Nde, Yeobo! 1/2 [Nde, Sajangnim! AS]

nsas

Title: Nde, Sajangnim! After Story [Nde, Yeobo! 1/2]

Author: sookyubiased

Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung.

Other Cast: Find it yourself.

Genre: Romance, Family, Humor.

Rating: PG-16

Disclaimer: The story was mine but Kyuyoung belong to each other:3

Nde, Yeobo! 1/2

Suara musik ceria terdengar menggema memenuhi ballroom terluas milik Olympics Hotel yang sudah di hias dengan dekorasi yang sama cerianya. Balon-balon berwarna cerah bertebaran disana-sini. Keceriaan dari dekorasi dan musik yang mengalun nampaknya tersebar luas dan menginfeksi semua orang yang berada disana. Semua orang yang hadir nampaknya ikut merasakan kebahagiaan kedua calon orang tua yang sedang berdiri di tengah podium yang sudah dihias sedemikian rupa dengan wajah penuh senyum.

Namun kebahagiaan itu rupanya enggan singgah di hati seorang wanita yang sedang menatap iri pada pasangan yang menjadi raja dan ratu dalam acara ini. Wanita itu bahkan sudah memporak-porandakan makanan dipiringnya tanpa disadarinya karena sejak tadi memendam rasa cemburu. Sehingga sebuah sentilan mendarat didahinya wanita itu baru bisa mengalihkan tatapan cemburunya dari pasangan diatas podium saat ini dan beralih menatap si pelaku.

Sooyoung-wanita yang mendapat sentilan- menatap kesal si pelaku yang tidak lain adalah suaminya sendiri sambil memegangi dahinya. “Appo” lirihnya dengan nada kesal. Kyuhyun berdecak. Ia sudah sejak tadi menyadari tatapan istrinya yang menyiratkan kecemburuan pada pasangan diatas podium namun ia hanya diam saja namun setelah membiarkan istrinya itu terus menatap kesana hampir setengah jam Kyuhyun mau tak mau geram juga.

“Sooyoung-ah, dengan menatapi mereka seperti itupun kau tidak akan mendapatkan apa-apa!” nasehat Kyuhyun sambil mengiris daging dipiringnya. Membuat Sooyoung memanyunkan bibirnya.

“Tapi ini terasa tidak adil” keluh Sooyoung.

Kyuhyun yang telah selesai memotong daging dipiringnya dengan potongan kecil-kecil segera mengangkat piringnya dan menukarnya dengan piring istrinya yang isinya sudah tidak berbentuk seperti makanan. “Lalu keadilan seperti apa yang ingin kau dapatkan?” tanya Kyuhyun sambil mencoba menyantap makanan yang sudah dimodifikasi istrinya menjadi makanan abstrak.

Sooyoung menatap suaminya dan semakin memajukan bibirnya. “Kita sudah dua tahun menikah dan mereka baru saja menikah sepuluh bulan yang lalu! Dan sekarang mereka tengah mengadakan baby shower bukankah itu seperti mengolok-olok kita?” pertanyaan Sooyoung sukses membuat Kyuhyun kehilangan selera makannya dan sepenuhnya menatap istrinya yang kini tengah bertingkah kekanak-kanakan. Kyuhyun mencoba bersikap dewasa dan memberi pengertian kepada istrinya.

Tangannya terulur ke piring istrinya dan ia mencoba menusuk potongan daging kecil dari sana dan mengarahkannya ke mulut Sooyoung. “Sooyoung, anak adalah hadiah dari Tuhan. Kita tidak bisa mengatur kapan anak itu akan diberikan kepada kita, kita hanya perlu menunggu dengan berusaha sambil berdoa. Jawabannya ada pada Tuhan.” jelas Kyuhyun panjang lebar. Sooyoung yang mendengar kalimat penuh pengertian dari Kyuhyun mau tak mau mengangguk sambil mengunyah daging dimulutnya.

“Tapi… apa kau tak kecewa? Mungkin saja aku memang—“ sebuah daging kembali masuk dan menyumpal mulut Sooyoung hingga gadis itu tak bisa menyelesaikan ucapannya. Kyuhyun memasang wajah memperingati.

“Aku tidak suka dengan kata-katamu. Choi Sooyoung, kita tak boleh menyimpulkan sebelum Tuhan!” Sooyoung mengunyah dagingnya dalam diam, intonasi tegas Kyuhyun berhasil membungkamnya dan dia tidak lagi berkata-kata setelahnya.

Kyuhyun akhirnya memutuskan untuk mengajak Sooyoung pulang karena istrinya itu sama sekali tidak menikmati acara tersebut. Sepanjang acara dia hanya terus cemberut dan menggerutu untuk hal-hal nonsense, mungkin itu adalah cara Sooyoung untuk menunjukkan rasa cemburunya. Namun dibanding menimbulkan kesalah pahaman terlebih kepada kedua pasang calon orang tua yang tak lain adalah Seohyun dan Kris, membawa pulang Sooyoung merupakan keputusan terbaik.

Eonni kenapa kau tidak disini sampai acaranya usai? Akan ada banyak games berhadiah peralatan bayi dan—“ sentuhan dilengan Seohyun yang berasal dari Kris membuat wanita cantik yang berbeda satu tahun dibawah Sooyoung itu bungkam. Kris, suaminya lebih peka terhadap perasaan Sooyoung yang jelas terlihat tidak senang berada diacara ini. Kris paham karena Sooyoung dan kakaknya sudah menikah dalam waktu cukup lama namun belum diberikan seorang anak sedangkan dia dan Seohyun harus bersyukur karena istrinya diberi anugerah hamil diusia pernikahan mereka yang kedua.

“Mungkin Sooyoung sudah lelah, Hyunie” ucap Kris sambil tersenyum. Namun sialnya dia mendapat tepukan dikepalanya yang berasal dari Kyuhyun.

