Nde, Sajangnim! AS [Nde, Yeobo! 2/2 END]

nsas

Title: Nde, Sajangnim! After Story [Nde, Yeobo! 2/2 END]

Author: sookyubiased

Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sooyoung.

Other Cast: Cho’s Family; Kyuhyun’s Friend; Cho Minguk (OC)

Other Cast: Find it yourself.

Genre: Romance, Family, Humor.

Rating: PG-16

Disclaimer: The story was mine but Kyuyoung belong to each other:3

GUE BARU SADAR TERNYATA GUE TYPO PAS POSTINGAN KEMAREN. BILANGNYA SENEN MAU NGEPOST PADAHAL HARUSNYA SENEN DEPAN WKWKWK DAN SESUAI JANJI DISENIN PAGI INI GUE POST FF BERDURASI 32 LEMBAR MIC.WORD INI!!!!

ENJOY!!!

Yya! Ppali bawakan barang-barang itu!”

nde!

Mworago?

Nde, yeobo!”

Bruk. Tumpukan kantung belanjaan bermerk itu kini sudah berhambur tak teratur diatas lantai apartment mewah di kawasan Apgujung. Pelakunya? Tentu saja sang pemilik apartment itu sendiri. Kakinya terasa begitu pegal setelah seharian ini mengelilingi pusat perbelanjaan bersama…

Yeobo-ya! Ku bilang bawa itu kemari kan?” namja yang baru saja menduduki tubuhnya diatas sofa itu mengerang tertahan. Kalau yang meneriakinya itu bukanlah istrinya, sudah ia gantung sejak tadi wanita itu dilangit-langit kamarnya. “Nde!”

Mwo?” teriak gadis itu seolah memastikan jika yang didengarnya barusan salah. Kyuhyun menggertakan giginya mencoba menahan amarahnya yang siap meledak.

Nde, yeobo!” Kyuhyun menyahut kesal hanya itu yang bisa ia lakukan. Entah ia mendapat karma atau hukuman atas perbuatan seenaknya dulu pada Sooyoung, kini semua berbanding terbalik. Ok, bukan tanpa alasan Sooyoung tiba-tiba berubah menjadi seorang wanita ‘bossy’ tapi karena buah cinta yang tengah dikandungnya sepertinya yang membuat wanita cantik itu menjadi seperti sekarang. Ia senang mendengar Kyuhyun menyahuti panggilannya dengan kata-kata ‘nde,yeobo’  dengan alasan panggilan itu romantis dan ia juga jadi gemar memerintah Kyuhyun.

Nah Cho Kyuhyun, karma does exist right?

Aigo Sooyoung, kau sudah mengacak-acak seluruh kantung belanjaanmu tapi akhirnya kau tak ingin memakai satupun diantara mereka. Kau membuat kamar ini berantakan sayang” Sooyoung yang tengah mengenakan gaun birunya mengangkat sebelah alisnya lalu menoleh menatap pada suaminya yang sedang berdiri diambang pintu menatap kekacauan yang dibuatnya.

“Hehehe untuk itulah kau disini kan? Tolong beresi ya sayang, Ahra eonni akan datang beberapa menit lagi” Kyuhyun menganga. Baru saja ia selesai membereskan bekas masak dan sarapan mereka di dapur dan kini Kyuhyun harus kembali membereskan kekacauan yang disebabkan istrinya tersebut. Lagi-lagi Kyuhyun harus menghembuskan nafas kesal. Demi anakmu Kyuhyun-ah.

Nde” jawab Kyuhyun lesu yang disambut dengan tatapan tajam Sooyoung melalui kaca dihadapannya. “Nde, yeobo!” Sooyoung tersenyum kecil lalu segera merapihkan bajunya sekali lagi memastikan tak ada yang kurang dari penampilannya.

Yeobo kalau begitu aku pergi dulu nde? Nanti kalau aku sudah selesai aku akan menelfonmu ok?” Kyuhyun mengangguk lalu merasakan tangan kurus istrinya melingkari pinggangnya. Kyuhyun menatap istrinya yang lebih pendek beberapa centi darinya itu lembut. “Mianhae aku membuatmu kerepotan. Aku tak bisa menahan keinginan untuk terus menyusahkanmu” ucap Sooyoung manja. Siapa Kyuhyun bisa menolak pesona seorang Choi Sooyoung, mantan sekretarisnya ini?

“Tidak apa, selama aku bisa aku akan berusaha. Untukmu dan anak kita” Sooyoung tersenyum kecil dan mengeratkan pelukannya pada suaminya. “Aku mencintaimu, sajangnim” bisik Sooyoung yang berakhir pada kecupan kilat pada bibir Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kecil lalu membalas kecupan itu namun pada dahi indah Sooyoung.

“Hati-hati, ok?” Sooyoung mengangguk sebagai jawaban lalu ia melepas pelukannya dan segera beranjak sebelum Ahra, kakak iparnya itu datang sendiri ke depan pintu mereka dan menggedornya.

“Woaah presdir Kyu! Kau kelihatan berbeda setelah menikah hahahaha” ucapan Hyuk Jae berujung pada lemparan majalah diwajahnya. Andai mereka bukan sedang di tempat umum, Kyuhyun sudah menghadiahi sahabat bermulut besarnya itu dengan lemparan sepatunya.

Waegeure? Aku benar kan? Kau nampak jauh… errr lebih buncit namun wajahmu terlihat lelah. Ada apa eoh? Apakah kau setiap malam melakukan olahra-pffft” kali ini mulut Hyuk Jae sudah disumpal muffin blueberry dan pelakunya adalah Changmin, sahabat mereka. “Bagaimana kabar istrimu Kyu? Semenjak acara baby shower Kris dan Seohyun aku belum bertemu dengannya lagi” Kyuhyun memijat pelipisnya. “Begitulah. Ia sedang isi” Hyuk Jae yang sedang mengunyah muffin sumpalan Changmin hampir saja menyemburkannya pada Donghae yang sedang meneguk kopi dihadapannya. Beruntung Donghae segera memelototi sahabatnya itu yang berakhir pada Hyuk Jae tersedak seorang diri. “Sooyoung hamil?!!” seru dua sobat tak terpisahkan itu bersamaan. Lain dengan Changmin yang hanya mengekspresikan keterkejutannya dengan ekspresi wajah.

“Kenapa kalian begitu terkejut? Kami menikah, jadi itu mungkin saja kan” ucap Kyuhyun agak tersinggung dengan ketidak percayaan teman-temannya itu. Changmin mengaduk americanonya yang sudah setengah dingin. “Bukan pak presdir! Kami hanya terkejut. Kau tak menunjukan berita ini sebagai kabar gembira” Kyuhyun menatap Changmin sejenak lalu kembali berpaling pada gelas minumannya. “haishh bukan begitu. Aku senang. Bagaimana mungkin tidak? Ini pengalaman pertamaku! Setelah dua tahun menikah akhirnya Sooyoung hamil. Hanya saja aku sedikit lelah, ini baru masuk minggu ketiga namun permintaan Sooyoung sudah menggila”

Changmin, Donghae dan Hyuk Jae mengerutkan dahinya bersamaan. Dalam kepala mereka tengah memproses arti kata ‘permintaan’ yang berbeda-beda.

“Permintaan? Bukankah wajar istri hamil itu ngidam sesuatu?” Kyuhyun mengibaskan tangannya. “Yah! Kalian sebaiknya cepat-cepat menikah biar bisa merasakannya sendiri dan memahami arti kata ‘wajar’ itu bagaimana” Donghae melengos malas. “Ya tuan presdir yang sudah beristri! Kami akan menikah tapi tidak sekarang. Jadi jangan bicarakan hal seperti itu lagi. Lagi kau tinggal bilang apa yang Sooyoung minta kan? Siapa tau kami bisa membantu”

“Tidak. Ini seperti karma untukku” ucapan Kyuhyun berhasil membuahkan kerutan di dahi ketiga namja tampan yang menjalin persahabatan dengannya itu. “Karma?”

“Ya. Sooyoung memperlakukanku seperti dulu aku sering memperlakukannya saat ia masih sekretarisku” nah. Kali ini ucapan polos Kyuhyun membuahkan tawa membahana dari tiga namja didepannya. Donghae bahkan memeluk perutnya sendiri karena tak bisa menahan tawanya.

“Akhirnya presdir arrogant Cho mendapatkan hukumannya! Tuhan terimakasih!”

yya!” kali ini bantalan sofa melayang dan berakhir pada wajah Hyuk Jae yang baru saja dengan bahagianya mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kemalangan nasib Kyuhyun. Dan bantal itu rasanya masih kurang untuk menghukum namja bergummy smile itu, menurut Kyuhyun.

