HEARTACHE; Prologue

HEARTACHENEW

HEARTACHE; Prologue

Sookyubiased present

Starring

Choi Sooyoung | Cho Kyuhyun

Romance,drama

Ini versi remake dari part satu kemaren, disini ada perubahan gaya bahasa dan juga penggambaran sifat Choi Sooyoung yang akan berpengaruh ke jalan cerita selanjutnya. Silahkan dibaca kembali agar di part berikutnya lebih jelas.

Prologue

 

“Lagi?!” Yoona berseru setelah menemukan salah satu kursi di deretan paling belakang kosong. Bukan karena pemilik kursi itu merupakan teman dekatnya, mereka hanya dihubungkan dengan status teman sekelas, tidak lebih. Tetapi bukan karena alasan sepele itu Yoona sampai terkejut menemukan kursi itu kosong melainkan karena ini sudah lebih dari kesepuluh kalinya pemilik kursi itu di panggil ke ruang guru dalam semester ini,alasan mengapa kursi itu kosong. Yoona melirik gadis yang duduk disebelah kursi kosong itu, gadis itu nampak sedang mendengarkan lagu menggunakan earphone sambil memejamkan matanya tampak menikmati. Tetapi Yoona tau jika gadis itu tidak benar-benar sedang menikmati.

“Sooyoung” butuh waktu beberapa detik sampai akhirnya Sooyoung memutuskan untuk merespon panggilannya. Dengan gerakan yang ogah-ogahan gadis itu melepas earphone dari telinganya dan menatap Yoona dengan wajah datar. Yoona harus maklum dengan ekspresi yang dimiliki gadis itu sangat minim. Gadis bernama Sooyoung itu memang terkenal selalu berwajah dingin dan datar sejak mereka sama-sama bersekolah di SMA JeongShin. Jujur saja, Yoona sendiri sangat malas untuk bertanya pada Sooyoung jika bukan karena statusnya sebagai ketua kelas yang mengharuskannya perduli dengan apa yang terjadi pada teman-teman sekelasnya. Dan dalam kasus ini, hanya Choi Sooyoung yang bisa ia beri pertanyaan.
“Kenapa?” tanyanya singkat. Yoona menghela nafasnya. Sooyoung terlihat sangat santai namun Yoona tau Sooyoung pasti sedang memikirkan sesuatu dalam pikirannya. Yoona memilih duduk di depan kursi Sooyoung dan menopang wajahnya dengan sebelah tangan.Dia masa bodoh jika Sooyoung akan menilainya sok akrab. “Kyuhyun di panggil lagi?” Sooyoung hanya mengangguk sebagai jawaban membuat Yoona ingin sekali mendengus, namun tatapan mata Sooyoung mengarah padanya saat ini jadi Yoona mencoba memasang wajah ramahnya.

“Kau mengkhawatirkannya ya?” Sooyoung melirik kursi kosong disebelahnya. Ia mendesahkan nafas  berat. Meskipun ia mencoba bersikap acuh Yoona tau kalau pikiran Sooyoung pasti tengah dipenuhi si pemilik kursi kosong itu. Sooyoung lalu kembali merebahkan kepalanya diatas meja dan memilih mengacuhkan Yoona. Yoona harus pasrah karena Sooyoung lagi-lagi tidak ingin berbagi dengannya dan memilih bersikap tidak peduli. Yasudahlah, yang penting dia sudah bertanya dan memberikan sedikit perhatiannya dan keperduliannya sebagai ketua kelas. Sisanya, biarkan saja menjadi urusan Sooyoung dan si pemilik kursi tersebut.

Dilain ruangan nampak tiga orang anak laki-laki sedang berdiri dengan kedua tangan diangkat diatas kepala. Di depannya seorang pria berusia pertengahan tiga puluh menatap salah satu dari ketiga anak itu dengan pandangan teramat lelah. Usianya baru menginjak tiga puluh lima tapi jika harus terus menghadapi murid-murid macam ketiga murid didepannya kini ia rasa ia akan dengan sangat cepat memiliki uban dan keriput diwajahnya.

“Tidakkah kalian lelah?” tanyanya pada ketiga anak lelaki yang wajahnya sudah penuh lebam dan darah, namun tatapan matanya hanya mengarah pada salah satu murid laki-laki yang bisa dibilang wajahnya paling bersih diantara yang lain. Dua murid berwajah penuh memar itu menunduk, mereka tak berani menatap balik wajah guru didepannya yang meskipun terlihat tidak marah namun sebenarnya menyimpan geram dalam kepalanya dan bisa saja meledak jika mereka salah bicara.