“Sooyoung, Sooyoung, Sooyoung! Dia itu kakak iparmu! Panggil dia dengan sebutan kakak ipar, anak nakal!” Kris mengelus kepalanya sambil menatap kakaknya dengan mulut merengut yang membuatnya tidak terlihat seperti pria berusia dua puluh tujuh tahun.

Sooyoung lalu memeluk Seohyun sekali lagi. “Maaf ya aku…uh sulit sekali mengucapkannya dengan tulus. Maaf Seohyun, aku masih sangat iri denganmu” Seohyun menggeleng lalu mengusap punggung istri kakak iparnya yang juga adalah istri mantan pacarnya. “Tidak apa-apa eonni, aku yakin Tuhan punya rencana yang indah untukmu. Terima kasih sudah datang!” Sooyoung mengangguk lalu melepas pelukannya. Ia memukul sekilas bahu Kris lalu berjalan dengan Kyuhyun menuju pintu keluar.

Kyuhyun melihat Sooyoung yang berwajah masam, ia mengeratkan rangkulannya pada tubuh langsing Sooyoung sehingga istrinya itu merapat padanya. “Sudahlah, mungkin Tuhan masih ingin kasih sayangmu hanya untuk aku seorang!” mendengar ucapan suaminya itu membuat Sooyoung mendongak menatap Kyuhyun dengan mata memincing.

“Kau selalu bertingkah seolah punya atau tidak punya anak itu bukanlah masalah. Kau tidak ingin punya anak ya?” Kyuhyun lalu menoyor kepala Sooyoung hingga wanita itu berseru cempreng. “Yya!”

“Cho Sooyoung, tutup mulutmu. Kau tidak sadar kau sedang berada dimana hah?” refleks Sooyoung menutup mulutnya dan menatap Kyuhyun sinis. Jangan kalian kira karena mereka sudah menikah aura bossy Kyuhyun terhadap Sooyoung hilang begitu saja. Meskipun pria itu banyak berubah, sifatnya sebagai seorang sajangnim untuk Sooyoung masih sering muncul. Dan begitupun dengan Sooyoung, meskipun sudah menjadi istrinya kadang kala sifat penurut layaknya sekretaris juga masih melekat padanya. Lalu tanpa aba-aba gadis itu menyentak tangan Kyuhyun yang sedari tadi bertengger di pinggangnya dan gadis itu berlalu meninggalkan Kyuhyun menuju lift. Beberapa orang yang melihat kejadian itu melemparkan tatapan padanya.

“Apa kalian lihat-lihat!” seru Sooyoung marah saat orang-orang disana masih menatapnya dan dengan segera orang-orang itu mengalihkan pandangannya dari si pemarah Cho Sooyoung.

***

Dalam perjalanan pulang Sooyoung tak mau membuka mulutnya. Dia bungkam dan memasang wajah ngambek yang terlalu dibuat-buat. Kyuhyun sendiri tidak begitu perduli dengan sikap diam Sooyoung karena dia cukup paham disaat-saat seperti ini Sooyoung memang tidak seharusnya diajak bicara atau moodnya akan semakin buruk.

Namun saat roda mobil Kyuhyun berhenti berputar di lampu merah, lelaki dewasa itu tak tahan untuk tidak mendengarkan suara Sooyoung dan akhirnya iapun memberanikan diri menyentuh puncak kepala Sooyoung. “Sooyoung…”

Sooyoung meliriknya dengan ekspresi datar. “Wae?” Kyuhyun mengelus puncak kepala istrinya itu lembut. “Sudah ya ngambeknya. Sampai kapan kau akan bertahan dengan bibir manyun seperti itu?” bukannya membenarkan bibirnya gadis itu justru menambahkan volume manyunnya beberapa inch.

Wae? Aku jelek? Seperti bebek?”

Kyuhyun terkekeh melihat tingkah Sooyoung dan ia menggeleng pelan. “Ani. Kau malah membuatku ingin menggigitnya” refleks Sooyoung membenarkan bibirnya seperti sedia kala. “Errrh! Mesum! Lihatlah lampunya sudah hijau!” seru Sooyoung sambil mengalihkan topik dan Kyuhyun tertawa karenanya.

Sooyoung mengalihkan tatapannya pada jalanan di depannya dan ketika melewati gerai es krim baskin robins gadis itu memekik, beruntung jalanan sudah agak lengang jika tidak sudah pasti terjadi tabrakan karena Kyuhyun menghentikan mobilnya secara mendadak. “Yya Cho Sooyoung! Waegeurre?” Sooyoung menggigit bibir bawahnya sambil memasang cengiran yang membuat Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Pria itu lalu menatap gerai yang terpampang disamping mobil mereka yang membuat istrinya itu memekik.

“Kau mau beli es krim?” tanya Kyuhyun dengan dahi mengernyit.

Sooyoung mengangguk antusias. “Nde, belikan ya?” Kyuhyun menghela nafas teramat panjang. Istrinya ini benar-benar deh! Bagaimana bisa wanita berusia dua puluh tujuh tahun ini membahayakan dirinya dan suaminya hanya karena es krim. Kyuhyun ulangi, es krim!

“Tapi berjanji setelah ini kau tidak memasang wajah murung dengan bibir manyunmu lagi, ok?” tanya Kyuhyun sambil memegang dagu Sooyoung dan menggerakannya sedikit. Sooyoung tersenyum senang dan mengangguk. “Nde, Sajangnim!” jawabnya membuat Kyuhyun terkekeh lalu mengecup sekilas bibirnya.

“Ukuran large ya!”

Sesampainya di apartment Sooyoung yang tanpa mau repot-repot mengganti bajunya dengan pakaian santai memilih langsung mendaratkan pantatnya di atas sofa didepan tv sambil menyantap es krim di pangkuannya. Kyuhyun hanya bisa menggeleng melihat kelakuan istrinya itu sambil melepaskan tuxedonya dan menggantungnya, lalu pria itu memilih untuk membersihkan diri dikamar mandi.