Drrrt.

Getar yang diikuti deringan nada dari iphone hitam Kyuhyun menandakan adanya panggilan masuk. Tak perlu melihat siapa nama pemanggilnya karena deringan itu sudah Kyuhyun setting khusus dari panggilan istrinya. Dengan cepat Kyuhyun menggeser slide untuk mengangkat panggilan tersebut dan sesekali masih terdengar tawa khas ketiga namja yang duduk semeja dengannya namun dengan suara lebih pelan.

Yeoboseyo?” sapa Kyuhyun lembut. Terdengar suara sedikit bising dari sana namun ia masih bisa mendengar suara istrinya yang menyapanya.

yeobo! Aku sudah selesai! Kau bisa menjemputku sekarang?” Kyuhyun menatap ketiga temannya yang masih tertawa cekikikan lalu pandangannya teralih pada jendela kafe. “Nde sayang. Aku akan disana dalam eum… setengah jam?” Sooyoung memekik senang. “Love you!”

Love you too” dan pip. Sambungan terputus. Kemudian ia segera berdiri meninggalkan ketiga temannya tanpa permisi. Ketiga namja itu sudah terbiasa dengan ketidak sopanan seorang Cho Kyuhyun. Seorang presdir sebuah perusahaan besar yang telah di program menjadi namja kaku, dingin dan arogan. Dan menjalin pertemanan dengan Kyuhyun sejak SMA membuat mereka faham dengan sikap Kyuhyun.

“Dasar tuan presdir satu itu! Ah ya Changmin-ah~ sebagai pemilik sebuah pusat perbelanjaan besar membayar semua ini…”

“Memang siapa lagi yang akan membayarnya kalau bukan aku?” ucap Changmin mengerti kemana arah pembicaraan Hyuk Jae. Hyuk Jae dan Donghae pun hanya memamerkan senyum lebar mereka, sekali lagi mereka bisa menikmati hidangan diatas meja mereka tanpa mengeluarkan sepeser uangpun.

Kyuhyun terlihat gelisah sambil menatap sekeliling lobby. Ia telat beberapa menit dan itu membuahkan kecemasan terhadap kemungkinan Sooyoung  akan mengomel dan parahnya? Marah padanya!

Yeobo!” begitu mendengar suara Sooyoung dari arah belakangnya namja itu segera mendesah lega. Sooyoung baik-baik saja namun wajahnya terlihat kesal? Entahlah. Kyuhyun sendiri sudah menyiapkan hati dan telinganya untuk mendengar semprotan Sooyoung.

“Kemana saja kau! Aku sudah menunggu sejak tadi! Kau pasti tidak langsung kesini saat aku menelponmu! Kau bilang setengah jam lagi kau sudah berada disini! Kau pergi kemana dulu eoh? Jangan-jangan kau main dibelakangku ya!” ucapan Sooyoung yang sudah seperti keran bocor itu membuat kuping Kyuhyun sakit, namun jika Kyuhyun menunjukkannya ocehan Sooyoung akan semakin panjang dan tidak berjeda jadi setelah menghembuskan nafas panjang Kyuhyun memasang ekspresi menyesal. “Maaf, jalanan macet. Aku sudah berusaha secepat mungkin”

“Tapi kau telat tujuh menit empat puluh tiga detik!”

Itu bahkan tidak sampai delapan menit! Ingin sekali Kyuhyun berteriak namun ia tau disaat ini dia harus jadi lelaki penyabar, jika karena hal sepele ini dia sudah terpancing bagaimana saat kehamilan Sooyoung semakin besar nanti dan masalah lebih berat akan muncul? Kyuhyun lagi-lagi menghela nafasnya.

“Maafkan aku, aku tidak akan telat lagi” ucapnya membuat Sooyoung tersenyum. “janji?” tanyanya dan Kyuhyun sebisa mungkin membalas senyuman istrinya. “Nde.

Mwo?” Kyuhyun menggertakan giginya dan sebisa mungkin menjaga nada bicaranya. “Nde, yeobo! Aku janji.”

Sooyoung sudah berganti pakaian tidurnya dan duduk didepan meja rias saat Kyuhyun baru selesai membersihkan diri. Pria berusia tiga puluh tahun itu segera menghampiri istrinya yang sedang membersihkan make upnya. Sooyoung mengobservasi gerak-gerik suaminya melalui bayangan dari cermin sambil tangannya fokus mengusapkan kapas yang sudah mengandung cleansing milk di area wajahnya. “Waeee? Kenapa kau menatapku begitu?” tanya Sooyoung karena risih dengan tatapan suaminya yang seperti ingin menelanjanginya.

Perlahan bibir Kyuhyun menyunggingkan senyuman lalu tangannya terulur dan hinggap di kedua bahu Sooyoung. Sooyoung mengernyit ketika merasakan pijatan dari tangan Kyuhyun. “Ah—appo” lirihnya saat Kyuhyun terlalu keras memijatnya dan tanpa sengaja mengenai salah satu urat dipundak Sooyoung hingga gadis itu mengernyit sakit. Kyuhyun memindahkan dengan segera tangannya ke area lain dipundak istrinya dan memijatnya lembut penuh sayang.

“Ibu hamil tidak boleh banyak aktifitas, nanti kau kelelahan” ucap Kyuhyun sambil terus memijat pundak Sooyoung. Sooyoung hanya bisa menggeliat-geliat tak karuan karena pijatan Kyuhyun cukup membuatnya kegelian. “Justru ibu hamil harus banyak bergerak agar saat persalinan nanti ototnya tidak kaku!”

“Otot? Kau tidak akan menggunakan otot apa-apa, nyonya Cho. Kau akan tertidur saat persalinan berlangsung” pernyataan Kyuhyun sukses membuat Sooyoung berdiri seketika. Wanita itu menatap Kyuhyun bingung. “Maksudmu?” Kyuhyun maju selangkah dan tangannya terulur untuk memegang dagu Sooyoung.

“Tentu saja karena kau akan melahirkan secara caesar” Sooyoung menghempaskan tangan Kyuhyun menjauh dari dagunya dan menatap Kyuhyun tajam. “Ani. Aku akan melahirkan secara normal!” tatapan Sooyoung dan Kyuhyun beradu, sama-sama tajam.

Kyuhyun mengerutkan dahinya, wajahnya memasang ekspresi serius khas CEO Cho Kyuhyun yang sejak dulu selalu sukses mengintimidasi siapapun termasuk Choi Sooyoung. “Cho Sooyoung, kau akan melahirkan secara c-a-e-s-a-r!” tegas Kyuhyun dengan pengejaan dikata caesar.

Sooyoungpun tidak mau kalah, dia bersedekap sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan terangkuhnya dan mencoba sebisa mungkin untuk tidak terintimidasi oleh tatapan suaminya tersebut. Dulu, mungkin Sooyoung akan menunduk takut dan memenuhi apapun perintah Kyuhyun namun setelah ia menjadi istri sah lelaki itu Sooyoung punya sedikit lebih banyak kepercayaan diri dan keberanian untuk mengutarakan isi hatinya. “Tidak! Aku ingin melahirkan dengan cara normal. Kau tidak bisa mengaturku kali ini!”

Tanpa sedikitpun berniat merubah keputusannya Kyuhyun justru semakin menajamkan tatapannya. “Aku berhak. Kau istriku!” kali ini nada bicara Kyuhyun dingin sedingin es dan Sooyoung menggigil karenanya. Perlahan ia merasakan pipinya basah, bocor? Tentu saja bukan! Basah itu berasal dari air mata Sooyoung yang entah sejak kapan sudah merembes keluar. Sooyoung juga tidak mengerti kenapa dirinya jadi sensitif dan cengeng. Tetapi yang dia tau dia memang sangat-sangat ingin melahirkan dalam persalinan normal. Dia ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu yang seutuhnya, apapun resikonya.

Kyuhyun memejamkan matanya, air mata Sooyoung sukses membuatnya mencair dan luluh. Dengan helaan nafas cukup panjang Kyuhyun menarik Sooyoung masuk kedalam dekapan hangatnya, diusapnya lembut rambut istrinya itu dengan penuh kasih sayang. “Kita akan konsultasikan itu nanti, jangan terlalu dipikirkan saat ini. Oke?” sebenarnya Sooyoung masih ingin protes dan menyatakan keinginannya namun Sooyoung menghargai Kyuhyun sebagai suaminya dan ia tidak ingin menjadi istri pembangkang. Oleh karena itu wanita itu mengangguk dan membiarkan Kyuhyun mengecup lembut ubun-ubunnya.