“Kenapa? Kenapa kami harus lelah? Kami kan hanya gerak badan bukannya habis kerja rodi” Ucapan polos yang sangat kentara dibuat-buat itu berhasil membuat sang guru menghela nafasnya mencoba meluruh segala emosinya. Dia menatap miris ketiga anak-anak itu.Tetapi lagi-lagi tatapan itu lebih ditekankan pada anak laki-laki yang baru saja menjawab pertanyaannya. Yang kini dengan santainya memasang mimik teramat santai. Tidakkah ia sadar jika dialah poros dari masalah ini?

Pria itu menghela nafasnya lagi sebelum bersuara. “Tidakkah kau lelah berurusan denganku? Kau hampir belasan kali keluar masuk ruang guru dalam satu semester, Cho Kyuhyun. Tidakkah kau lelah?” lelaki yang dipanggil Kyuhyun itu tersenyum remeh. Kedua anak disebelahnya membelalakan mata tak percaya. Sepertinya Kyuhyun sudah tidak waras. Ia tidak hanya cari masalah dengan sesama murid tapi juga dengan guru! Mereka berjanji dalam hati tidak akan lagi cari masalah dengan orang bertitel Cho Kyuhyun itu.

Pria itu bangkit dari kursinya agar posisinya jadi lebih tinggi dibanding ketiga muridnya. Ditatapnya satu persatu ketiga murid itu, namun lagi-lagi matanya terfokus pada satu orang yang sama. “Hukuman macam apalagi yang harus aku berikan padamu, Cho Kyuhyun” desis sang guru sambil melemparkan tatapan lelah-teramat lelah-. Ia sudah lelah hati dan fikiran mengurusi anak muridnya yang satu itu. Sudah ribuan nasihat bahkan hukuman untuk muridnya yang satu itu namun nampaknya semua itu sia-sia karena Kyuhyun nampak sangat senang membuat masalah sehingga gurunya itu harus sering memanggilnya ke ruang guru.

Kyuhyun memamerkan giginya yang putih dan rapih. “Guru Lee, kalau begitu lepaskan aku. Percuma kau menghukumku, hal ini akan tetap terjadi” Ucapan itu benar-benar diucapkan dengan nada yang sama sekali tidak mengandung penyesalan atau rasa bersalah di dalamnya. Dan itu sangat berhasil membuat gurunya ingin melemparinya dengan apasaja yang ada didepannya namun sebisa mungkin pria bermarga Lee itu menahannya. Ia melepas kacamatanya dan mengusap bekas kacamata dihidungnya.“Kalian berdua, Hwang Chanyeol dan Song Taeyang! Aku serahkan urusan kalian pada wali kelas kalian.” Setelah berkata begitu kedua murid itu pergi sesuai ucapan guru Lee, meninggalkan guru matematika itu dengan muridnya-murid favoritenya-, Cho Kyuhyun.

“Sekali lagi Cho, aku akan menskorsmu atau bahkan mengeluarkanmu. Ku pastikan ayahmu menerima surat peringatan dari sekolah yang entah sudah keberapa ini. Hukumanmu akan dibicarakan dengan kepala sekolah, jadi sekarang pergi bersihkan wajahmu dan kembali ke kelas!” seraya mengetikkan surat yang sudah Kyuhyun hafal pastilah surat peringatan yang ditujukan untuk ayahnya. Kyuhyun tersenyum seolah ia sedang bergurau dengan pria dihadapannya. Wajah cerianya membuat sang guru merasa benar-benar ingin meledak.

Kyuhyun lalu bangkit dari posisi dihukumnya tanpa perlu repot-repot menunggu perintah dari gurunya yang menurut Kyuhyun akan diucapkan setelah proses pengetikan surat selesai yang itu berarti butuh waktu sekitar enam sampai delapan menit dan Kyuhyun sudah terlalu pegal untuk itu. “Aku juga berharap ia akan pulang setelah mengetahuinya” ucapnya membuat sang guru memukul kepalanya. Membuatnya mengaduh namun tentu saja diacuhkan oleh gurunya yang justru berteriak.

“Bocah kurang ajar! Pergi!”

Kyuhyun lagi-lagi tersenyum riang. Bahkan sempat-sempatnya ia melambaikan tangannya dan berteriak “Oke, pak! Aku pergi dulu!” lalu berlalu pergi disertai tawa riang yang membuat gurunya itu benar-benar melemparkan spidol ke punggungnya dan berseru frustasi.