Ketika pria itu keluar dengan pakaian tidur beserta handuk yang menggantung dileher ia menemukan Sooyoung sudah hampir memakan setengah dari ember es krim ke dua. Kyuhyun tanpa sadar menatap istrinya itu takjub. “Aigo Sooyoung, kau memang shikshin sejati.” Sooyoung yang sedang menatap tayangan drama di tv sambil menyuap es krim mengalihkan tatapannya pada Kyuhyun. Wanita itu memberikan cengiran lebar. “Kau sudah selesai mandi?” Kyuhyun mengangguk sambil menggosok rambutnya dengan handuk lalu mengambil posisi duduk disebelah istrinya.

Sooyoung lalu bergeser dan menyandarkan tubuhnya pada tubuh Kyuhyun. Kyuhyun mencium pelipis Sooyoung lalu mengernyitkan hidungnya. “Istriku bau…” ucapnya, yang tentu saja bercanda. Sooyoung lalu menegakkan tubuhnya dan menatap Kyuhyun sinis. “Mwo?”

Kyuhyun terkekeh melihat ekspresi galak Sooyoung lalu pria itu menarik Sooyoung lagi untuk kembali ke posisi semula. “Aku bercanda!” Sooyoung menolak untuk kembali bersandar dan dengan cepat ia berdiri dan berjalan menuju pantry untuk membuang tempat es krimnya yang sudah kosong. Lalu tanpa memperdulikan Kyuhyun, wanita itu berjalan dengan kaki dihentak-hentakan menuju kamar tidurnya. Kyuhyun hanya bisa tertawa melihat kelakuan childish istrinya tersebut sambil menyusulnya.

***

Jam digital diatas nakas menunjukkan angka kosong tiga empat lima saat Kyuhyun merasakan guncangan ditubuhnya yang mau tak mau membuatnya terpaksa membuka mata. Ia mengucek matanya yang masih sangat rapat itu untuk melihat istrinya yang sejak tadi mengguncang tubuhnya.

Wae?” tanya Kyuhyun setelah akhirnya bisa membuka matanya meskipun hanya sedikit. Ia sudah terbiasa berdiam diri sejenak sebelum benar-benar bangun dan tidak pernah bisa langsung bangun seperti saat ini. Sooyoung tak menjawab melainkan hanya merintih sambil memegangi perutnya yang sepertinya sakit. Dan itu sukses membuat Kyuhyun membuka lebar matanya.
Kyuhyun mendekati Sooyoung dan memegang bahu istrinya itu. “Sooyoung? Kau kenapa? Sooyoung?” Sooyoung menatap Kyuhyun sambil menggeleng, bibirnya sudah pucat dan keringat sebesar biji jagung sudah memenuhi wajahnya.

“Sakit…” rintihnya. Tanpa fikir panjang Kyuhyun segera menggendong Sooyoung lalu meraih sembarang kunci mobilnya dan membawa istrinya itu ke lift. Disaat seperti ini Kyuhyun menyesalkan dirinya yang tinggal di lantai teratas sebuah apartment, jika mereka tinggal dirumah biasa Kyuhyun akan lebih cepat membawa istrinya ke mobil. Setelah meletakkan Sooyoung di kursi dan memasangkan sabuk pengaman Kyuhyun berlari ke kursi kemudi dan membawa mobilnya dengan kecepatan brutal menuju rumah sakit. Rasa panik benar-benar menghilangkan akal sehatnya. Lihat bagaimana seorang Cho Kyuhyun, CEO sebuah perusahaan besar yang profesional dan selalu berfikiran sehat dan masuk akal dibuat kacau balau oleh seorang Cho Sooyoung. Lelaki itu pasti sangat mencintai mantan sekretarisnya yang sudah dinikahinya selama dua tahun ini.

Kyuhyun berhasil membawa Sooyoung ke klinik milik temannya yang kebetulan buka dua puluh empat jam. Dan Kyuhyun bersyukur karena Sooyoung langsung mendapat penanganan yang tepat. Jessica Jung pemilik klinik tersebut yang juga merupakan dokter disana keluar dari ruangan rawat Sooyoung dan menemui Kyuhyun di kursi tunggu.

“Astaga, lihat CEO kita… bagaimana bisa dia keluar dengan baju tidur dan sandal rumah begini? Hahaha” Kyuhyun hanya bisa mencibir mendengar ledekan Jessica. “Aku panik, Sooyoung terlihat sangat kesakitan tadi” Jessica tertawa lagi. “istrimu itu memang kesakitan!”

Kyuhyun mengernyit. “Ada apa dengannya? Kenapa dia bisa sakit perut seperti itu?” Jessica lalu tersenyum penuh arti. “Kau tanya saja sendiri padanya, aku sudah berjanji untuk merahasiakannya” ucap Jessica sambil memasukkan stetoskop yang sejak tadi menggantung dilehernya ke dalam kantung jas dokternya. Kyuhyun menambah kedalaman kernyitan didahinya.

Yya apa yang perlu dirahasiakan?!” Jessica kembali tertawa sambil memukul bahu Kyuhyun. “Sudahlah, lebih baik kau urus administrasi dan menebus obat untuk Sooyoung lalu bawa dia pulang beberapa jam lagi!” Kyuhyun memicingkan matanya mencoba mengorek informasi lebih tentang sebenarnya apa yang terjadi pada Sooyoung namun Jessica nampaknya tidak terintimidasi dengan tatapan Kyuhyun dan justru berlalu menuju ruangannya setelah memberikan surat resep pada Kyuhyun.

Setelah membayar biaya perawatan dan resep Kyuhyun kembali duduk dikursi tunggu, menunggu obat-obatan Sooyoung dikemas. Ia melihat jam sudah menujukkan pukul enam pagi, lalu dia memutuskan untuk menelfon Ahra yang kemungkinan sudah bangun pagi itu.

wae Kyuhyun-ah?” tanya Ahra langsung dari sebrang.

Noona, hari ini apa kau bisa ke apartmentku?”

Mwo? Memangnya ada apa?”

“Sooyoung sakit dan aku khawatir jika harus meninggalkannya sendirian dirumah”

“Kenapa tidak kau saja yang menemaninya?”