Jam menunjukkan pukul tujuh saat Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan handuk yang tergantung dipundak. Rambutnya masih basah dan harum after shave bercampur dengan shampoo menguar saat Kyuhyun mengambil posisi duduk di kursi bar untuk meminum segelas kopi yang sudah disiapkan Sooyoung. Wanita yang masih mengenakan gaun tidurnya itu kini sedang mondar-mandir di dapur sibuk menyiapkan sarapan untuk sang suami. Melihat gerak-gerik Sooyoung yang sudah kembali lincah pasca sakit perut dan gejala awal kehamilan beberapa minggu belakangan membuat Kyuhyun tersenyum senang. Tatapannya sama sekali tidak mau lepas dari punggung istrinya sambil lidahnya mengecap rasa pahit khas kopi hitam yang tengah diteguknya.

Yeobo kau mau sampai kapan menatapku begitu?” tanya Sooyoung tanpa melihat sama sekali ke arah Kyuhyun, tangannya sedang dengan ahli membalik bin dae tok diatas pan membuat Kyuhyun terkejut karenanya. Bagaimana bisa istrinya itu tau sejak tadi diperhatikan? Sooyoung berbalik setelah menaruh bin dae tok atau pancake ala Korea itu diatas piring ceper dan meletakkannya dihadapan Kyuhyun. Sooyoung lalu melepas apron yang dikenakannya dan menggantung itu ditempatnya.

“Bagaimana kau tau aku sedang menatapmu?” tanya Kyuhyun sambil bersiap menyumpit potongan bin dae tok dan memindahkan kedalam mulutnya. Sooyoung terkekeh sambil mengambil posisi duduk disamping Kyuhyun lalu menopang dagunya dengan sebelah tangan yang bertopang dimeja. “Instingku terlalu kuat yeobo jika itu mengenaimu” ucap Sooyoung sambil memperhatikan suaminya itu yang sedang dengan lahap menyantap makanan buatannya.

Kyuhyun melirik Sooyoung yang masih asyik memandanginya. Diulurkannya sepotong bin dae tok kearah Sooyoung yang membuat wanita itu sedikit terkejut namun dengan cepat memasukkan potongan itu kemulutnya. “Sekarang gantian kau yang menatapku” ucap Kyuhyun menggoda membuat Sooyoung memukul lengannya. Kyuhyun meletakkan sumpitnya dan mengulurkan tangannya untuk mengelus perut Sooyoung.

aegi… bilang pada eomma kalau kau lapar. Biarkan dia memakan banyak makanan agar kau sehat” ucap Kyuhyun pada janin didalam kandungan Sooyoung yang membuat hati Sooyoung menghangat. Kyuhyun pasti sangat senang dengan kehadiran calon anak mereka didalam rahimnya dan Sooyoung berjanji akan menjaga calon anak mereka itu sampai terlahir ke dunia nanti.
Nde, appa

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan senyuman lalu mengusap lembut kepala Sooyoung dan menghadiahinya ciuman dipipi. “Oh ya, Ahra noona akan menjemputmu dua jam lagi. Bersiap-siaplah” ucapan Kyuhyun berhasil membuat sebuah kernyitan didahi Sooyoung. “Menjemput?” tanya Sooyoung bingung.

Kyuhyun mengangguk sambil berdiri dari kursi bar dan berjalan menuju kamar mereka. “Iya, appa mengundangmu ke rumah” ucapnya sambil berlalu masuk ke kamar. Mendadak mata Sooyoung membulat. “Mwo?” dengan langkah gesit Sooyoung mengekori Kyuhyun menuju kamar mereka. Kyuhyun sedang memakai kemeja kerjanya saat Sooyoung menarik-narik ujung kaus dalamnya.

Yeobo hubunganku dengan aboenim kan masih tidak baik. Maksudku, kami terlalu canggung satu sama lain meskipun ini tahun keduaku menjadi menantunya” Kyuhyun tertawa melihat kepanikan istrinya. Ia lalu menyentuh dagu Sooyoung, hal yang menjadi favoritnya akhir-akhir ini. “Tenang saja, appa akan luluh dengan anak kita” Sooyoung refleks menyentuh perutnya.

“Kau yakin? Aboenim…” Kyuhyun lalu menyentuhkan jarinya pada bibir Sooyoung. Lalu dia mengangguk pasti. “Sangat yakin.” Ucapan mantap Kyuhyun mau tak mau membuat Sooyoung sedikit yakin meskipun dalam hatinya masih ada rasa khawatir jika mengingat selama ini hubungan dia dan Tuan Cho masih cukup dingin dan kaku meskipun ia sudah dua tahun menikahi anaknya. Choi Sooyoung, percayalah pada suamimu.

Benar seperti perkataan Kyuhyun, Ahra datang dua jam kemudian dan disaat itu Kyuhyun sudah berangkat kerja. Ahra tertawa melihat wajah Sooyoung yang dilanda kecemasan. “Aigo, kau masih takut dengan Appa?” tanya Ahra saat Sooyoung selesai memakai seatbelt dan Ahra menggeser perseneling. Sooyoung merengut mendengar ledekan kakak iparnya itu namun mau tak mau dia mengangguk mengiyakan.

“Kenapa eonni tidak bilang saat kita pergi kemarin?” tanya Sooyoung. Ahra terkekeh ringan. “Sengaja, biar kau tidak menyiapkan alasan untuk menolak. Akan sangat lucu melihat kau dan Appa berduaan di ruang keluarga nanti” Sooyoung semakin memajukan bibirnya. “Kau dan Kyuhyun sama-sama punya sifat seenaknya” dan gerutuan Sooyoung berhasil membuat tawa Ahra meledak dalam mobil sport tersebut membuat Sooyoung semakin manyun dibuatnya.

Sooyoung duduk dengan canggung diruang keluarga Cho yang berdesain elegan tersebut. Bagaimana tidak canggung jika beberapa detik lagi seseorang yang pernah menentang kuat-kuat hubunganmu dengan suamimu akan muncul dihadapanmu terlebih lagi beliau adalah mertuamu. Bisa dipastikan perasaan Sooyoung saat ini sangatlah tidak karuan. Tanpa disadari tangannya mengelus perutnya. Seolah dengan mengelus perutnya itu ia bisa mendapat sedikit kekuatan dari janin yang terdapat didalamnya. Aegi, doakan eomma

“ekhem” sebuah deheman yang familiar membuat Sooyoung sontak mendongakan wajahnya dan matanya langsung bertatapan dengan mata tajam milik Tuan Cho, ayah mertuanya. Lelaki lanjut usia itu mengenakan pakaian santai hari itu, sebuah polo shirt putih dan celana kakhi cokelat membuatnya terlihat sangat nyaman. Sooyoung lantas berdiri dan membungkuk hormat kepada ayah mertuanya itu yang dibalas dengan anggukan singkat.

“Duduklah” ucap Tuan Cho yang langsung dipatuhi oleh Sooyoung. Sooyoung meremas ujung dressnya mencoba menahan kegugupan yang merongrongnya, matanya terpaku pada ujung sepatunya.

Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Sooyoung, tuan Cho juga merasakan kegugupan yang sama besarnya dengan yang Sooyoung rasakan namun pria tua itu lebih pintar menutupinya dengan sikap pura-pura angkuh.

Mata sipit tuan Cho mengarah pada perut datar Sooyoung. “Benar kau sedang hamil?” tanya Tuan Cho memecah keheningan diantara mereka. Sooyoung lantas mendongak dan menatap ayah mertuanya. “Nde?” tanyanya karena tidak mendengar jelas pertanyaan yang diajukan mertuanya barusan.

“Kau sedang hamil, benarkah?” tanyanya lagi. Sooyoung lalu refleks menyentuh perutnya sendiri. Refleks yang akhir-akhir ini dilakukannya. “Nde, tu-tuan.. sedang berjalan tiga minggu” Tuan Cho mengernyit mendengar panggilan Sooyoung yang masih sama dengan panggilan saat wanita itu masih menjadi sekretaris Kyuhyun.

Aboeji jangan mengintimidasi Sooyoung!” seru Ahra sambil membawakan dua gelas teh jasmine untuk ayahnya dan adik iparnya. Sooyoung menghela nafas lega, setidaknya ada Ahra untuk menemaninya disini.