“CHO KYUHYUN!!!”

Sooyoung kembali ke kelas untuk mengambil dompetnya yang tertinggal. Karena sedang istirahat makan siang suasana kelas sangatlah sepi. Hanya ada empat orang didalamnya dan tiga diantaranya bersiap untuk pergi begitu Sooyoung masuk. Bangku yang tadinya kosong kini sudah dihuni oleh penghuninya. Cho Kyuhyun nampak sedang merebahkan kepalanya diatas meja. Sooyoung menghela nafas lalu berjalan menghampiri mejanya, melakukan niatnya untuk mengambil dompet.

Namun sebelum ia kembali ke kantin ia mendekati Kyuhyun membuatnya membuka mata dan menegakkan kepalanya. Ia tersenyum riang. Hai, Sooyoung!” sapanya ceria, kontras dengan ekspresi Sooyoung yang sangat dingin menatapnya. Dengan gerakan cepat sebuah pukulan mendarat di dahi lebarnya membuat lelaki itu mengaduh.

Astaga, itu sakit Soo!” keluhnya yang hanya dibalas tatapan kesal Sooyoung.

“Idiot!” sebelum Kyuhyun bisa menjawab makian Sooyoung, gerakan cepat Sooyoung mendahuluinya. Dengan penuh perhatian Sooyoung tutupi luka diwajah Kyuhyun dengan perekat luka. Kyuhyun hanya bisa menerima perlakuan yang sudah biasa ia terima ini dengan bibir tertekuk keatas membentuk senyuman.

“Terima kasih” Hanya itu yang bisa menggambarkan bagaimana sebenarnya perasaan Kyuhyun. Dan pada kenyataannya perasaan itu selalu tercipta untuk Sooyoung. Perasaan berterima kasih. Sooyoung memilih untuk mengabaikan ucapan terima kasih Kyuhyun dan fokus pada pekerjaannya saat ini yaitu memasangkan plester di setiap luka di wajah tampan Cho Kyuhyun. Setelah selesai ia menghela nafas berat.“Aku bosan mendengarmu mengucapkan kata itu” desis Sooyoung sambil bergegas pergi meninggalkan Kyuhyun. Pemuda itu hanya memamerkan cengirannya.

“Hey,kau mau kemana?” teriaknya melihat Sooyoung sudah melangkah pergi.

“Kantin”

“Ikut!”

“Kau sedang dihukum, kau mau mati?!”

“hehe”

***

Brak. Sebuah bunyi benturan kursi dengan kursi lainnya membuat suasana riuh yang tadinya menggema berubah menjadi hening perlahan. Seorang gadis dengan kaki jenjangnya dengan cepat meninggalkan tempat yang menjadi tempat keramaian ketika jam istirahat. Beberapa orang menatapi kepergian gadis itu sambil sesekali berbisik.

“Pasti lagi-lagi berurusan dengan kepala sekolah? kasihan Sooyoung”

“Cho Kyuhyun tampan, tapi wajah tampannya itu selalu dipenuhi lebam”

“Gadis dingin seperti Sooyoung bersahabat dengan laki-laki urakan dan nakal seperti Kyuhyun. Apa yang membuat mereka bisa bersahabat sedekat itu?”

“Aku rasa Sooyoung menyukai Kyuhyun hingga ia rela melakukan itu untuknya”

“Tidak. Pasti Kyuhyun juga menyukai Sooyoung sehingga memaksa gadis itu untuk melakukannya”

“Jika dia suka dia tidak akan membuat gadis itu ikut-ikutan dalam masalah yang dibuatnya”

“sudahlah itu bukan urusan kita”

Seperti biasa komentar berbagai macam masuk melalui telinganya yang sudah kebal dengan kalimat yang sama. Kalau tidak kalimat iba ya kalimat mencibir. Gadis bernama Sooyoung itu berjalan melalui koridor dengan wajah datar. Sesungguhnya gadis itu amat bosan bolak-balik memenuhi panggilan kepala sekolah atau guru akibat sahabatnya, Kyuhyun. Trouble maker terkenal di sekolahnya. Namja itu wajahnya tampan dan cool, sayang sekali kelakuannya sangat bertolak belakang dengan wajahnya. Setiap hari ada saja onar yang membuatnya harus keluar-masuk ruang kepala sekolah, ruang guru dan ruang konsultasi siswa. Dan jika sudah begitu hanya ada satu orang yang akan datang menjaminnya untuk menjalani masa hukuman dengan benar dan menasehati agar tidak mengulangnya lagi, tapi tetap saja setelah masa hukuman selesai Kyuhyun akan kembali berbuat onar. Tidak sedikit lelaki yang terkena jotosnya. Dulu Kyuhyun sering membolos, namun semenjak Sooyoung masuk ke kelas yang sama dengan Kyuhyun lelaki itu tidak berani lagi membolos. Jikapun membolos hanya untuk beberapa jam pelajaran dan hanya disekitar sekolah.