“Aku ada rapat penting hari ini! Tenang saja, setelah rapat aku akan langsung pulang!”

Yya! Kau bicara begitu seolah aku ini enggan menemani Sooyoung. Tentu saja aku akan menemaninya bahkan jika sampai malampun aku bersedia jika kau memang tega!”

“Err terserah! Ya sudah! Ku tutup ya!”

“Hey tunggu dulu! Memang Sooyoung sakit apa?”

“Entahlah, sepertinya terjadi sesuatu dengan perutnya. Dokter Jessica tidak mau memberitauku apa penyebabnya.”

“Dasar bodoh! Kalau disembunyikan sudah pasti kejutan!”

“kejutan apa? Kau mau bilang kalau dia…”

Kyuhyun menghentikan kata-katanya saat sebuah kata melintas dikepalanya. Hamil. Kyuhyun lalu tanpa sadar mematikan telponnya dnegan Ahra. Dan kini pikirannya langsung dipenuhi dengan satu kata itu. Hamil. Hamil. Hamil.

Apa mungkin Sooyoung sengaja menyuruh Jessica tidak memberitaunya karena istrinya itu ingin memberikannya kejutan? Kyuhyun tersenyum sendiri, dadanya dipenuhi kebahagiaan hingga sesak rasanya. Ia ingin cepat-cepat menemui Sooyoung dan menghadiahi istrinya itu sebuah pelukan dan ciuman. Namun ia masih menunggu namanya dipanggil petugas apoteker.

“Tuan Cho Kyuhyun-ssi!” panggilan petugas apoteker membuat Kyuhyun setengah berlari kearahnya. Kyuhyun lalu menerima beberapa buah obat itu dengan wajah berseri-seri.

“Apa Jessica memberikan vitamin?” tanyanya membuat petugas apoteker itu mengernyit. “Maaf?” tanyanya tidak mengerti. Kyuhyun tidak ingin pusing-pusing mengulang dan dia justru mengucapkan terima kasih lalu berlalu untuk segera menemui Sooyoung.

Saat Kyuhyun ingin membuka pintu ruang rawat Sooyoung ternyata istrinya itu justru keluar dari ruangan Jessica. Kedua wanita yang terpaut usia satu tahun itu saling tertawa saat keluar dari sana. Kyuhyun lalu berlari menghampiri istrinya dengan wajah berseri-seri membuat Jessica dan Sooyoung menatapnya heran.

“Jessica terima kasih!” ucapnya sambil menjabat tangan Jessica membuat gadis kelahiran San Fransisco itu mengernyit.

“Kalau begitu kami pulang dulu! Sekali lagi terima kasih!”

***

“Aku sudah menelfon Ahra noona untuk menemanimu hari ini sampai aku pulang. Aku akan pulang sebelum makan siang. Setelah ini kau tidak boleh makan sembarangan! Kau harus memperhatikan gizi yang masuk kedalam tubuhmu, tidak ada minum bir kalengan dan minuma bersoda! Aku akan memastikan kulkas kita dipenuhi sayuran dan buah-buahan. Mulai sekarang kau harus kurangi kebiasaanmu makan ramen dan oh iya! Kopi! Aku tidak akan senang melihatmu lebih sering sarapan dengan segelas kopi, kau harus mulai menggantinya dengan susu! Aku akan belikan sepulang kerja nanti” Sooyoung menatap Kyuhyun takjub. Bagaimana bisa suaminya itu bicara dengan satu tarikan nafas dan intonasi cepat dengan kata yang begitu banyak? Kyuhyun sepertinya lebih cocok menjadi seorang rapper ketimbang seorang CEO perusahaan.

Kyuhyun melirik Sooyoung yang tidak meresponnya. “Sooyoung? Kau mendengarku kan?” tanyanya. Sooyoung lalu menutup mulutnya yang entah sejak kapan terbuka karena takjub mendengar ocehan Kyuhyun.

“Bagaimana bisa aku tidak mendengarnya?” tanyanya retoris.

“Aku akan memberitau noona jadwal obatmu! Kau tidak boleh telat meminumnya! Bayi kita pasti membutuhkannya!” apakah ada pesawat jet baru saja lewat sehingga pendengaran Sooyoung terasa terganggu? Atau memang Kyuhyun baru saja mengatakan hal aneh? Apa katanya? Bayi?

“Hah?”

“Kau tidak boleh membantah! Sepulang nanti aku akan membawakan makan siang, jadi kau tidak perlu makan masakan Ahra noona yang dikhawatirkan rasanya itu. Kau dengarkan kata-kataku Soo?”

“hah?”

“Sudahlah, aku tau kalau kau ingin memberiku kejutan tapi sayang… i know it already. Tapi tak apa, aku akan menghadiahimu ciuman dan pelukan saat kita sampai nanti!”

“hah?”

Setelah itu sisa perjalanan mereka dihabiskan dengan Kyuhyun yang terus mengoceh ini itu sedangkan Sooyoung hanya bisa berucap ‘hah’ dan anehnya Kyuhyun sama sekali tidak mempeributkan respon istrinya yang seperti orang idiot itu. Begitu sampai Sooyoung langsung menerima ciuman dari Kyuhyun sampai wanita itu terpojok didinding apartment mereka. Kyuhyun memberikan ciuman cukup dalam untuk istrinya itu sampai-sampai Sooyoung terengah. Lalu Kyuhyun memeluk Sooyoung sangat erat sampai-sampai Sooyoung sesak dibuatnya.

“Aku mencintaimu Soo! Sangat-sangat!”

Sampai akhirnya Ahra datang dan Kyuhyun berangkat kerja, Sooyoung masih dilanda kebingungan dan shock. Sampai-sampai Ahra harus mengulang dua atau tiga kali setiap pertanyaan yang diajukan padanya.

“Kau lihat wajahnya? Anak itu pasti sedang bahagia sekali!” ucap Ahra sambil menyodorkan roti yang dibelinya di bakery yang dilewatinya tadi. Sooyoung mengambil sepotong churros cokelat dari atas piring berisikan macam-macam roti yang dibeli Ahra.