“Siapa yang mengintimidasi?” tanya Tuan Cho cuek. Ia lalu meraih gelas teh yang baru saja diletakkan Ahra dan menyesap isinya perlahan. Wangi jasmine menguar di penciuman ketiga orang yang berada disana. Sooyoungpun mengekori ayah mertuanya dan ikut menyesap tehnya.

“Berhentilah menatap Sooyoung dengan tatapan khas presiden direktur begitu! Tataplah dia seperti kau menatapku, Siwon, Kyuhyun dan Kris!” Tuan Cho menatap Ahra kesal. “Dasar anak cerewet” umpatnya yang membuat Sooyoung tanpa sadar tertawa namun dengan cepat istri Cho Kyuhyun itu membekap mulutnya. Tuan Cho pasti menganggap dirinya kurang ajar karena berani-beraninya menertawakannya. Sooyoung mengutuk sendirinya dalam hati. Choi Sooyoung, kenapa kau masih saja ceroboh sih!

Tatapan Tuan Cho beralih kepada Sooyoung namun ia tidak berujar apapun mengenai sikap Sooyoung yang menertawakannya. Ahralah yang tertawa terbahak karena kecanggungan dua manusia berbeda generasi tersebut. Ayahnya terlihat seperti orang bodoh sok dingin didepan menantunya sedangkan adik iparnya terlihat seperti domba yang ketakutan dihadapan srigala yang tak lain adalah ayah mertuanya sendiri. Seharusnya Kyuhyun ada disini untuk menyaksikan drama dua orang bodoh yang diperankan ayah dan istrinya disini.

“Lihat? Kalian berdua seperti dumb&dumber aku tak tahan melihatnya!” ujar Ahra sambil tertawa. Tuan Cho melirik kesal anak tertuanya itu namun memilih tak mengatakan apapun demi menjaga imagenya didepan menantunya yang kini sedang menatapnya dengan dua mata bulatnya. Sejujurnya, tuan Cho ingin sekali bisa dekat dengan Sooyoung. Namun kisah mereka dimasa lalu terlalu rumit dan tidak semudah itu untuk menghancurkan benteng yang telah tercipta diantara mereka.

Setelah makan siang Ahra berpamitan untuk menjemput anaknya di taman kanak-kanak dan itu berarti Sooyoung akan berduaan dengan Tuan Cho, mengingat Nyonya Wu sedang mengunjungi Kris dan juga Seohyun. Sooyoung merutuk dalam hati, bertiga saja keadaan mereka sangat canggung apalagi jika hanya berdua yang ada kebisuan saja menyapa mereka.

Sooyoung menyandarkan tubuhnya disofa mencoba menyamankan tubuhnya yang sejak tadi kaku karena keberadaan Tuan Cho disekitarnya. Namun Sooyoung hanya bisa sebentar merasakan kenyamanan itu karena Tuan Cho kembali muncul dan duduk di sofa yang biasa ia tempati. Dan hal itu membuat Sooyoung segera menegakkan tubuhnya kembali dan bersikap formal dan sopan.

Tuan Cho lalu meletakan sebuah katalog bercover foto bayi yang menggemaskan dihadapan Sooyoung membuat wanita itu mengernyit menatapnya bingung. “Apa ini…Tuan?” tanyanya tidak mengerti. Tuan Cho lalu menaikkan sebelah alisnya. “Katalog perlengkapan bayi tentu saja!” ujar Tuan Cho kesal karena Sooyoung terlihat bodoh dimatanya saat ini. Sooyoung menghela nafas, tentu saja dia dapat melihat kalau katalog yang tergeletak dihadapannya kini adalah katalog perlengkapan bayi. Maksudnya ini untuk apa! Itulah yang ingin Sooyoung katakan pada ayah mertuanya itu.

“Maksudku, untuk apa katalog ini?” Tuan Cho tidak langsung menjawab dan justru menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dan mencoba terlihat senyaman mungkin.

“Kau pilihlah apapun yang kau perlukan dan kau suka dari sana saat kau harus membeli perlengkapan bayi, semuanya aku yang bayar” ucap Tuan Cho dan hal itu berhasil membuat Sooyoung menatap ayah mertuanya itu berbinar-binar. Sejak kedatangannya tadi di rumah ini Tuan Cho hanya sekali menanyakan apakah dirinya hamil dan tidak menunjukkan ekspresi senang yang seharusnya ditunjukkan seorang calon kakek. Sooyoung berpendapat memiliki cucu bukanlah hal spesial bagi Tuan Cho karena Ahra dan Siwon sudah memberikannya tiga orang cucu dan jangan lupakan Kris yang sebentar lagi juga akan memberikan seorang cucu untuknya sehingga kehamilan Sooyoung yang cukup terlambat ini terkesan terlalu biasa. Tapi pendapat Sooyoung yang semula ia anggap sangat benar harus dipatahkan dengan perlakuan Tuan Cho saat ini. Lelaki berumur itu ternyata antusias dengan kehadiran seorang cucu lagi, apalagi ini adalah anak dari anak tersayangnya Cho Kyuhyun. Hanya saja lelaki itu terlalu gengsi untuk menunjukkan keantusiasannya didepan Sooyoung.

Tuan Cho yang merasa risih dengan tatapan Sooyoung akhirnya menatap menantunya itu dengan tatapan pura-pura galak. “Singkirkan tatapanmu itu! Jangan berfikir aku sudah menyukaimu ya, ini—ini semua untuk cucuku. Dengar ya cucuku, ini bukan untukmu ataupun Kyuhyun tapi untuk—“

“Tuan…terima kasih. Meskipun masih cukup lama tapi kau sudah memperhatikan hal ini, terima kasih” ucap Sooyoung tulus. Ingin rasanya ia memeluk lelaki berumur itu layaknya ayahnya sendiri. Namun untuk lebih dari berbicara dengan bahasa formal saja rasanya tidak mungkin, jadi Sooyoung hanya dapat menyimpan keinginannya itu dalam hati. Dia berjanji untuk menyuruh Kyuhyun memeluk ayahnya nanti!

Yah, meskipun hubungan Sooyoung dan Tuan Cho hanya mengalami sedikit peningkatan sejak pernikahan mereka tetapi hubungan Kyuhyun dan ayahnya itu cukup membaik bahkan sangat baik. Tuan Cho tidak lagi terlalu kaku terhadap anaknya itu dan Kyuhyun juga sudah lebih banyak menghabiskan waktu dengan sang ayah untuk membicarakan berbagai hal. Dan hal itu cukup patut disyukuri.

Tuan Cho tanpa sadar menyunggingkan senyuman namun dengan cepat ia melunturkannya. “Ti—tidak perlu berterima kasih! Ku bilang ini semua bukan untukmu atau Kyuhyun tetapi untuk cucuku!” ucap Tuan Cho salah tingkah. Jika ada Ahra disini lelaki itu pasti sudah habis ditertawai oleh anaknya sendiri. Sooyoung hanya bisa tersenyum penuh rasa terima kasih. Setidaknya, Tuan Cho menerima anaknya. Dan ia dapat bernafas lega karenanya satu kekhawatirannya terangkat sudah.

Kyuhyun datang lima belas menit sebelum makan malam dan saat itu Sooyoung sedang tertidur dikamar Kyuhyun dilantai dua. Ahra berniat membangunkan Sooyoung namun urung saat menemukan Kyuhyun sudah berada di ujung anak tangga. “Bangunkan istrimu! Dia tidur dikamarmu” ucap Ahra sambil kembali berlalu ke ruang keluarga. Kyuhyun mengangguk dan segera berlari ke kamar atas. Setelah tau Sooyoung hamil, rasa rindu pria itu seperti tak pernah ada habisnya untuk Sooyoung. Dia seperti jatuh cinta untuk pertama kalinya lagi pada istrinya.

Ketika Kyuhyun membuka pintu kamarnya yang terbuat dari kayu mahogani ia langsung menemukan pemandangan dimana istrinya sedang terlelap diatas extra king bednya, bergerumul dibawah lembutnya bedcover lembut berwarna hitam dan hal itu membuat Kyuhyun tersenyum. Ketenangan meresapinya saat sudah melihat sosok istrinya setelah hampir sepuluh jam terpisah.

Kyuhyun merangkak diatas tempat tidur setelah melepas asal sepatunya dan mendekati Sooyoung. Didekatinya wajah sang istri yang tertutup bed cover sepertiga bagian. Dikecupnya pipi yang sejak dulu sampai saat ini masih nampak sama chubbynya. “Bangun sekretaris Choi” bisiknya lembut dan tentu saja tak mendapat respon apapun. Sekali lagi Kyuhyun mendekati Sooyoung dan berujar. “Sekretaris Choi, bangun!” kali ini nada bicaraya lebih tinggi agar Sooyoung meresponnya.