Hubungan Sooyoung dan Kyuhyun sendiri merupakan sahabat sejak mereka masih sama-sama belum bisa berbicara. Keduanya sudah bertetangga sejak mereka masih dalam kandungan. Sooyoung dan Kyuhyun hanya terpaut usia tujuh hari dimana Kyuhyun lahir lebih dulu. Keduanya sangat dekat karena mereka sering menghabiskan waktu bersama sejak kecil jadi tidak diragukan lagi jika mereka sudah mengenal luar dalam.

Dan jika dibandingkan berapa banyak waktu yang Kyuhyun habiskan dengan keluarganya atau dengan Sooyoung jawabannya adalah Sooyoung. Ibu Kyuhyun meninggal ketika Kyuhyun masuk sekolah menengah pertama dan sejak saat itu Kyuhyun mulai menunjukkan sikap biang onarnya. Ayahnya sangatlah sibuk dengan perusahaan yang dijalaninya membuatnya jarang berada dirumah dan membuat Kyuhyun kekurangan perhatian. Beruntung Kyuhyun punya Sooyoung dan keluarganya yang sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.

“Ck! Aku lelah! bisakah kau berhenti membuatku harus mondar-mandir menjaminmu?” ujar Sooyoung kesal sambil membereskan buku-buku Kyuhyun ke dalam tasnya. Kyuhyun menatap kosong ke jendela sambil melipat tangannya di dada bagai tidak memperdulikan ocehan Sooyoung. Sooyoung melempar tas namja itu ke hadapannya dan meninggalkan Kyuhyun dari kelas.

“Sooyoung!” teriak Kyuhyun membuat Sooyoung berhenti melangkah. Kyuhyun meremas ranselnya. Sooyoung mencoba mendengar apa yang akan Kyuhyun katakan namun sahabatnya itu tak kunjung mengatakan apapun dalam beberapa detik membuat Sooyoung menoleh tak sabar ke arah sahabatnya.

“Apa? Apa yang ingin kau katakan?!” teriak Sooyoung kesal karena Kyuhyun hanya diam saja. Sooyoung melihat ekspresi Kyuhyun yang nampak bersedih. Tidak perlu Sooyoung bertanya keadaan Kyuhyun sekarang ia sudah sangat mengenal sahabatnya itu sehingga cukup baginya hanya melihat wajah laki-laki itu dan ia mengerti, sahabatnya itu sedang bersedih.

Sooyoung melangkah mendekati Kyuhyun diulurkannya sebelah tangannya pada Kyuhyun. “Ayo” ajaknya pada Kyuhyun. Kyuhyun tak berkata apa-apa dan langsung menerima uluran tangan Sooyoung dan mengikutinya.

Dalam perjalanan menuju halte bus keduanya sama-sama berdiam diri sambil tetap bergandengan. Memasa bodokan orang lain yang menilai mereka seperti sepasang kekasih. Keduanya hanya berjalan dalam diam.

“Sooyoung..” panggil Kyuhyun membuat gadis itu menyahutnya dengan deheman.

“Maaf, aku menyebabkan banyak masalah dan merepotkanmu” Sooyoung berdecih mendengar ucapan Kyuhyun. Berusaha untuk mencairkan suasana. “Sudahlah, kau membuatku merasa aneh mendengar kau merasa bersalah seperti itu” ucap Sooyoung datar.

“Ayah tidak pulang hampir sebulan. Jadi…” Sooyoung menghentikan langkahnya yang otomatis membuat langkah dan kata-kata Kyuhyun juga terhenti.

Matahari sudah hampir tenggelam membuat suasana disekitar mereka menjadi oranye. Sooyoung menatap Kyuhyun iba. Dia tau tindakan Kyuhyun selama ini menjadi biang onar hanya untuk memancing perhatian ayahnya. Karena itu selama ini Sooyoung tak pernah protes dan dengan suka rela menjadi  penjamin laki-laki itu saat ia dipanggil oleh pihak sekolah. Tetapi jika terlalu sering Sooyoung khawatir Kyuhyun justru akan dikeluarkan. Dan ia tidak bisa lagi mengawasi sahabatnya itu jika mereka tidak berada di sekolah yang sama.