Eonni… kurasa ada kesalah pahaman disini!”

Ahra yang sedang menuang jus jeruk digelas menatap adik iparnya itu dengan kernyitan. “Mwo?”

“Aku tidak hamil eonni!”

***

Kyuhyun sampai di apartment sekitar pukul satu siang dengan dua kantung belanjaan berlogo supermarket ternama. Saat ia sampai ternyata Ahra sudah pulang beberapa menit yang lalu karena harus menjemput Jongjin anaknya di taman kanak-kanak.

Sooyoung yang melihat suaminya itu menenteng belanjaan dengan segera berusaha membantu namun Kyuhyun dengan tegas menolak. “Andwae! Kau tidak boleh membawa yang berat-berat!” Sooyoung menatap Kyuhyun dengan rasa bersalah. Ia mengekori Kyuhyun yang kini sedang meletakkan belanjaannya di atas pantry.

Dengan cekatan, pria yang tidak pernah berurusan dengan urusan rumah tangga terlalu sering itu mengeluarkan belanjaannya dan membereskannya. Berbagai macam sayuran dan buah-buahan sudah berpindah kedalam kulkas, cookies dan tiga kotak susu sudah dirapikan didalam lemari penyimpanan. Sooyoung semakin bersalah dibuatnya.

“Kyuhyun…”

Kyuhyun menoleh menatap Sooyoung lalu dengan segera menghampiri istrinya itu dan berjongkok, mensejajarkan wajahnya dengan perut rata Sooyoung.

Aegi… ibumu ini kenapa berwajah muram? Bukankah ibumu yang sudah sangat tidak sabar akan kehadiranmu?” tanya Kyuhyun sambil mengelus lembut perut Sooyoung membuat wanita itu menggigit bibir bawahnya ingin menangis.

“Kyuhyun…”

Appa janji akan jadi ayah yang baik untumu…”

“Kyuhyun…”

Appa akan semakin giat bekerja untuk masa depanmu”

“Kyu…”

Appa akan—“

“CHO KYUHYUN!!!” jerit Sooyoung karena ia tidak sanggup lagi melihat Kyuhyun yang sepertinya sudah sangat berharap. Kyuhyun menatap Sooyoung terkejut, terlebih saat menemui air mata sudah membanjiri wajah istrinya itu.

“Sooyoung? Waegeurre?” Sooyoung lalu menarik Kyuhyun berdiri dan ia menangis didada suaminya itu. Dalam tangisnya Kyuhyun mendengar Sooyoung yang berucap mianhae berkali-kali.

“Soo…Sooyoung?”

“Aku tidak hamil! Maaf…”

Rasanya hati Kyuhyun tergores oleh katana yang sangat tajam lalu disiram oleh perasan jeruk nipis yang membuat hatinya itu terasa sangat sakit dan perih. Rasanya seperti ia diajak terbang sangat-sangat tinggi lalu dihempaskan begitu saja hingga jatuh berdebum. Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Sooyoung, rasanya ia ingin menangis juga tapi dia tau disaat ini seharusnya dia memberikan ketenangan pada Sooyoung dan bukan ikutan menangis. Jadi Kyuhyun mengecup lembut kepala Sooyoung. “Tidak apa-apa”

Sooyoung sudah berhenti menangis dan kini Kyuhyun seperti orang linglung. Pria itu bahkan beberapa kali melamun dan harus diguncang untuk menyadarkannya. Dan semua itu membuat Sooyoung miris.

“Kenapa kau bisa menyimpulkan kalau aku hamil?” tanya Sooyoung saat mereka sedang duduk bersisian disofa.

Kyuhyun menghela nafasnya sejenak lalu ia mendekatkan dirinya pada Sooyoung dan merangkulnya mendekat. “Karena kau meminta Jessica merahasiakannya!” Sooyoung lalu menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun. “Karena itu sangat memalukan!”

Kyuhyun lalu menyentil dahi Sooyoung. “Apa yang harus membuatmu malu pada suamimu sendiri hah?” Sooyoung memanyunkan bibirnya. “tetap saja! Aku membuatmu khawatir hanya karena sakit perut kebanyakan makan es krim!” Kyuhyun lalu memegang dagu Sooyoung dan mengarahkan wajah istrinya itu untuk menatapnya. Sooyoung menatapnya nanar. “Tapi aku tau aku salah, seharusnya aku jujur dan tidak membuatmu patah hati begini” Kyuhyun memajukan wajahnya dan mengecup sekilas bibir Sooyoung.

“Tidak apa-apa, setidaknya aku pernah merasakan rasanya jadi ayah hanya untuk beberapa jam”

Kata-kata Kyuhyun membuat Sooyoung melemparkan dirinya dalam pelukan Kyuhyun. Wanita itu ikut merasakan kekecewaan Kyuhyun yang meskipun tidak diucapkan secara lisan seberapa besarnya namun terlihat dari ekspresinya. Selama ini Sooyoung selalu mengira jika Kyuhyun tidak pernah bermasalah akan kehamilannya yang tak kunjung datang namun kini Sooyoung sadar semua itu hanyalah cara Kyuhyun untuk tidak membuat Sooyoung stres karena tidak kunjung hamil. Dan sebenarnya Kyuhyun juga sangat menantikan akan kehadiran anak diantara mereka.  “Maaf karena belum bisa memberikanmu anak” lirih Sooyoung yang hanya dibalas Kyuhyun dengan kecupan di ubun-ubunnya. Saat ini Kyuhyun sedang tak bisa bekata tidak apa-apa karena nyantanya ia memang sedang tidak baik-baik saja.

Seminggu sudah sejak kejadiaan dimana Kyuhyun mengira Sooyoung hamil, pekerjaan terus berdatangan untuk Kyuhyun dan mengharuskan ia menghabiskan waktu lebih lama di kantor. Sooyoung sesekali datang ke kantor untuk sekedar makan siang bersama Kyuhyun atau hanya duduk disana menemani Kyuhyun bekerja dikantornya. Namun siang ini selesai rapat Kyuhyun sama sekali belum mendapatkan kabar dari sang istri dan itu berhasil membuatnya kehilangan konsentrasi.