Sejak Sooyoung menjadi sekretarisnya, Kyuhyun harus pasrah saat mengetahui tabiat buruk istrinya itu adalah susah bangun. Entah berapa kali Kyuhyun harus menelfon Sooyoung atau meninggalkan pesan suara dalam satu pagi untuk membuat Sooyoung bangun. Istrinya itu sangat jarang datang ke kantor dengan keadaan baik-baik saja, lebih banyak gadis itu muncul ke kantor dengan rambut yang seperti habis diterpa angin badai dan dahi berkeringat serta nafas terengah. Dan itulah kenapa Sooyoung sangat jarang datang dengan make up dan justru memakainya di toilet kantor. Alasannya satu, agar bedaknya tidak luntur oleh keringat saat dia berlarian dari halte menuju lobby kantor yang jaraknya hanya sekitar tiga puluh meter. Dan kebiasaan buruk Sooyoung itu nampaknya tidak berubah meskipun sudah menjadi seorang istri. Bagaimanapun keadaannya, jika sudah tertidur Sooyoung akan sangat susah dibangunkan. Bahkan dia pernah terbawa sampai pemberhentian bus terakhir karena tertidur diperjalanan setelah lembur. Kyuhyun bersyukur membawa Sooyoung tinggal bersamanya waktu itu, sehingga kejadian tertidur dikendaraan umum tidak lagi terjadi.

Tidak adanya respon berarti dari Sooyoung membuat Kyuhyun akhirnya menegakkan tubuhnya. Ia melirik jam di dinding, hanya tinggal delapan menit sebelum jam makan malam dan saat ini hampir semua anggota keluarga pasti sudah berada di meja makan. Oleh karena itu Kyuhyun memilih cara terampuh agar Sooyoung bangun. Kyuhyun lalu menepuk cukup keras kasur dan berujar kencang. “ASISTEN CHOI BANGUN!”

NDE, SAJANGNIM!!” seru Sooyoung sambil mendudukan tubuhnya dengan buru-buru. Jelas sekali wanita itu terkejut karena bentakan Kyuhyun dan tepukan di tempat tidur. Kyuhyun tertawa melihat sikap refleks Sooyoung sebagai sekretaris yang masih sering muncul disaat gadis itu terkejut, seperti saat ini.

Nafas Sooyoung yang sedikit memburu perlahan normal saat akhirnya ia sadar kalau Kyuhyun baru saja mengejutkannya. Dia memincingkan matanya ke arah Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan! Bagaimana kalau aku mati jantungan!” seru Sooyoung kesal saat melihat Kyuhyun justru terbahak disisinya. Sooyoung mendengus dan mencoba mentralkan detak jantungnya. Disaat seperti ini Cho Kyuhyun jadi lebih muda sepuluh tahun, jadi seperti remaja kekanakan.

“Salah siapa kau tidur seperti kerbau!” ucap Kyuhyun masih diiringi derai tawa.

Mwo? Ini gejala ibu hamil tau!” bela Sooyoung.

Kyuhyun makin tertawa. “Dasar, padahal kau memang begitu meskipun sebelum hamil…”

Sooyoung mendelik. “Mworago? Coba kau ulangi?” tantang Sooyoung dan Kyuhyun akhirnya menghentikan tawanya. Dia tidak ingin bertengkar karena jika dia meladeni Sooyoung, pertengkaran akan terjadi mengingat emosi Sooyoung yang sedikit labil akhir-akhir ini.

Nde, yeobo. Maafkan aku!” dan dengan kata-kata itu senyuman Sooyoung langsung mengembang membuat Kyuhyun tertular dan ikut tersenyum.

“Ayo turun, kita sudah melewatka jam makan malam!”

Sooyoung yang sedang membenarkan tatanan rambutnya lantas berseru. “Yya! Kenapa kau tidak bilang daritadi!”

Kyuhyun dan Sooyoung sudah bersiap untuk berpamitan dengan Tuan Cho dan Nyonya Wu serta Ahra beserta suaminya yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Siwon dan Kris memang tidak tinggal disana lagi karna sudah memiliki rumah masing-masing sedangkah Ahra memilih tinggal di rumah orang tuanya karena pekerjaan suaminya yang mengharuskan ia tugas keluar negeri membuat Ahra kesepian sehingga memutuskan tinggal dirumah. Apalagi ia butuh bantuan untuk mengurus kedua anaknya.

“Kami pulang dulu, aboeji..eommoni” ucap Kyuhyun dan Sooyoung sambil membungkuk hormat. Nyonya Wu lalu langsung memeluk Sooyoung kemudian Kyuhyun sebelum anak tiri dan menantunya itu pergi, sedangkan Tuan Cho hanya diam saja sambil memandang kearah lain.

“Jangan sungkan untuk datang lagi ya Sooyoung-ah! Jika kau kesepian telfon saja, eommonim akan langsung menemanimu!” ucap nyonya Wu tulus. Sooyoung tersenyum lembut sedangkan Kyuhyun sudah berjalan ke arah mobilnya. “Nde, eommonim. Terima kasih…” jawab Sooyoung. Sooyoung sempat melirik kearah Tuan Cho yang masih saja berdiam diri beberapa langkah dari tempat Ahra dan nyonya Wu berdiri saat ini, lelaki berumur itu seperti enggan untuk mengantar Sooyoung bahkan hanya untuk sampai pintu, astaga!

Sooyoung berbalik untuk berjalan ke mobil namun suara berat Tuan Cho menahan langkahnya. “Sooyoung-ah” Sooyoung lantas berbalik untuk menatap Tuan Cho. Lelaki tua itu kini sudah berada satu langkah dibelakangnya, entah sejak kapan ia berada disitu.

Nde, Tuan?”

Tuan Cho berdehem sebelum melanjutkan ucapannya. Ahra dan Nyonya Wu menatap pemandangan awkward Sooyoung dan Tuan Cho sambil menahan tawa. “Akan aneh jika cucuku mendengar ibunya memanggil kakeknya dengan sebutan Tuan. Jadi, panggil aku aboenim seperti Daniel, Miyoung dan Seohyun memanggilku.”

NDEEE?” jerit Sooyoung tidak percaya. Tatapan yang diarahkan kepada Cho juga sama dengan jeritannya. Tuan Cho mengernyit saat mendengar jeritan Sooyoung, dia sedikit terkejut melihat reaksi menantunya itu yang sedikit-ralat-cukup berlebihan. Dan melihat ekspresi Tuan Cho membuat Sooyoung langsung membungkuk memohon maaf.

Joesong-hamnida tu—eh aboenim!” Choi Sooyoung, sampai kapan mulutmu itu berhenti berkelakuan bodoh?!

Ahra dan Nyonya Wu hampir tak bisa menahan tawa mereka melihat kelakuan konyol dua orang yang terpaut usia hampir seperempat abad tersebut.

Tuan Cho lebih dulu mencairkan suasana aneh yang tercipta dengan cara menepuk bahu Sooyoung agar menantunya itu berhenti membungkuk dan meminta maaf. “Nde, nde! Cepat sana masuk ke mobil!” dan setelah melakukan satu kali lagi bungkukan Sooyoung memenuhi perintah ayah mertuanya untuk cepat-cepat masuk ke mobil dimana Kyuhyun sudah menunggu. Sayang sekali lelaki itu tidak menyaksikan seberapa bodoh istri dan ayahnya tadi. Bahkan nyonya Wu dan Ahra sudah terbahak-bahak karena tidak lagi tahan menahan geli.

“Apa yang kalian tertawakan?! Aku menyuruhnya cepat ke mobil karena kalau tidak aku akan pegal terlalu lama berdiri diluar sana! Aku mengatakannya bukan karena aku khawatir padanya!” Ahra dan Nyonya Wu justru semakin tertawa mendengar penjelasan Tuan Cho yang tentu saja mereka tau hanyalah sebuah kalimat kamuflase untuk menutupi rasa gengsinya. Setidaknya Tuan Cho sudah mencoba membobol sebuah benteng yang sejak dulu terbangun diantara mereka dan itu semua juga berkat anak yang ada didalam kandungan Sooyoung. Aegi, kau membawa berkah untuk semua keluargamu.

