuuttt… 😉

  4. weeni leon says:

    baaaaaaaaagggggguuuuuusssssss bbbggggtttttttt…
    Lanjuty dong thorrr..
    Menarik bgtt cerita nyyaa…
    Next part ny dtunggu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s