“Kau bisa mencari cara lain Kyuhyun, bukan dengan terus-terusan menjadi biang onar” ucap Sooyoung berusaha menjaga nada bicaranya agar tidak menyinggung Kyuhyun.

“Dengan cara apa?” tanya Kyuhyun dengan nada remeh sambil melangkah ke arah halte yang jaraknya hanya beberapa langkah lagi dari tempat mereka. Kyuhyun duduk dibangku halte yang langsung diekori Sooyoung.

“Dengan cara meningkatkan prestasimu?” Kyuhyun tertawa masam.

“Kau sendiri tau aku pernah mencoba dengan cara itu” Sooyoung mengangguk membenarkan. Kyuhyun pernah mencoba menarik perhatian ayahnya dengan menduduki peringkat dua dikelas namun usahanya itu hanya dihadiahi ayahnya dengan seperangkat game console terbaru dan sebuah kartu ucapan yang diketik yang Kyuhyun ragukan ada andil dari ayahnya dalam hadiah itu selain uang yang ia keluarkan untuk itu.

“Paman Cho mungkin sedang sangat sibuk” ucap Sooyoung mencoba menghibur. Kyuhyun mengedikkan bahunya. “Aku tidak yakin. Dia sudah sibuk terlalu lama. Mungkin dia sudah melupakanku sebagai anak” Sooyoung memukul kepala Kyuhyun membuat sahabatnya itu mengaduh.

“Hentikan omong kosongmu itu” nasihat Sooyoung membuat Kyuhyun hanya bisa diam. Tanpa perlu Sooyoung memelototinya, hanya dengan sepatah kalimat bernada tajam Kyuhyun memilih membungkam mulutnya. Baginya, efek Choi Sooyoung sebesar itu.

“Busnya sudah datang” keduanya memilih naik ke bus dan diam selama perjalanan.

Perjalanan dari halte menuju komplek rumah Kyuhyun dan Sooyoung terbilang cukup dekat. Mereka hanya perlu melewati beberapa blok untuk sampai di blok rumah mereka. Karena perjalanan singkat itu, mereka memutuskan untuk diam selama perjalanan. “Jangan telat untuk makan malam” ucap Sooyoung begitu mereka akan berpisah di depan rumahnya. Kyuhyun yang sejak tadi diam justru merespon dengan helaan nafas. Sooyoung menatapnya, menunggu apa yang akan Kyuhyun katakan.

Cukup lama Kyuhyun tidak merespon hingga akhirnya terdengar suara lirih dari mulut Kyuhyun. “Aku sedang ingin sendiri” setelah mengucapkan itu Kyuhyun melambaikan tangannya lemas dan berjalan menuju rumahnya yang berada persis disebelah rumah Sooyoung. Sooyoung hanya diam menatap punggung Kyuhyun yang nampak lesu itu sampai ia menghilang dibalik pagar rumahnya. “Pembohong.”

***

“Apa? Kyuhyun dipanggil lagi oleh pihak sekolah?” Sooyoung sudah bisa menebak jika respon Soojin seperti yang ditebaknya, kakak perempuannya itu berteriak sambil mengatur piring diatas meja makan. Sooyoung yang sedang melap peralatan makan disamping kakaknya itu mengangguk.

“Apa kata gurumu?” tanya Soojin lagi. Sooyoung meletakkan sumpit yang sudah ia bersihkan kedalam kotak sumpit. “Mereka meminta tolong padaku untuk lebih memperhatikan Kyuhyun dan menasehatinya. Sepertinya pihak sekolah sudah mengerti apa tujuan Kyuhyun selama ini” ungkap Sooyoung. Soojin mengangguk mengerti.

“Anak itu…” Soojin lalu melihat jam di dinding. Sudah saatnya makan malam dan Kyuhyun tidak juga muncul membuat Soojin mengernyit.“Sooyoung,kenapa kau masih disini? Sana panggil Kyuhyun untuk ikut makan malam” perintah Soojin membuat Sooyoung mengangguk. Namun Sooyoung mengurungkan langkahnya.

“Mungkin dia sedang ingin sendiri”

Soojin mengernyit menatap adiknya yang kini kembali duduk. Bagaimana mungkin Sooyoung mengira Kyuhyun ingin sendiri disaat bocah itu justru membuat onar hanya untuk sebuah perhatian dari ayahnya. “Kau bercanda? Dia kesepian dan butuh teman. Anak itu hanya tinggal dengan pelayannya. Mereka tidak mungkin makan bersama” jelas Soojin. Namun Sooyoung teringat kata-kata Kyuhyun sebelum mereka berpisah di halaman tadi.