 

Tidak terasa perut Sooyoung sudah cukup besar. Tentu saja, saat ini usia kandungannya memasuki usia lima bulan. Sooyoung sudah bisa berpergian bebas karena setelah fase tiga bulan wanita itu akhirnya mendapat keringanan dari sikap over protektive Cho Kyuhyun. Tentu saja Kyuhyun sangat protektif terhadapnya, mengingat sejarah Choi Sooyoung selama ini dikenal sebagai wanita yang sembrono. Itulah yang membuat Kyuhyun jadi sangat-sangat protektive. Bahkan kini sudah ada dua asisten rumah tangga diapartment karena Kyuhyun tidak ingin Sooyoung mengeluarkan tenaga sedikitpun.

Yeobo! Malam ini akan ada diskon besar-besaran di Hyundai!” ucap Sooyoung sambil menunjuk-nunjuk layar LED TV didepannya yang menampilkan iklan promo Hyundai department store yang akan mengadakan diskon besar-besaran. Kyuhyun yang sedang menyeduh susu ibu hamil untuk Sooyoung mau tak mau melirik kearah televisi yang ditunjuk Sooyoung.

“Lalu?” tanyanya seolah tak mengerti dengan ucapan Sooyoung. Lalu jika ada diskon besar-besaran memangnya kenapa? Bahkan tanpa adanya diskonpun Sooyoung mampu membeli barang apa saja yang ada disana. Kyuhyun kan sudah memberikannya credit card unlimited untuknya. Hey, Cho Kyuhyun itu adalah pengusaha cukup kaya di Korea Selatan. Ingat?

Sooyoung memanyunkan bibirnya pertanda kesal. “Lalu? Ish, tentu saja aku ingin belanja!” Kyuhyun yang sudah selesai dengan prosedur penyeduhan susupun berjalan menghampiri Sooyoung dan menjatuhkan bokongnya disofa disamping istrinya. Secara refleks Sooyoung mendekati Kyuhyun dan meneguk susu hangat yang sudah dibuatkan Kyuhyun.

“Kau bisa belanja kapanpun yeobo. Bahkan kalau kau mau aku bisa menutup mall itu hanya untukmu” Sooyoung tak bersuara karena sedang sibuk menenggak susunya. Setelah terminum setengah gelas wanita itu mendorong tangan Kyuhyun yang sejak tadi membantunya minum.

“Tetapi aku ingin ikut acara sale itu! Aku tau kau bahkan bisa membelikanku semua isi mall itu bahkan jika aku mau, tetapi yang ku mau saat ini adalah ikut sale itu!” Kyuhyun menghela nafasnya. Perut buncit Sooyoung membuatnya tak bisa berkata tidak.

Arra. Tetapi setelah kau habiskan susu ini, ok?”

“Nde, Sajangnim!”

Kyuhyun menatap ngeri pada tiga orang perempuan muda yang ditaksir usianya hanya terpaut beberapa tahun dibawah Sooyoung sedang berlarian ke arah center Hyundai. Berbagai barang branded dari yang dibandrol dengan harga ratusan ribu won sampai ratusan juta sudah terlihat tak beraturan. Kyuhyun berani jamin semua pramuniaga Hyundai bertugas malam ini tanpa memandang jadwal shift. Kyuhyun tidak menyangka jika para wanita bisa menjadi seganas ini hanya karena angka tiga puluh persen sampai sembilan puluh persen terpampang disana. Lihat bagaimana wanita-wanita itu entah tua atau muda berteriak-teriak.

“Itu milikku!”

Chogi! Aku yang pertama menemukannya!”

Ahjumma! Mengalahlah pada yang muda!”

Yya! Bahkan sepatu itu tidak cukup untukmu!”

Yah pokoknya teriakan-teriakan semacam itulah yang mampu tertangkap indra pendengaran Kyuhyun. Melihat betapa ganasnya wanita-wanita disana, Kyuhyun langsung menatap Sooyoung waspada. Bagaimana bisa ibu hamil masuk ke hutan belantara?

Sooyoung sama sekali tidak menujukkan ekspresi cemas atau takut seperti yang diperlihatkan Kyuhyun, wanita itu justru berekspresi seolah ingin cepat-cepat berada diantara wanita-wanita disana.

Yeobo, kurasa ini bukan ide yang baik” ujar Kyuhyun ragu. Tangannya yang sejak tadi tertaut dengan tangan Sooyoung semakin mengerat.

“Hah? Kenapa? Ini mengasyikan tahu!”

Kyuhyun menggeleng cepat. “Tidak! Apa asyiknya berebutan barang dengan wanita lain yang bahkan diskonnya tidak seberapa?” tanya Kyuhyun horor. Dia menatap sekali lagi pemandangan didepannya. “Ini berbahaya untukmu” tambah Kyuhyun.

Sooyoung lalu menaikkan sebelah alisnya. “Tidak kok! Kan kau yang akan berada disana”

“Oh syukur—NDE?”

 

Sooyoung memuta bola matanya. “Bagaimana mungkin kau tega aku ikut-ikutan perang brutal disana? Kau mau membahayakan aku dan bayi kita ya?” tanya Sooyoung sambil bersedekap. Dan pertanyaan Sooyoung sukses membuat Kyuhyun sweetdrop, shock dan apalah itu. Tetapi setidaknya Sooyoung masih waras untuk tidak berkeinginan ikut berebutan barang diskonan disana.

Kyuhyun menatap lagi pemandangan yang masih tampak sama itu. “Baiklah, demi anak kita”

Kyuhyun diminta untuk membelikan empat buah flat shoes dengan merk dan motif berbeda, sebuah dress keluaran channel berwarna merah darah dan tas keluaran terbaru zarra yang Kyuhyun tidak tau bagaimana bentuknya. Setelah mengantarkan Sooyoung ke sebuah restoran dan menunggu sampai semua pesanan Sooyoung datang Kyuhyun pun memulai tugasnya.

Yeobo jangan sampai ada yang salah ya!” seru Sooyoung saat Kyuhyun sudah sampai pintu restoran.

Nde…” ujar Kyuhyun lemas.

Yeobo!” tegur Sooyoung dan mau tak mau Kyuhyun menghela nafas panjang.

Nde, yeobo! Arraseo!”

Kalau kau bukan istriku…sudah pasti aku melemparmu ke sungai amazone, Sooyoung-ah.

Yya AHJussi! Aku duluan yang menemukan sepatu itu!” seru seorang remaja saat melihat Kyuhyun mengambil sepatu incarannya. Kyuhyun tidak tau harus bersikap bagaimana. Dilain sisi dia ingin cepat-cepat memenuhi permintaan Sooyoung namun disisi lain dia tidak ingin terlibat dengan perkelahian verbal dengan kaum hawa disana.Dengan cepat Kyuhyun mengembalikan flat shoes tersebut ketangan remaja itu.

“Anak muda, bisakah kau berikan gaun itu untukku? Ini adalah hari ulang tahun anakku” ucap seorang nenek saat Kyuhyun memegang gaun seperti yang Sooyoung pinta. Melihat seorang nenek berada ditengah keganasan wanita-wanita disana membuat Kyuhyun mau tak mau mengalah dan memberikannya pada nenek itu. Jika terus begini Kyuhyun tidak bisa mendapatkan barang yang Sooyoung mau.

Kyuhyun akhirnya menemukan satu benda terakhir yang Sooyoung minta. Kebetulan tas bermerk zarra itu menjadi stok terakhir yang tersisa di atas etalase dan Kyuhyun tidak mau membuang kesempatan untuk meraihnya namun sialnya seseorang dari lain arah juga memegang tas tersebut.

Chogi, bisakah aku memiliki tas i—Eunhyuk?”

Eunhyuk yang ternyata orang yang juga ingin mengambil tas itu nampak sama terkejutnya dengan Kyuhyun. “Kyuhyun?”

“Astaga, tidak menyangka freezer hidup sepertimu akan berubah seratus delapan puluh derajat seperti ini hanya karena seorang wanita!”

Yya! Dia istriku”

Eunhyuk tertawa. “tetap saja. Menggelikan tahu melihatmu yang selama ini tegas, kaku, galak dan dingin menjadi… apa ya susah dideskripsikan! Masa laki-laki jantan sepertimu ikut dalam perburuan disebuah pusat perbelanjaan!” ingin sekali Kyuhyun memukul kepala Eunhyuk tetapi mengingat sahabatnya itu sudah mengalah dan memberikan tas itu untuknya Kyuhyun jadi harus menahan keinginannya. Tunggu saja besok!

“Aku begini kan demi istriku!” Eunhyuk kembali terbahak.

“Choi Sooyoung’s effect benar-benar fatal!”