Kyuhyun menekan tombol panggilan cepat yang langsung tersambung ke telepon dimeja Onew, sekretaris utamanya. “Nde, sajangnim?” sambut Onew ditelpon.

“Apa istriku menelfon? Atau dia meninggalkan pesan?”

Anio sajangnim, Sooyoung-ssi belum menghubungi anda hari ini”

“Oh. Kalau begitu pesankan aku makan siang”

Nde…”

Sooyoung memegangi kepalanya yang terasa berputar. Setelah mengantar Kyuhyun sampai pintu depan untuk berangkat kerja Sooyoung kembali ke tempat tidur karena sebenarnya ia merasa tidak enak badan namun karena tidak ingin membuat Kyuhyun khawatir Sooyoung berpura-pura baik-baik saja. Sooyoung baru bangun setelah jam menunjukan lewat makan siang. Dia yakin Kyuhyun akan khawatir karena dia tidak memberi kabar, dengan susah payah Sooyoung meraih ponselnya yang tergeletak diatas nakas. Begitu menggeser slide lock Sooyoung langsung menemukan notif belasan panggilan tak terjawab dua diantaranya dari Ahra dan sisanya dari Kyuhyun. Sooyoung dengan segera mengetikkan pesan untuk Ahra. Lalu ia menghubungi Kyuhyun namun yang mengangkatnya bukanlah suaminya melainkan Onew yang mengatakan bahwa Kyuhyun ada pertemuan penting dan akan selesai sekitar empat puluh lima menit lagi.

Beberapa hari ini Sooyoung memang merasakan tubuhnya lemas dan tidak bertenaga, ia selalu merasa mengantuk dan hanya ingin bermalas-malasan. Tetapi setelah mengecek dengan termometer, suhu tubuhnya masih normal dan dia juga tidak merasakan gejala flu. Jadi Sooyoung fikir dia memang baik-baik saja. Tadinya Sooyoung sudah akan menenggak aspirin untuk mengurangi pening dikepalanya namun Ahra yang tiba-tiba memencet bel rumahnya bersama Jongjin membuatnya mengurungkan niatnya dan memilih menyambut kakak ipar dan keponakannya itu.

Ahra meletakkan Jongjin yang tertidur diatas sofa lalu meletakkan bungkusan makanan yang dibawanya diatas meja. “Astaga! Sooyoung kenapa dengan wajahmu?” seru Ahra ketika melihat wajah Sooyoung yang pucat seperti mayat. Sooyoung hanya tersenyum lemah. “Tidak apa-apa eonni aku hanya sedikit pusing” Ahra lalu mendekati Sooyoung yang sedang berusaha membuatkannya minum namun dengan segera diambil alih olehnya.

Ahra dengan cekatan menuang jus kedalam tiga buah gelas-untuk dirinya, Sooyoung dan juga Jongjin- dan tidak mengizinkan Sooyoung untuk bergerak terlalu banyak. Ahra lalu membuka makanan yang dibawanya dan memindahkannya ke piring dan menatanya diatas meja makan. Sooyoung menatapnya tak berselera padahal ia sadar jika perutnya kosong sejak pagi. Oke, sebenarnya Sooyoung sudah sempat memakan sepotong croissant tadi pagi dan tentu saja itu tidak cukup untuk dijadikan sebuah sarapan.

Ahra mendorong Sooyoung pelan kearah kamar dan menyuruh adik iparnya itu untuk beristirahat sejenak selagi ia memanaskan samgyetang yang dibawanya. Walaupun Sooyoung sempat protes, kekeras kepalaan Ahra berhasil mengalahkan keras kepalanya Sooyoung sehingga akhirnya wanita itu memilih mengalah dan berjalan lemas ke kamarnya. Begitu tubuhnya menyentuh tempat tidur ia merasakan kenyamanan dan tanpa sadar ia kembali terlelap.

Kyuhyun cukup terkejut saat menemukan Jongjin keponakannya yang menyambutnya di pintu apartment. Sambil menggendong keponakannya itu Kyuhyun berjalan panik kedalam dan menemukan Ahra sedang duduk disofa depan tv sambil menikmati teh. “Noona kenapa kau disini?” tanya Kyuhyun bingung dengan keberadaan kakaknya yang ada disana tanpa diundang. Ahra menatap Kyuhyun dengan pandangan kesal. “Yya! Memangnya kenapa kalau aku ingin menjenguk adik iparku!” Kyuhyun lalu memutar bola matanya kesal sambil menurunkan Jongjin dari gendongannya.

“Dimana Sooyoung?” tanya Kyuhyun sambil melepas jasnya dan melemparnya keatas sofa yang hampir saja mengenai kakaknya. Ahra ingin sekali melemparkan remote ke wajah adiknya itu kalau saja tidak ada Jongjin disana yang ia khawatirkan akan menirunya.

“Di kamar”

Kyuhyun masuk kedalam kamarnya dan sedikit mengernyit merasakan suasana kamar yang sedikit lebih dingin dari biasanya. Dia menemukan Sooyoung sedang tertidur lelap dikasur mereka. Ini aneh, dijam segini biasanya istrinya itu sedang sibuk memasak makan malam. Namun sepertinya Sooyoung kelelahan sehingga ia tertidur sangat nyenyak saat ini bahkan sampai ia lupa menutup tirai dan menyalakan lampu kamar. Kyuhyun menghampiri Sooyoung lebih dekat. Dikecupnya dahi Sooyoung lembut.

Ireona” panggilnya lembut yang disambut Sooyoung dengan geliatan kecil. Kyuhyun tersenyum dan kembali mengecup Sooyoung namun kini di hidungnya. “Bangun, tukang tidur” ucapnya lembut dan kembali ia hanya mendapat respon geliatan yang sedikit lebih besar intesitasnya dibandingkan sebelumnya.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan Ahra dan Jongjin disana. “Kyu, aku dan Jongjin pulang dulu! Bangunkan Sooyoung untuk makan malam, aku sudah memanaskan beberapa makanan. Dan jangan lupa untuk dia meminum vitaminnya setelah makan!” Kyuhyun mengernyit bingung. Vitamin? Sejak kapan Sooyoung minum vitamin?