Sooyoung menatap peralatan makan didepannya. Dia juga membenarkan apa kata Soojin tetapi dia hanya ingin menghargai keinginan Kyuhyun. “Dia bilang dia ingin sendiri” ucap Sooyoung tak yakin. Soojin menghentikan aktifitasnya mengatur meja makan dan menatap adiknya.

“Kau percaya?” tanyanya serius. Sooyoung menatap kakaknya dan menggeleng.

“Terdengar ditelingaku seperti… aku tak ingin sendiri, jangan tinggalkan aku” Soojin tersenyum lalu mengangkat sebelah alisnya.

“Jadi kau sudah tau kan jawabannya?”

Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya Sooyoung memutuskan untuk segera berlari ke rumah Kyuhyun yang berada persis disebelah rumahnya. Hanya perlu beberapa detik saja untuk Sooyoung menyebrangi halaman rumahnya menuju rumah Kyuhyun. Dan Sooyoung terkejut menemui Kyuhyun di depan pagar rumahnya.

“Kyuhyun?” Sooyoung menatap Kyuhyun yang sudah bertengger didepan rumahnya entah sejak kapan itu bingung.

“Sooyoung, aku…ingin sendiri” lirih Kyuhyun.

“Apa?”

“Aku..ingin send—“ Sooyoung maju menghampiri Kyuhyun dan membekap mulut Kyuhyun.

“Aku mengerti. Masuklah, Ibu memasak samgyeupssal” potong Sooyoung lalu menarik Kyuhyun ke dalam rumahnya. Rumah yang selalu berhasil memberikannya kehangatan. Kehangatan yang tak pernah ia dapat di rumahnya sendiri. Dan lagi-lagi hanya satu kata yang bisa Kyuhyun ucapkan pada sahabatnya. “Terima kasih, Choi Sooyoung”

***

“Jadi anak itu mendapat surat peringatan lagi dari sekolah?” tanya seorang pria berusia pertengahan empat puluh sambil menatap pemandangan malam dari balik kaca ruangannya. Ditangan kirinya ia tengah memegang gelas kristal berisi wine kesukaannya.

“Ya, tuan. Dan pihak sekolah meminta anda untuk datang ke sekolah” ucap asisten pribadinya membuat pria itu mendesah. Ini sudah yang kesekian kalinya ia dipanggil karena anak laki-lakinya membuat onar disekolah.

“Apa lagi yang dilakukan anak itu?” tanyanya dengan nada datar.

“Berkelahi di sekolah” pria itu lalu meletakkan gelasnya diatas meja dan memilih untuk duduk diatas kursi kerjanya yang empuk. Ia mencoba untuk menenangkan dirinya.

“Dia masih belum menyerah rupanya.” Desisnya sambil menatap ke layar gelap macbook didepannya. Ia lalu menatap asistennya dan berujar. “Hubungi pihak sekolah dan katakan pada mereka aku akan datang tapi tanpa diketahui olehnya”

Dilain tempat Kyuhyun sedang termenung di tepi kolam renang milik keluarga Choi. Sewaktu kecil ia sering kali menghabiskan waktunya di kolam itu dengan berenang. Namun sejak ia dan Sooyoung tumbuh menjadi remaja keduanya hanya menghabiskan waktu di tepi kolam menikmati udara bebas. Kyuhyun tak menyadari jika Sooyoung sudah berada disebelahnya dengan sekantung kripik kentang. Suara ribut kripik yang dikunyahlah yang berhasil membuat remaja itu melirik ke sebelah kirinya.

“Apa yang kau fikirkan?” tanya Sooyoung dengan mulut penuh kripik. Kyuhyun menggeleng menatap kelakuan sahabatnya itu yang sama sekali tidak tau malu. Ia lalu merogoh kantung kripik dan meraih beberapa potong dan memasukkannya sekaligus kedalam mulutnya.

“Ayah…menurutmu dia akan datang?” Sooyoung menghentikan kunyahannya dan mencoba menelannya. Seharusnya ia tidak bertanya, ia tidak tega melihat ekspresi Kyuhyun yang sangat merana saat ini.

“Hmm dan kau akan dipukuli habis-habisan karena mengganggu pekerjaannya dengan keonaranmu” ucap Sooyoung yang tentu saja hanya bercanda. Karena keduanya sama-sama tau jika ayah Kyuhyun adalah pria lembut yang sangat menyayangi Kyuhyun. Hanya saja ia berubah menjadi pria yang sangat-sangat sibuk sejak kepergian Cho Hana-Ibu Kyuhyun-.