Setelah menerima kembali kartu beserta kantung belanjaan dari kasir Kyuhyun lalu memincingkan matanya menatap lelaki disebelahnya yang sejak tadi mengejeknya. “Kau sendiri sedang apa disini hah?” pertanyaan Kyuhyun berhasil membuat tawa Eunhyuk mereda.

Tanpa sadar Eunhyuk menggaruk tengkuknya salah tingkah. “Itu—aku”

Baby!!! Kenapa kau lama sekali? Mana tas yang aku minta tadi hah? Aku sudah menunggumu disini selama—eh Kyuhyun-ssi?”

Kyuhyun menatap sosok gadis didepannya dan lelaki disampingnya secara bergantian. Baby? Kyuhyun lalu menatap Eunhyuk seolah meminta penjelasan namun lelaki itu justru berjalan menghampiri gadis didepan mereka.

Eo—itu sayang aku… yya Cho Kyuhyun! bantu aku menjelaskan!” Kyuhyun memilih mengacuhkan Eunhyuk dan membungkuk kecil kearah gadis yang sepertinya kekasih sahabatnya itu.

“Aku Park Hyena, aku model untuk resortmu di Jejudo tahun lalu” Kyuhyun akhirnya mengingat siapa gadis itu.

“Oh, Park Hyena-ssi senang bertemu denganmu” ucap Kyuhyun sopan. Hyenapun begitu namun tatapannya langsung teralih kembali pada Eunhyuk.

Oppa-ya kau tidak mendapatkannya ya? Tadikan aku sudah bilang! Stok tas itu terbatas, aku sudah menyuruhmu cepat-cepat sebelum kehabisan! Lihatkan sekarang kita benar-benar kehabisan!”

“Hyena-ya…”

Oppa harus tanggung jawab! Aku tak mau tau kau harus mendapatkan tas itu!”

“Hyena-ssi maaf mengganggu tapi sebenarnya Eunhyuk menyerahkan tas itu untukku, karena ini adalah permintaan istriku yang sedang hamil” jelas Kyuhyun membuat gadis bernama Hyena itu terdiam.

Nde? Ah! Kalau begitu maafkan aku Kyuhyun-ssi aku tidak tau”

Kyuhyun tersenyum canggung. “Tidak apa-apa”

“Seharusnya kau bilang daritadi! Kalau begitu jadi tidak masalah…”

Senyuman Eunhyuk yang sejak tadi lenyap kembali muncul. “Benar sayang tidak apa-apa?”

Hyena menatap Eunhyuk galak. “Enak saja! Kau tetap harus membelikan tas itu ditempat lain! Titik!”

Eunhyuk menatap Hyena dengan wajah merana. “tapi kalau ditempat lain kan tidak diskon..”

“Itu urusanmu Lee Hyuk Jae!” seru Hyena kesal. Eunhyuk menatap Kyuhyun dengan tatapan mengiba, namun Kyuhyun justru menggeleng secara dramatis.

“Aku permisi dulu Hyena-ssi, Eunhyuk-ah! Oh, dan terima kasih untuk tasnya!” ujar Kyuhyun sambil melambai meninggalkan pasangan itu dalam keadaan Hyena mengoceh tanpa henti.

“Cish, apanya yang ‘lelaki jantan’ dia bahkan takut pada kekasihnya!”

Kyuhyun sedang menanti dengan gusar didepan ruang bersalin. Sejak tadi ia tidak bisa diam dan hal itu membuat Ahra berteriak kesal padanya. “Yya! Duduklah! Kau membuat semua ikutan panik!”

Kyuhyun menatap Ahra cemas. “Duduk? Noona, istriku didalam sudah hampir tujuh jam! Kenapa sampai saat ini kita belum mendengar kabar apapun!” Ahra menghela nafas, ingin sekali melakukan kekerasan pada adiknya ini untuk membuatnya tenang namun sepertinya itu bukan hal yang tepat.

Siwon yang sejak tadi menyaksikan adiknya itu panik ikutan berdiri dan menepuk-nepuk bahunya. “Tenanglah,melahirkan tidak semudah yang kau kira”

Kyuhyun menggeram. “Sudah kubilang dia harusnya melahirkan secara caesar!” geram Kyuhyun namun Siwon tidak merespon dan hanya menepuk-nepuk pundak Kyuhyun mencoba membuatnya sedikit tenang.

Tak lama seorang perawat yang masih mengenakan pakaian medis dan masker keluar dari ruangan. Dan hal itu membuat keluarga Cho itu berhamburan kearahnya. “Bagaimana? Apa sudah lahir?” tanya nyonya Wu pada suster itu yang mendapatkan jawaban sebuah gelengan. Suster itu lalu menurunkan maskernya.

“Jalurnya berliku dan Nyonya Cho masih berjuang untuk mengeluarkan anaknya. Tetapi tadi dia memintaku untuk memanggil Tuan Cho” dan tanpa babibu Kyuhyun segera masuk keruangan beruntung perawat segera menahan Kyuhyun karena lelaki itu belum memakai pakaian steril.

Kyuhyun segera meraih tangan Sooyoung begitu melihat istrinya itu mengulurkan tangan kearahnya. Kyuhyun miris melihat penampilan Sooyoung yang terlihat kacau. Dalam posisi mengangkang, istrinya itu bermandikan peluh dan rambutnya sudah tak beraturan namun sialnya Sooyoung masih terlihat sangat cantik dimatanya.

“Hai” sapa Sooyoung dengan senyum yang tersungging dibibirnya yang pucat. Suaranya juga terdengar serak, sejak tadi Sooyoung pasti berteriak.

“Ha—hai…kau baik-baik saja” tanya Kyuhyun lirih yang dijawab Sooyoung dengan anggukan.

“Anakmu keras kepala sekali dia masih menolak keluar padahal sudah waktunya” ucap Sooyoung santai. Kyuhyun menahan air matanya merembes keluar, dia tau Sooyoung kesakitan namun istrinya itu justru mencoba terlihat baik-baik saja. Dan hal itu membuat Kyuhyun ingin menangis.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Sooyoung yang basah keringat. Dikecupnya dahi, kedua mata, hidung, pipi dan terakhir bibir istrinya itu lembut. Seolah Sooyoung adalah kertas tua rapuh yang akan hancur kapan saja jika tidak diperlakukan lembut. “Kau pasti bisa, kau kan gadis yang hebat” ucap Kyuhyun sambil mengusap peluh diwajah istrinya. Sooyoung tersenyum sambil menatap manik mata suaminya.

“Hmm”

“Nyonya Cho ayo kita coba sekali lagi” ucap dokter setelah merasa waktu istirahat Sooyoung sudah cukup karena sepertinya sang bayi mulai menunjukkan ujung kepalanya. Tangan Kyuhyun refleks mengeratkan genggamannya pada Sooyoung.

“Aku mencintaimu sajangnim—ARGHHHHH!!!”

“ARGHH—SAKIIIITHHHHH-ARGHHHH”

“ARGHHHHH!!!!!”

Sooyoung mendesah lega saat akhirnya sebuah tangisan memecah suasana. Sooyoung ingin menegakkan tubuhnya untuk melihat sumber tangisan itu namun tiba-tiba pandangannya memutih dan terakhir yang ia dengan adalah teriakan Kyuhyun memanggil namanya.

“SOOYOUNG!!!”

Sooyoung bermimpi, mimpi yang sangat indah. Mimpi dimana dia bisa berkumpul lagi dengan kedua orang tuanya. Ingin rasanya Sooyoung tidak pernah terbangun lagi dan ikut pergi bersama kedua orang tuanya namun Sooyoung disadarkan oleh sebuah suara yang memanggil-manggil namanya, suara yang sangat familiar ditelinganya. Suara yang dulu terdengar sangat mengesalkan ditelinganya suara yang selalu menyerukan nada-nada penuh perintah suara yang perlahan menjadi candu untuk Sooyoung dimana dia akan merindukannya bila sehari saja tidak mendengarnya, suara itu suara Cho Kyuhyun.

“Sooyoung, yeobo bangun… kenapa kau suka sekali tidur? Ayo bangun, Cho Minguk sudah memanggil-manggil ibunya sejak tadi…ia lapar ia—hiks” Kyuhyun tercekat tangisannya yang entah sejak kapan meleleh. Sejak kemarin malam disaat Sooyoung berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki dan dirinya pingsan dan tidak sadar diri sampai saat ini Kyuhyun sama sekali tidak menangis bahkan disaat alat pacu jantung Sooyoung sempat menandakan berhenti dua kali lelaki itu masih tidak menangis sampai disaat ia mendengar tangisan Minguk dari dalam inkubator. Lelaki itu menangis saat kesedihan dan kekhawatirannya sudah sampai dipuncaknya.