“Dan itu ada berkas yang harus kau baca” ucap Ahra sambil menunjuk kearah amplop cokelat diatas meja rias. Kyuhyun lagi-lagi mengernyit. “Berkas?” tidak pernah ada pekerjaan yang dibawa kerumah oleh Kyuhyun jadi pria itu bingung saat mengetahui ada berkas yang bisa ada dikamarnya itu. Ahra hanya mengangguk sebagai jawaban lalu detik berikutnya wanita itu sudah menghilang entah kemana. Kyuhyun tak ingin repot-repot mengantar Ahra kedepan dan memilih kembali membangunkan Sooyoung.

Sooyoung mengejapkan matanya saat merasakan kecupan Kyuhyun dibibirnya. Wanita itu menggeliat beberapa kali sebelum akhirnya mendudukkan tubuhnya. “Kau sudah pulang?” tanya Sooyoung dengan wajah mengantuk membuat Kyuhyun gemas.

“Kau tidur sangat nyenyak huh? Apa saja yang kau kerjakan seharian ini?” tanya Kyuhyun sambil berjalan ke meja rias dan meraih amplop yang dimaksud Ahra. Sooyoung perlahan berdiri dan mengikat rambutnya yang tergerai asal sambil menguap ia berjalan ke kamar mandi. “Tidur” jawabnya santai. Kyuhyun sempat menatap Sooyoung bingung namun pria itu kembali fokus pada amplop coklat ditangannya yang berlogo rumah sakit.

Selamat Nyonya Cho Sooyoung, anda dinyatakan positif hamil. Usia kandungan anda baru berjalan sepuluh hari.

 

Dr. Jung

 

Kyuhyun membaca tulisan yang diketik rapi itu berkali-kali, begitu sudah mencapai tulisan terakhir Kyuhyun mengulangnya lagi dari atas seakan tidak percaya dengan kata-kata yang tertera disana. Sooyoung yang baru saja selesai mandi melihat Kyuhyun masih terpaku ditempat yang sama sebelum ia mandi. “Kyuhyun?” pria yang dipanggil itu menoleh dan menatap Sooyoung dengan tatapan entahlah, sangat sulit diartikan.

Sooyoung lalu melirik kertas ditangan Kyuhyun dan kemudian bibirnya terangkat membentuk senyuman. “Boleh aku mengajakmu terbang sekali lagi?” tanya Sooyoung sambil mencoba menahan senyumannya agar tidak terlalu lebar. Dia tidak ingin mulai punya kerutan karena terlalu banyak tersenyum.

“Tapi berjanjilah tidak akan membantingku kali ini” ucap Kyuhyun yang langsung dijawab Sooyoung dengan anggukan.

Dan dalam hitungan detik kaki Sooyoung sudah tak lagi menapak ditanah. Wanita itu kini melayang diudara akibat pelukan Kyuhyun. Kyuhyun mengangkatnya beberapa inch dari lantai dan memutar-mutar Sooyoung. “Yya!!” jerit Sooyoung minta diturunkan namun Kyuhyun mengacuhkannya dan justru semakin memeluk istrinya itu erat-erat.

“Terima kasih Sooyoung, istriku. Aku mencintaimu” ucap Kyuhyun setelah menurunkan Sooyoung. Sooyoung lalu tersenyum menggoda. “hanya aku?”

Senyum Sooyoung menular padanya dan pria itupun berjongkok didepan perut Sooyoung dan dengan lembut mengecupnya. “Aegi, kali ini kau benar-benar ada disana kan? Dengarkan appa ya, aku mencintaimu dan juga ibumu”

Mungkin kebahagiaan keluarga ini sudah terlihat lengkap, namun sebenarnya kisah sebenarnya baru saja dimulai.

½ End

Maaf ya karena kepanjangan jadi aku bagi dua part-_- soalnya kalo digabung takut bosen bacanya. Part 2nya nyusul nanti malem atau besok ya! Maaf gak sesuai janji ngepostnya dan juga minal aiding walfaidzin! Jangan lupa comment yo! Next partnya passwordnya pasti beda, hahaha makasih juga udah comment yang jujur haha. Walaupun pegel copy satu-satu contact person kalian tapi gapapa deh. Makasih semua apresiasinya untuk ff ini ya<3

Advertisements

352 thoughts on “Nde, Yeobo! 1/2 [Nde, Sajangnim! AS]

  1. winaasri says:

    Huaaa di unprotect ya? Alhamdulillah hehe

    Auranya kyuhyun kuat banget wkwk bisa mendominasi sooyoung *lol. Itu soo beneran hamil kan? Moga aja iya 🙂

    Aku udh ngetweet di twitter un atas uname xvvinasmnmivv minta pw hehe yg part 2. Bales secepatnya ya unn sebelum kuota habis haha.

    Aku suka cerita ini ^^ kalo bisa bsk” bikin deh gantian soo yg jadi atasan, trs kyu yg bawahan tp sifatnya kyu tetep berkuasa gitu wkwk dan sooyoung yg walopun atasan malah nurut mulu *eh

    Hwaiting ya!! Mangat berkarya!! Jjang jjang

  2. Emsss says:

    Syukur deh Sooyoung nya hamil, kirain Sad ending part 1 nya, aduh lanjutan nya gimana nih Thor ngak sabar, semoga mereka tetap HAPPY ending nya

  3. Aprilia says:

    Huweeeee…. Sooyoung hamiillll… Yeayyyyyy…… Yaampun akhirnya apa yg diharapkan terkabul juga. Terimakasih tuhan…
    Aduhh kenapa jadi kayak beneran gninyahh??? Berharap ini beneran feelnya dapet bgt..