Kyuhyun terkekeh, kekehan yang dibuat-buat dan jatuhnya seperti kekehan yang menertawakan dirinya sendiri. “Andai saja itu terjadi. Aku rela dipukuli hingga babak belur asalkan bisa bertemu dengannya” Sooyoung menggigit bibir bawahnya. Hatinya terasa sakit dan pedih melihat kesedihan Kyuhyun. Tangannya terulur dan dengan cepat ia mencubit pipi Kyuhyun. Mungkin di beberapa drama saat seorang gadis mencubit pipi seorang laki-laki terlihat manis dan menggemaskan. Tetapi cubitan Sooyoung benar-benar bermaksud menyadarkan Kyuhyun dan jatuhnya adalah menganiaya.

“Luka dipipimu saja belum sembuh dan kau ingin menambahnya? Kau tau berapa banyak plaster yang sudah ku habiskan untukmu hah?” kata Sooyoung sambil menarik pipi Kyuhyun membuat Kyuhyun mengaduh kesakitan.

Sooyoung tidak berhenti hanya karena Kyuhyun mengeluh kesakitan, ia justru menambah intesitas cubitannya. “Aku yang akan memukulimu kalau kau membuat onar lagi. Sekarang pulanglah dan tidur! Kita harus pergi sekolah besok” seraya melepaskan cubitannya Sooyoung memerintah sambil berdiri yang mau tak mau diikuti oleh Kyuhyun. Sooyoung lalu berjalan masuk ke rumahnya namun sebelum ia mencapai pintu samping tangan Kyuhyun menahannya.

“Sooyoung” panggilnya membuat gadis itu menatapnya dengan alis naik sebelah. “Terima kasih” bisiknya pelan diiringi senyuman manis. Sooyoung maju selangkah dan tanpa Kyuhyun sadari ia sudah mendapatkan jitakan dikepalanya. “Pulang!” dan dengan kecepatan penuh Kyuhyun berlari menuju rumahnya diiringi tatapan Sooyoung sampai Kyuhyun tak terlihat lagi ditelan pekatnya malam dihalaman sampingnya. Dan seulas senyum menguar dibibirnya.Senyum yang sangat jarang ia tunjukan kepada siapapun. Senyum yang selalu disimpannya hanya untuk dirinya sendiri. Dan mungkin akan ia bagi saat waktunya tepat.

Tbc

Advertisements

51 thoughts on “HEARTACHE; Prologue

    • sookyubiased says:

      subjudulnya beda(?) ada kok karakter Sooyoungnya lebih ditekenin kalo dia itu dingin karena yang kemaren Sooyoungnya ga keliatan dingin, tp kalo menurut kamu masih sama yoweslah wkwkwk

  1. Nine Nur Muharamah (Shin Hyunra) says:

    aku awalny lupa ini ff yg mana, eh aku inget pas baca, aku komen kok Author di ff ini yg belum diremake^^
    btw, itu Soo jd dingin gitu ya? eh atau perasaan aku aja? Kyu nya.. nyante banget ngadepin guru aigo Cho Kyuhyun..ckck
    Kyuhyun ada rasa ga ya ama Soo, Soo nya sih keliatan ada rasa gitu..
    ohiya Author, sedikit koreksi dari aku, yg kalimat ‘meskipun ia bersikap acuh Yoona tahu kalau..’ kalo abis kata acuh dipakein koma bisa ga Author? aku takutnya ini udh sesuai eyd, entah aku salah atau gimana, tp kalo baca bagian itu aku nyambung jd aga bingung.. maaf Author, jgn tersinggung ya, ini pendapatku doang kok *bow..
    ditunggu kelanjutannya sama ff yg lain.. fightiinngg!!!^^

  2. Rizky NOviri says:

    kok aku g ngerasa perbedaan nya ya, apa kirang fokus bacanya ato lupa yg blm d remakenya 😀

    rasanya masih sama.. sama sama sangat menanti lanjutan nya.. 😀

    next cpt di publish ya thor.. hehe

    semangat

  3. Elis sintiya says:

    Ohh.. Ff ini aku udh baca thor
    Ok lah tinggal nunggu ff selanjutnya dari author 😃😃
    Hwaiting hwaiting hwaiting

  4. herma pristianti says:

    kenapa sooyoung jadi dingin? bknnya kata yoona sooyoung dingin semenjak masuk sma ? atau yg dimaksud yoona dia tau sooyoung dingin waktu pertama masuk sma ?yasudahlah…oh ya next thor aku makin kepo knp ayahnya nggak ngomong aja sih ke kyu kalau dia datang ke sekolah kan biar kyu nggak ngelakuin onar lagi . ihhh sebel deh sama ayahnya kyu

  5. Dekyusoo says:

    apa karena aku yg kurang fokus ya, makannya nggak tau dimana beda nya ..
    tapi, ditunggu kelanjutannya ..