Dia khawatir Sooyoung tak bisa lagi bangun untuk menyusui anak mereka, dia sedih karena mendengar tangisan Minguk yang seolah tau ibunya sedang tidak baik-baik saja dan ia takut jika Sooyoung akan meninggalkan dia dan Minguk untuk selamanya tanpa sempat melihat bagaimana rupa minguk.

“Sooyoung, yeobo… bangunlah… sudah cukup tidurnya. Bangun! Bangun!” Kyuhyun mengguncang tubuh Sooyoung karena ia frustasi istrinya itu tidak kunjung merespon.

“Sooyoung! Dengar perintahku! Kenapa kau jadi sekretaris pembangkang saat ini? Dulu meskipun kau mengeluh kau selalu mendengar perintahku, bangun Sooyoung! Bangun! Sooyoung!!!”

Kyuhyun merasakan gerakan lembut dari tangan Sooyoung dan saat ia mendongak untuk melihat wajah istrinya dan berharap kedua mata bulat itu terbuka yang ia temui adalah sebuah kedua mata Sooyoung yang terutup untuk selamanya. –END-

TAPI BOONG! WKWKWK

Meskipun mata Sooyoung masih terpejam namun bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman dan perlahan-lahan mata itu mengerjap terbuka. Sebuah suara lirih terdengar meskipun sangat pelan dan juga serak Kyuhyun dapat menangkapnya.

Nde, sajangnim! Aku sudah bangun”

Kyuhyun berhambur memeluk istrinya itu tanpa perduli omelan dokter yang ingin memeriksa Sooyoung segera. Rasa syukur Kyuhyun panjatkan berulang kali sambil menghujani istrinya itu dengan kecupan diseluruh wajahnya. Kyuhyun tidak perduli wajah Sooyoung jadi basah karenanya.

Setelah ditarik paksa oleh Siwon dan suami Ahra akhirnya Kyuhyun melepaskan pelukannya dan membiarkan dokter memeriksa keadaan Sooyoung meskipun dengan perasaan sedikit tidak rela. Kyuhyun merasa belum puas menyalurkan perasaannya yang diaduk-aduk selama hampir dua puluh delapan jam ini.

Namun, mengetahui Sooyoungnya masih bernafas Kyuhyun akhirnya mendesahkan nafas teramat lega dan akhirnya iapun ambruk setelah selama dua puluh delapan jam bertahan tanpa istirahat bahkan makan dan minum.

Kyuhyun tersadar saat merasakan pelukan diperutnya dan ketika ia membuka mata wajah Sooyounglah yang berada dihadapannya.

“Selamat pagi, yeobo” sapa Sooyoung dengan senyum. Kyuhyun melirik sekeliling dan mendapati dirinya dan Sooyoung memakai pakaian yang sama-pakaian rumah sakit-.

“Kenapa aku…”

Sooyoung mengulurkan tangannya kewajah Kyuhyun dan mengelus pelan pipi suaminya itu lalu—PLAK. Sebuah pukulan mendarat dipipi Kyuhyun menyisakan panas disana.

Pabbo! Bagaimana bisa kau drop hah? Bagaimana bisa kau menjagaku dan anak kita kalau kau tidak menjaga kesehatanmu?”

“Aku tidak berfikiran apa-apa lagi saat kau pingsan dan tidak sadar selama berjam-jam! Bahkan jantungku rasanya ikutan berhenti saat detak jantungmu berhenti berdetak untuk beberapa detik! Kau tidak tau bagaimana paniknya aku, nyonya Cho!”

Sooyoung mengulum senyum. “Hehehe, mian” Kyuhyun lalu menghadiahi Sooyoung kecupan dibibir.

“Bagaimana anak kita?”

“Cho Minguk baru saja tidur setelah aku susui” ucap Sooyoung berbinar.

Kyuhyun tersenyum bahagia. Lalu ia menarik Sooyoung lebih erat ke pelukannya. “Kalau begitu saatnya kau menyusui Cho Kyuhyun sekarang”

“Cho Kyuhyun!”

“Hahahaa. Nde, Yeobo!”

“Aigoo Minguk-ah kau lihat? Di hari Minggu seharusnya Appamu ini istirahat tapi…”

Yeobo! Kenapa pempersnya belum dipasang? Aku kan bilang untuk memasangnya!”

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak lalu tangannya kembali memasangkan pempers pada bayi laki-lakinya yang kini tengah fokus pada mainan ditangannya. Tidak perduli dengan wajah ayahnya yang sudah masam.

Yeobo setelah itu pakaikan—“

“Pakaikan minyak telon, bedak, baby cologne. Arraseo!”

Yeobo! Jangan menyelaku!”

Nde, Yeobomianhae

Tatapan Kyuhyun teralih pada Minguk yang kini sedang menatapnya dengan mata polos khas bayi. Seolah mengerti perasaan ayahnya.

Mau tak mau Kyuhyun tersenyum. “Minguk-ah cepatlah besar, agar kau bisa membantu Appamu ini…”

Yeobo! Jangan bicara macam-macam!”

Nde…

Yeobo!!!”

Nde, Yeobo!”

Dan yah, begitulah kisahnya.

END

Kali ini beneran. HUFFFFT.

Akhirnya kelar juga. Panjangkan? Ini 31 halaman booo~ kalo dibilang pendek mati aja loe *alay mode on* I don’t know what to say but firstly I want to thanks all of my reader who appreciated this story a lot. Terutama buat

ELIS SINTIYA

Diantara hampir tiga ratusan lebih komentar, hanya dia yang komentar perhatian sama gue. Meskipun kata-katanya simple tapi gue seneng banget ada satu readers yang ngertiin gue. Well, gue gatau kalau cerita ini ga sesuai harapan kalian atau (SEMOGA) udah sesuai. Karena jujur agak bingung pas baca komentar yang bilang di AS ini gadapet feelnya karena sifat Kyu dan Sooyoung beda. Pengen aku jelasin disini, kalau hubungan mereka udah jadi SUAMI-ISTRI bukan lagi SEKRETARIS-BOS. Jadi anehlah kalau Kyuhyunnya masih bossy dan Sooyoung masih punya sikap budak wkwk. Jadi gue bikin realistis aja kalau sifat Kyuhyun sesuai suami sebenarnya dan Sooyoung juga jadi sedikit kurang ajar karena kan biar gimanapun derajatnya naik apalagi dulu dia emang rada dendam sama kebossyannya Cho Kyuhyun, wkwk. Intinya makasih udah mau komentar meskipun harus diancam dengan password. Semoga kalian tau gimana rasanya susah mendapat password dan lebih gampang ninggalin komentar. Gacuma di ff gue tapi semua ff author KSI. Coba bayangin kalo semua author pake cara protek? Mampus ga kalian ribet minta komentar wkwkwkw. Pokoknya sekali lagi THANKS banget buat semuanya. Please, komentarnya agak panjangan kali ini karena setelah ini GAK AKAN ada lagi ff tentang Nde, Sajangnim! Semua kisah NS berakhir disini. So…..kenang-kenangan dong yah yah?

Gue tunggu komentarnya yo!

Sookyubiased.

159 thoughts on “Nde, Sajangnim! AS [Nde, Yeobo! 2/2 END]

  1. putri_uli says:

    Terharu bacanya dpt banget feelnya
    Lucu pas kyu nurutin semua kemauan soo
    Terharu pas baca perjuangan sooyoung ngelahirin
    Seneng juga akhirnya happy ending
    Aaaaah keren banget ffnya dr tata bahasa, alur cerita keren semuanya hehe
    Semangat terus chingu buat bikin ff hehe

  2. njmkysy says:

    ceritanya sweet banget! keren! keren
    aku bener’ menghargai kamu yang bisa nulis 31 halaman dan takjub juga hasilanya yang luar biasa bagus

    jujur, kamu salah satu author kesukaan aku yang menginspirasi aku buat nulis, dulu (karena aku udah ga pernah nulis lagi)

    sukses terus yaaa, aku bener’ suka sama gaya bahasa kamu yang tidak bertele-tele

    GBU

  3. mizy07 says:

    Eonnie ceritanya seru kok soalnya gk terfokus pada satu titik tapi tetep aja alurnya cukup simpel and terusin berkarya Eonnie untuk fanfaction selanjutnya aku tunggu. Senang bisa membaca untuk yang selanjutnya juga bisa kenal Eonnie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s