  4. vina says:

    Akhirnya syoo hamil juga ullalaa sempat kasian juga pas kyu ngira syoo udh hamil padahal karena kebanyakan makan ice cream haha

  5. elfkyu says:

    setelah 2 minggu gak buka internet gara” mos sama hal yg laen -_- akhirnya bisa juga buka intenet *curhat* -_-
    udh kagak sabar pengen baca ni ff, akhirnya bisa juga baca. itu pun pas lagi sekolah. nyempetin pagi”. sebener nya blum baca sih, tapi udh gatal pengen curhat ehh maksud nya komen. thor aku baca dulu ya, ntar komen nya lagi.

  6. panda says:

    Akhirnya soo hamil juga, sempet sedih ternyata tau soo cuma sakit perut karna eskrim. Tapi untungnya hamil jga. Lanjut eon!! Dan iya aku minta pwnya hehe

  7. elfkyu says:

    keren n bagus thor ff nya ^_^
    aigoo, sempet nyesek baca pas awal sama prtengahan nya..
    Kasian kyu oppa -_-
    ahh akhirnya soo eonni hamil juga yeayy.. chukkae soo eonni *plak*

  8. cipuk says:

    Keren thor, dr awal ff nde sajangnim part 1 tuh ceritanya kerenn, suka banget. dan baru nyempetin koment di ff yg ini. keep fighting nulis ff nya thor yaa!^^

  9. misachi says:

    Mian eonni baru komen. Baru sempet baca.. wahhh pas yg kyu salah paham sempet nyesek bacanya.. eh pas dibawah senyum2 sendiri bacanya. Akhirnya hamil juga ya.. hahaha. Lanjut baca yg ke 2.

  10. Thia says:

    Mian baru komen, soalnya baru nemu, kirain kenapa soo eonni sakit perut, ternyata cuma gara gara kebnyakn makan ice cream:D daebak thor

  11. Naya says:

    Ckckc, pas pertama baca sempat nyesek thor. kasian kyu yg udah nyimpulin klw sooyoung hamil tapi pas terakhir eh ternyata sooyoung nya hamil jga. Moga happy ending yah thor. Oh iya thor aku minta pw part 2 nya lewat email yah, mohon di balas yah.

  12. Viyo QL says:

    wahhhh aku ketinggalan… yg di ksi aku nggk dpet kiroman pw… danini td nyoba” buka blog ptibadiny kakak udh nggk ke pw… wkeks makasih kak^^
    ahhh selamat cslon orang tua baruuuuu… *peluk kak kyu n soo eonni*

  13. atqiyaalee says:

    Bolehkah aku membawamu terbang kembali?? Akhirnya punya calon bayi juga..
    Merasakan juga kekecewaan Kyuhyun saat tahu Sooyoung tak hamil, para prua lebih baik tidak cepat mengambil keputusan kalau wanitanya kenapa kenapa.. Semoga berakhir bahagia..

    Kelanjutannya di protect ya? Aaa sedihnya..

  14. atqiyaalee says:

    Bolehkah aku membawamu terbang kembali?? Akhirnya punya calon bayi juga..
    Merasakan juga kekecewaan Kyuhyun saat tahu Sooyoung tak hamil, para prua lebih baik tidak cepat mengambil keputusan kalau wanitanya kenapa kenapa.. Semoga berakhir bahagia.. Ngukutin ksaih mereka dari awal jatuh cintaa..

    Kelanjutannya di protect ya? Aaa sedihnya..

  15. Hanamayasa says:

    Huaa, terbang deh mereka, ikut terbang ah~ penantian berbuah manis, so sweet author, but maksudnya baru dimulai apa ya? Ditunggu next author. Fighting.
    Thor, aku udah minta pw lwat line tapi kok blum dapet ya..please minta bwt next part ya..balas pesanku

  16. fia says:

    q dulu dah pernah bca ffnya…
    mungkin dah lama bnget jd agak2 lupa
    btw dsini kyuhyun penyabar bnget nungguuin soo hamil, sweet deh pokokny

  17. yosi cho says:

    Ya ampun Kyu udah jd suami’a Soo msh ja sifat bossy’a gak berubah.
    Kasian Kyuppa dah berharap Soo hamil tau’a Soo cm sakit perut.😞
    Akhir’a Soo hamil juga. Smoga nanti aegi Kyuyoung cantik & tampan kya orang tua’a. D tunggu part 2 nya chingu..

  18. Kim Hyera says:

    kyaaaaaaaaaaaaaaaaa over excited bisa baca ff ini. aku udh beberapa kali minta pw nya tapi gak di kasih dan bahagia bas ngecek ternyata udh gak di protek mmwaaaahhhhhh makasih authorrr ❤
    akhirnyaaaaa sooyoung hamil juga ya. sempet kasian sama kyuhyun yang patah hati pas tau awalnya soo blm hamil. tapi ikutan seneng deh baca terakhir-terakhirnyaaa
    gak sabar ada apa aja yang bakal terjadi sama pasangan ini selama soo hamil. pasti aneh2 deh wkwk dari teasernya yang dulu itu aja sukses bkin aku penasaran ❤

  19. panda says:

    Sumpah thorrr, aku sampe ketawa senyu” sendiri bacanya. Pinter bnget bawa suasananya. Bahagia bange. Tau soo eonni hamil. :’D aku mau tau kelanjutannya thorr. Trs berkarya thorr

  20. ismayooisma says:

    ya ampun , apa cuma saya yang baru baca ini ff ? gila keren :3

    ini sequel dari ff mana kak ? yang nde sajangnim ? eh ya ampun gw kudet banget 😀 udah lupa lagi cerita awal nde sajangnim ,ok baca lagi :v

  21. njmkysy says:

    cerita nya keren banget dan selalu salut pada setiap hasil ketikan tangan yang kamu buat

    keren! aku suka ide ceritanya yang di mana seorang wanita yang merasa belum sempurna jika belum memiliki keturunan

    suka sama karakter yang kamu buat pada soo dan kyu

    keren~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s