  6. lely says:

    awalnya emang bingung bedanya dimana dan baru sadar pas baca ulang sooeon emang keliatan lebih dingin disini–‘ lanjut thor~ semangattt~

  7. Putri Fitriani says:

    ffnya buatan author memang daebak
    bagus banget
    suka deh sama persahabatan soo eonnie dan kyuppa
    tapi lebih suka lagi kalau persahabannya jadi cinta, hehehe
    aku makin gak sabar nih nunggu part dimana mereka udah dewasa
    next part ditunggu lo ya
    semangat ya!!

  8. Okeyoungiester says:

    Berarti ini yg beda pas karakter dinginnya Syoo lbih ditekanin ? bagus bagus. Kyak komenku yg sblum di remake *seingatku sih aku udah komen yah -.- * Semangat buat lanjutnya 😉

  9. Giraffe says:

    hmm jadi remake nya itu pas.part nay sooyoung bukan? dia baik sama kyu doang? aduh apa aku yg lupa nih sama part sblum di remake? hahah
    pokonya ditunggu kelanjutannya ya^^

  10. Sistasookyu says:

    Kurang paham beda nya sama sebelumnya hehehe
    karna kalo dari sudut pandang aku syo tetep ada perasaan gitu ke kyu..
    Secara syo care abis, terlepas dia juga simpati sih sama kehidupannya kyu
    good job! dilanjut saja~

  11. CicyRSp says:

    owh di sini soo nya emang jadi lebih dingin karakternya, kalau gak salah di versi sebelumnya author minta pendapat next chapnya dewasa atau full school, jadi gak sabar ditunggu nextnya thor, Hwaitting!! 😀

  12. Di says:

    Perbedaannya cuma di percakapan antara sooyoung-yoona ya? Karakter sooyoung yang dingin lebih di tonjolin walaupun dikit.

  13. Yaya says:

    Aku masih belum paham dimana letak perbedaannya… Ya sudahlah kalau begitu next partnya ditunggu, jgn lama2 ya thor. Hhehe
    buat author tetap semangat nulis ffnya. 🙂

  14. mei says:

    Cerita sebelum di remake aku kayaknya belum baca nih..
    kyuhyun kasian pengen diperhatiin sm ayahnya..
    Soo dingin tp hangat sm kyuhyun aja nih..
    Next part ditunggu yaa

  15. husnulk says:

    Karakter syooo jadi lebih dingin ya?
    Duh si kyu mau ketemu ayahnya aja harus buat masalah dulu, kasian juga sih. Lagian kenapa pula ayahnya kyu juga ga mau ketemu kyu hadooh…
    Sperti biasa next part selalu ditunggu kehadirannya 😉

  16. willikyu says:

    awal’ya aq penasaran sama “HEARTACHE [One; His Reason]” jd aq search yg prologe.ya soal.ya aa ngerasa belum baca,.. pas ktemu trnyata aq udah baca..
    koment qu disini sperti’ya akan sama aja samm koment yg sblm di remake hanya saja aq merasa disini soo sikap.ya lebih cuek dibandingkan sama yg sbelum’ya..

    sblum’ya aq blm nemu ff yg sifat kyu yg sperti ini.. jika boleh aq minta pwd part selanjut.ya yaaa.. ^^

  17. nzizhh says:

    Sooyoung dingin bngt di sini smpe aku beku😨 kkk 😀
    Ska bngt ma pershabatan kyuyoung,, smoga ada bnih bnih cinta di antara mereka #abaikan😀😊

  18. megsmuggle says:

    ini rombakan yg “HEARTACHE (One: His Reason)” itu ya? Author rajin banget ngedit dari awal biar karakternya soo lebih jelas. Aku terhura T_T
    next chap nya jan lama2 ya thor, penasaran bgt :3

  19. ajeng shiksin says:

    bagus ff nya.. makin penasaran sama sifat mereka berdua apa lagi sama perasaan mereka.. di lanjut ia author penasaran nih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s